
HAPPY READING 😒
Dua orang perempuan dan tiga laki laki berdiri didepan rumah bertingkat dua dengan pagar berwarna hitam.
"KAK STEVANI MAIN YUK,"teriak cadel, adik Prita dengan membawa tas dipunggung nya bocah berusia 13 tahun yang tak bisa ngomong huruf R.
"STEVANI NGEPET YUK,"teriak Tania yang langsung mendapat toyoran dari Prita yang berdiri disampingnya.
"Eh setan mulut Lo belum pernah dicipok ayam heh!"damprat Prita kesal lantaran Tania berteriak ngawur.
"Apaan sih prit cipak ***** Jedar jeder,"kesal Tania bersedekap dada.
Prita menoyor kepala Tania kuat,"kampret, yang bener pak cepak cepak jeder goblok,"
"Lah ter.."
"Maaf cari siapa ya?"tanya seorang laki laki tampan dengan seragam berwarna hitam yang menyela ucapan Tania.
Tania menatap lelaki itu dengan binar berjalan cepat lebih dekat dengan lelaki itu.
"Hay ganteng ,nama Lo siapa?,"tanya Tania mengedipkan satu matanya dan mulai centil.
"Bram,"jawab pria itu, dia bodyguard dirumah Stevani.
"Emm gue Tania,salam kenal dram,"Tania menarik tangan bram dari sela sela pagar,karena pagar itu belum dibuka.
"Nama saya Bram mbak, bukan dram,"koreksi Bram saat Tania salah menyebut namanya.
"Kalau gue manggil nama Lo bener dapet duit kagak?,kalau kagak ya udah terserah gue dong,"songong Tania mengibaskan rambut pendeknya.
Cadel dan Prita menahan tawanya.
Dua laki laki lagi hanya menatap datar mereka yang tak lain adalah Banu dan Zidan.
"Ouh iya jangan panggil gue mbak terkesan kaya penjual bra dipasar senggol soalnya, oke ganteng,"Tania mengedipkan sebelah matanya kembali.
Bram hanya tersenyum tipis.
"Ouh iya tau nggak IPS kepanjangan nya apa?,"tanya gadis itu memulai otak kecilnya untuk merangkai gombalan di otaknya
"Ilmu Pengetahuan Sosial,"jawab Bram.
"Terus kalau IPA?,"
"Ilmu Pengetahuan Alam,"jawabnya membuat Tania menggangguk.
"Nah kalau KPk apa?,"
"Komisi pemberantasan korupsi,"jawabnya dengan binggung. Kenapa masah ia ditanya dengan persoalan yang tidak penting seperti ini.
"Salah,"telunjuk gadis itu ia goyangan kekanan dan kekiri secara perlahan menandakan bahwa jawabannya salah.
"Terus?"Bram menyengit. lalu kepanjangan KPK apa setaunya jawaban sudah benar.
"Kamu Punya aKu,"ucap Tania mengedipkan matanya berkali-kali.
Bram terkekeh.
Cadel dan Prita bersamaan memperagakan seolah tengah muntah.
"Dasar buaya betina,"celetuk zidan.
"gue tu bukan buaya gimana mau jadi buaya orang berenang aja gue tenggelam,"jawab Tania menyenderkan tubuhnya di pagar.
Satu detik...
Dua detik...
Gadis itu melotot.
Tunggu tunggu bukan kah itu suara zidan.
Tania melirik kearah sumber suara tadi dan benar saja Zidan tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
Gadis itu bergedik ngeri lalu memamerkan deretan gigi rapihnya.
Tania berjalan mendekati lelaki itu yang tengah mengalihkan pandangannya, tania manarik narik ujung kaos Zidan.
"Jidan, Tania minta maaf ya,"ujar Tania.
"Untuk?"
"Minta maaf karena udah terlalu sayang sama kamu.... Jhaaaa,"ujar Tania lalu berjoget ala Deni Cagur,joget bang jali.
"SINTING,"serempak kakak beradik itu.
Tania melirik sekilas.
"Eh jidan bau amis nggak sih?"Tania berujar dengan mengendus ngendus seolah tengah mencari kebaradaan bau itu.
"Amis?"Zidan ikut mengendus pelan mencari bau amis itu.
