
Rafi yang baru keluar dari kamar mandi melihat ajeng yang terdiam ketika melihat Susu bubuk,Ia juga melihat ajeng yang mengelus perutnya sambil bergumam dan tersenyum manis,ia tahu apa yang dimaksud ajeng,ia juga berharap agar cepat diberikan keturunan.
Ia menghampiri ajeng yang sedang memotong motong bawang,ia memeluk ajeng dari belakang.
"Eh"Ajeng kaget karena tiba tiba mendapatkan pelukan dari suaminya itu.
"Jangan ngagetin aku dong,nanti kalau tangan aku kena pisau gimana?"Ajeng mengerucutkan bibirnya dengan wajah sebal,membuat rafi mencium pipi ajeng dari belakang.
"Maaf"Ucap rafi tepat ditelinga ajeng,ia meletakan kepalanya dilekukan leher istrinya tersebut menghitup dalam dalam wangi raspberry yang melekat di tubuh istrinya.
Hening
Hening
Hening
"Sayang?"Panggil rafi manja
"Apa?"Sahut ajeng yang masih sibuk mengaduk aduk makanannya.
"Tadi waktu aku belanja,aku digodain cewe loh"Kata rafi dengan nada lebay.
Ajeng memberhentikan semua kegiatannya dan berbalik manghadap rafi,kini mereka berhadapan dan saling betatapan mata.
"Siapa cewenya?apa kamu kesenangan ya digodain cewe!?"Ajeng memelototkan kedua matanya ke rafi.
"Nggak sayang"Kata rafi membelai wajah ajeng lembut.
"Terus?"Tanya ajeng ketus
"Dia nanyain aku gini 'Mas ganteng,beli ini untuk siapa mas?' Katanya terus aku jawab 'ini buat istri saya yang paling cantik' Aku bilang gitu ke dia,eh dianya langsung diam gak nanya nanya lagi"Kata rafi sambil menciumi seluruh wajah ajeng.
"Memang susah ya kalau jadi pria tampan,dimana mana selalu digodain Wanita"Kata rafi pede sambil tersenyum Menawan,membuat ajeng tertawa mendengar omongan rafi.
"Hihihihi"Ajeng tertawa dan melanjutkan masaknya.
"Kamu ini kepedean sayang"Kata ajeng menggelengkan kepalanya.
"Aku memang ganteng"Ucap rafi menaruh kedua tangannya di pinggang.
"Iya iya kamu ganteng,kamu suamiku yang paling ganteng"Ajeng berbalik dan memegang dagu rafi lalu mengecupnya sebentar.
"Udah ah aku mau masak lagi"Kata ajeng berbalik dan melanjutkan masaknya.
Rafi duduk disalah satu kursi makan dan memandangi ajeng dari belakang,Istrinya yang mempunyai tubuh lumayan tinggi,kulit putih bersih,Wajah yang tidak ditumbuhi jerawat,Badan yang ideal tidak kurus atau gendut,Betapa beruntung nya rafi mendapatkan wanita seperti ajeng?Ya walaupun kadang kadang ajeng sering membantah dan bersikap menyebalkan tetapi tak mengurangi rasa cinta Rafi pada ajeng.
15 menit kemudian,masakan telah selesai dimasak Ajeng memindahkan masakannya ke piring dan mangkok lalu menaruhnya di meja makan.
Rafi membantu ajeng memindahkan makanan,lalu mereka makan dengan suasana hangat dan damai.
"Kamu masih mengajar nanti disekolah aku?"Tanya ajeng disela sela Makan malam.
"Tidak,aku kan mengajar hanya untuk menjaga kamu lagi pula aku juga tidak terlalu tertarik dengan sekolah yang diwarisi papah itu"Kata rafi sambil memasukan sesendok nasi ke mulutnya.
"Oh"
"Kita bunuran akun tunggal di swizz kan?"Kata ajeng sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Makan dulu baru ngomong"Kata rafi memberi segelas ajeng minum.
"Ahhh kenyang"Ajeng bersandar di kursi makan sambil mengusap usap perutnya.
"Oh iya sayang,kita bakalan tinggal di Swiss atau di spanyol?"Tanya ajeng berdiri dan membereskan piring piring di meja makan.
"Terserah kamu,tapi aku pengenya tinggal di spanyol"Kata rafi membantu ajeng membereskan meja makan.
"Tapi aku pengennya tinggal di Swiss"Kata ajeng dengan wajah cemberut.
"Yaudah kita tinggal di Swiss saja,lagi pula udara di negara itu sejuk dan bersih"Kata rafi sambil memikirkan kondisi udara negara swiss.
"Yeay!"Ajeng meloncat loncat gembira mendengar keputusan Rafi,Ia memeluk rafi yang sedang mencuci piring.
"Kapan kita pindahnya?"tanya ajeng yang masih memeluk rafi dari belakang.
"Bulan depan mungkin"Kata rafi tak dapat memastikan kapan mereka akan pindah.
"Baiklah"Ajeng membantu menyusun piring di rak piring dan sendok sendok di tempatnya.
Setelah berberes Rafi dan ajeng berjalan bersama ke kamar mereka,Lalu mendaratkan tubuh nya ke kasur dan terlelap masuk menembus alam mimpi.