My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Kesal



Happy reading gaes😮


Sudah terhitung satu bulan lamanya Stevani dan Naufal menjalani hidup bersama susah senang mereka lalui bersama, perdebatan kecil selalu mengisi suasana rumah tangga mereka, kedekatan keduanya pun tampak lebih akrab dari yang sebelumnya.


Stevani yang sudah tidak malunya bermanja pada suaminya dan Naufal yang sudah memahami sifat istri kecilnya kadang manja,galak, cerewet, keras kepala dan terkadang kekanak kanakan dan Naufal menghadapinya dengan sifat dewasa,Keduanya masih dalam mode pendekatan untuk saling cinta.


Ruang keluarga terisi oleh satu gadis dengan toples keripik singkong dipelukanyan sembari menonton sinetron dengan asik menyemili makanannya, keduanya kini sudah tiga Minggu tinggal dirumah baru mereka.


"Kenapa mukanya gitu hm?"tanya Naufal yang baru saja duduk di sebelah Stevani tanganya mengusap Surai hitam istrinya dengan lembut ,Naufal melihat istrinya yang nampak cemberut maka dari itu ia duduk disampingnya untuk menanyakan ada apa.


Stevani menoleh sekilas lalu ia berkata "mas, masa tuh liat kasian banget kan mas Al nya."ujar stevani menunjuk sinetron yang berjudul ikatan cinta.


Stevani kini memanggil suaminya bukan dengan sebutan "pak" lagi melainkan "mas" karena biar seperti suami istri pada umumnya dan Naufal pun tampak lebih senang istinya memanggil nya dengan sebutan mas.


Naufal menoleh kearah televisi dahinya mengernyit heran apa salahnya terlihat mas Al difilm tersebut nampak baik baik saja apa yang harus dikasihani pikirnya.


"Apanya yang dikasianin orang baik baik aja itu?"tanya Naufal menunjuk televisi dengan dagunya.


Stevani mencibikan bibir nya lalu ia berkata "kasian lah mas, andin nggak jujur sama mas Al kalau dia itu dulunya mermaid."jelas Stevani.


Naufal yang mendengar pun hanya terkekeh geli ada-ada saja istri kecilnya ini.


"Udah gitu nggak bilang lagi dia mantan pacarnya Angga Juanda."kesal Stevani.


"Angga yunanda yang ada, bukan Juanda."koreksi Naufal.


"Udah ganti? kapan kok aku ngak tau."stevani menatap Naufal.


Naufal tersenyum tipis lalu ia berkata " emang dari dulu namanya Angga yunanda bukan Juanda kamunya aja salah." Gemas Naufal mencubit pelan pipi istrinya.


Keadaan berubah menjadi hening tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka terlihat keduanya asik menikmati film ikatan cinta ,Stevani yang menyenderkan kepalanya di dada bidang Naufal dan tangan Naufal yang asik memainkan rambut Stevani dengan mata yang fokus pada layar televisi.


"Mas, mau nanya emang bener Megawati mantan Jokowi?"tanya Stevani memecahkan keheningan.


"Kata siapa?"Naufal menyengit binggung dengan ucapan istrinya itu.


"Kata kak Arlan,katanya Megawati mantan presiden, ya berarti mantan pak Jokowi dong, kan pak Jokowi presiden."jelas stevani.


Naufal yang mendengar ucapan Stevani mengigit gemas pipi chubby istrinya membuat Stevani mengaduh kesakitan.


"Nggak gitu juga dong sayang."


"Gemes banget sih istrinya siapa?"Naufal berkata dengan tangan mengunyel unyel pipi chubby stevani.


"Istri nya Shawn mandes lah."jawab Stevani santai matanya tetap fokus pada layar televisi.


"Nggak ya kamu tu nyonya nya Anggara, paham."jelas Naufal,


Stevani terkekeh mendengar nya, ia hanya bercanda tapi  suaminya menanggapi nya dengan nada sedikit kesal.


"Mas." panggil Stevani.


"..."


"Mas upal" ulangnya karna suaminya tidak merespon.


"Hmm"


"PAK NAUFAL ANGGARAN PUTRA!" jerit Stevani tepat dikuping Naufal membuat laki tersebut mengusap telinganya.


"Kenapa,hmm?"


"Kinipi-kipini" nyinyir Stevani kesal pada suaminya itu.


"dipanggil tu jawab ih nyeselin banget punya suami."kesal Stevani.


"Ya udah kenapa sayang?"


"Nggak jadi."


