
Bu Widya tidak membalas pesan Satya, Ia hanya terkekeh saat mengingat wajah kesal anaknya.
" Mamah kenapa senyam senyum gitu" tanya Indah penasaran
" Iya jeng, ada apa?" Bu Mira juga ikut penasaran
" Ini loh, mamah lagi chatan sama suami kamu" ucap Bu Widya sambil membayangkan wajah anaknya sekarang
" O Iyah, sayang ini ada hadiah untuk kamu dari kami ya jeng" Bu Widya memberikan satu koper besar untuk Indah
" Apa ini mah?" tanya Indah berusaha membuka kopernya
" eeeh... jangan di buka sekarang, nanti saja kalo udah di kamar bukanya yah!" ucapnya sambil menahan tangan Indah
" Mungkin mamah beliin aku baju baru kali yah, baik banget si mertuaku" batin Indah merasa senang
" Iya sayang nanti aja bukanya, dan satu lagi hadiahnya. Kami sudah menyiapkan dua tiket bulan madu untuk kamu dan Nak Satya, ini adalah baju-baju kamu untuk di pakai disana" terang Bu Mira menjelaskan
" Dan kamu harus berterimakasih sama mamah mertuamu, dia yang sudah menyiapkan semua ini" ucapnya kemudian
Bu Widya pun tersenyum menatap Indah, " Nanti kamu gak usah bawa apa-apa lagi semua kebutuhanmu sudah mamah siapkan di dalam koper ini" terang Bu Mira kemudian menepuk kopernya
" Tapi Mah, apa Mas Satya udah tau?" tanya Indah
" Belum nanti Mamah kesana buat ngasih kejutan ini buat Satya" ucap Bu widya
" Terus sekolah Indah gimana, apa gak akan ada yang curiga kalo aku izin selama itu" tanya Indah merasa khawatir
" Udah kamu tenang aja, mamah udah nyuruh orang kepercayaan mamah kemaren buat izinin kamu libur selama seminggu ini, dengan alasan ada keperluan keluarga di luar kota, udah kamu jangan khawatir aja nikmati moment honeymoon kamu sama suamimu, supaya cicit mamah cepet jadi, dan jangan lupa kamu juga harus bersikap agresif saat disana, jangan biarkan Satya berpaling dari kamu" terangnya panjang lebar, pipi Indah bersemu merah mendengar ucapan dari mertuanya itu. Sepertinya mamah mertuanya dan Ibunya ini sudah merencanakan semua ini dari jauh-jauh hari.
"Ya sudah mamah ke kamar Satya dulu" ucap Bu Widya lalu pergi ke kamar Satya
" Udah istirahat gih, besok pagi-pagi kamu harus berangkat dengan suamimu, ibu juga udah ngantuk, Ibu tidur duluan yah" ucap Bu Mira lalu memejamkan matanya karena terlalu lelah seharian berdagang
**
tok tok tok
" iya mah masuk aja, gak di kunci" ucap Satya sambil terus memainkan ponselnya
ceklek
pintu kamar terbuka, Satya pun menyimpan ponselnya di atas nakas, saat Bu Widya sudah duduk di sampingnya " Ada apa mah, malem-malem gini bukannya udah tidur" tanya Satya menegakkan badannya
" Mamah ada kejutan buat kamu" ucap Bu Widya
" Kejutan apa, udah gede gini masih di kasih kejutan" ucapnya ketus
" Kamu ini yah baru di tinggal istri semalem udah uring-uringan gitu, gimana kalo di tinggal seminggu" ucapnya jengah
" Mamah nih kayak ga pernah muda aja" ucap Satya
" Kamu yakin gak mau tau kejutannya, Indah aja senengnya bukan main mamah kasih kejutan" ucap Bu Mira
" memangnya kejutan apa sih mah?" ucapnya penasaran
Bu Widya pun mengeluarkan dua satu kotak kecil dan menyerahkannya ke Satya, Satya menatap Bu Widya seolah bertanya apa isinya, Satya sambil membolak balikkan kotak itu.
" Buka dong!" ucapnya
Satya pun membuka kotak itu " Apa ini, tiket bulan madu?" tanya Satya sambil menatap tiket itu
" Iyah mamah udah nyiapin ini untuk kalian bulan madu, besok pesawatnya jam tujuh kalian harus sudah berangkat" terang Bu Widya
Satya pun tersenyum senang, memang mamahnya ini benar-benar the best
"Makasih ya mah mamah memang pengertian" ucap Satya lalu mencium tangan Bu widya.
" Sama-sama, dan Inget jangan bermain kasar" ancam Bu Widya
" Mamah tenang aja" kali ini Satya menjawabnya dengan santai tidak seperti tadi sangat ketus.
" hooaam, ya sudah mamah mau istirahat. Capek ngurusin pengantin baru" ucapnya kemudian berlalu menuju kamar.