"Iya amis you maksudnya,"ucap Tania mencolek dagu Zidan.
"OALAH ANJING!!,"Prita dan cadel mengumpat bersama.
Banu dan Zidan terkekeh.
Zidan yang melihat langsung panik, lelaki itu berjalan cepat memasuki mobilnya mengambil air mineral.
"Minum dulu, makanya kalau ketawa jangan kenceng kenceng,"nasihat Zidan.
"Ab.."
"Lebay,"cibir Prita menyela ucapan Tania.
"Apaan sih Lo prit, sirik Lo!! bilang anjing,"kesal Tania melirik sinis Prita.
"Prit, prit Lo kira gue jin imprit,"ketus Prita melirik sinis Tania, yang dibalas tak kalah sinis oleh tania.
"Gue kagak bilang gitu ye Lo yang bilang sendiri,"
"Anjing lo," umpat Prita dengan kesal.
"Mau ngumpat elit dikitlah anjing Mulu, bosen,"
Prita menaikan satu alisnya menunggu ucapan Tania selanjutnya.
"Dotted devil,"Tania terkekeh.
"Lo setannya,"
"Ap..."
"Udah-udah ngapa jadi belantem sih,"lerai cadel
"BELANTEM BELANTEM DIEM LO,"sentak dua gadis itu.
Cadel bergedik ngeri lalu ia berkata,"Anjil selem amat,"
"Udah ayok katanya mau ketemu Stevani,"Banu berujar saat sendari tadi diam.
Semuanya mengaguk pelan menghampiri Bram yang masih setia menunggu mereka didalam Gerbang.
Setelah diizinkan masuk kelimanya berdiri di pintu utama rumah stevani.
Tania tersenyum miring ia melirik Prita yang ternyata menatapnya juga dengan senyum smirk nya.
BRAK...BRAK...BRAK
TING TONG.. TING TONG.. TING TONG
Prita menggedor-gedor pintu rumah Stevani dengan keras dan Tania memencet bel berkali kali kedua melakukan secara bersamaan.
"STEVANI NGEPET YUK,"teriak Tania menghentikan memencet bel nya, Setelahnya kembali memencet bel itu dengan lebih cepat dan tak beraturan.
"STEVANI SAHUR SONO, SAHUR KAGAK SAHUR, GUE GUYUR,"teriak prita.
Tiga lelaki itu sedikit menjauh dengan dua tangan yang menutupi telinganya.
Suara dua gadis itu benar benar memekakan telinga.
"STEVANI BAYAR UTANG LO WOY,"Tania kembali berteriak.
"KAMPRET BALIKIN BRA GUE MALING KAGAK BILANG BILANG,"Prita tak kalah keras berteriak.
Brak..brak...brak.
Ting tong.. Ting tong.. Ting tong.
Dua gadis itu nampak lebih semangat saat sang pemilik belum membukakan pintu nya.
"Sumpah bukan temen gue,"batin Zidan.
"Astagfilullah udah bad looking, bad attitude lagi milis amat punya kakak otaknya nyemplung dikolang kolang jadi kaya gini," batin cadel.
"MAAF ADA APA INI?,"tanya lelaki tertubuh kekar menghampiri kelimanya saat mendengar suara keributan.
Tania dan Prita melirik sekilas lalu melanjutkan menggedor-gedor pintu itu tanpa menghiraukan tiga lelaki berbaju hitam itu.
Lelaki yang tadi bersuara dengan satu temannya mendekati Prita dan tania.
Kedua tangan, dua pria itu hendak memegang kedua gadis itu tapi sayang kedua pria itu malah mendapat Bogeman dari dua gadis didepannya.
pria itu spontan terhuyung kebelakang dengan sudut bibir mengeluarkan darah karena pukulan Tania tak main main.
Prita tak kalah jauh gadis itu menendang dada pria itu membuat lelaki itu seketika mundur beberapa langkah dengan satu tangan memegang dadanya.
Tania dan Prita mengibaskan rambutnya masing masing dan kembali membuat kericuhan.
TING ..TONG... TING.. TONG
BRAK.. BRAK.. BRAKK..
Ceklek.
BYUR..
"ANJING LO SEMUA!"
Banyak TYPO liatin aja
To be continue...