"Kok gitu sih orang lagi kesel tu di bujuk nggak pekanan banget jadi cowok."Stevani mengembungkan kedua pipinya.


"Ya udah kenapa?"tanya Naufal dengan lembut.


"Nggak papa."


"Yakin? kenapa coba bilang"


"Nggak papa."


Naufal menghembuskan nafas pelan ia binggung karna kalau perempuan ngambek ditanya pasti jawabannya nggak papa giliran nggak ditanya marah marah.


"Yakin nggak papa yaudah kalau nggak papa"ucap Naufal.


"Tuh kan gitu." Stevani kesal bola matanya melotot.


Benarkan apa yang di pikirannya, Naufal mengecup pelipis stevani singkat lalu ia pegang dagunya untuk saling menatap ia berkata "yaudah aku minta maaf karna udah bikin kesel Sekarang kamu mau apa?"Naufal bertanya dengan lembut.


Stevani mengalihkan pandangannya "aku laper."cicitnya mengerucutkan bibirnya, Naufal yang mendengarnya terkekeh.


"Ya udah ayo makan diluar."ajak Naufal.


"Mau makan sendiri, kamu udah bikin aku kesel."Stevani bangkit dari duduknya berjalan menjauh dengan kaki dihentak hentakan.


Naufal hanya memandangnya tak beranjak dari tempat duduknya.


"Kok nggak disusul, nggak dibujuk sih, ihhh gitu ya nyebelin banget."kesal Stevani.


"Katanya mau sendiri?"


"Kan kamunya harus peka masa iya istrinya laper terus.... arghhh.. nyebelin-nyebelin pokoknya nyebelin!"Stevani bersedekap dada memalingkan wajahnya.


Naufal yang melihat pun langsung menghampirinya.


"Jadi kamu maunya makan sendiri atau ditemenin?"tanya Naufal dengan mengelus rambut stevani.


"Nggak jadi, mau sendiri aja kamu nya nyeselin."ketus Stevani.


"Bener mau sendiri?" Tanya Naufal dengan sabar.


"Iya bener."


"Yakin nggak mau ditemenin?" Tanyanya lagi.


"Dibilang mau sendiri ya sendiri." Terlalu sewot dengan suaminya gadis itu berlalu pergi meninggalkan Naufal yang diam mematung, gadis itu melangkah menjauh dengan kedua tangan dilipat dan kaki dihentak hentakan.


Naufal menghembuskan nafas kasar ia tidak paham dengan istrinya itu ditanya salah nggak ditanya salah, saat Naufal ingin kembali ke sofa ruang keluarga tak lama stevani datang dengan mata berkaca-kaca "ihh ngak dibujuk jahat deh kan Stevani nggak punya duit,kalau mau makan diluar nggak bisa bayar nanti disuruh cuci piring lagi kalau nggak bayar tapi- tapi kamu malah nggak bujuk jagankan ngebujuk nyusul aja enggak." Cerocos gadis itu air matanya menetes perlahan.


Entah sejak kapan Stevani jadi cengeng dan Gadis itu juga lebih cerewet saat didepanya beda jika diluar ia akan jadi seseorang yang tak kenal nangis,Naufal pun hanya sabar saat menghadapi sifat Stevani yang sering berubah ubah.


Naufal mendekap tubuh istrinya mengecup pelan pucuk kepala Stevani,tinggi Stevani yang hanya sedadanya pun membuat wajah Stevani terbenam didada bidangnya.


"Sttt jangan nangis ya laper kan ayok makan, mau makan apa aku beliin sekalian mau belanja juga nggak papa." naufal berkata lembut menangkup pipi istrinya dan mengecup kedua mata Stevani yang sedikit sembab.


"Yaudah ayok."Stevani merentangkan tangannya bermaksud ingin digendong.


Naufal yang melihat nya terkekeh "dulu aja katanya nggak mau dipengang-pengang, jarak juga harus satu meter sekarang minta digendong." Cibir Naufal.


"Itu dulu sekarang beda."


"Jadi udah nggak papa buat pegang kamu?" Godanya menarik turunkan kedua alis nya menatap istrinya dengan tatapan menggoda.


"Tapi nggak grape grape ya!" Kedua matanya melotot menatap suaminya itu dengan raut wajah galaknya.


Naufal tersenyum lalu ia mengendong istrinya ala koala berjalan mengambil kunci mobil dan keluar rumah untuk memenuhi keinginan istrinya yang katanya lapar.


To be continue...