
Happy reading 🙄
Stevani sendari tadi hanya diam fokus pada laptopnya yang menampilkan Drakor kesukaanya mengabaikan suaminya yang sendari tadi minta maaf.
"By maafin aku,janji nggak kaya gitu lagi,"
"Byy jangan marah please,"
"Mau apa deh aku turuti jangan marah tapi,"
"Byy,"rengeknya.
"Sayang masa aku dicuekin,"lelaki itu mengerucutkan bibirnya.
"DIEM!!,"ketusnya ia benar benar kesal pada Naufal.
Naufal mengerjakan matanya berkali-kali.
Gimana tidak kesal lelaki itu memaksa agar melakukan hal yang mereka lakukan semalam sampai lebih dari dua jam dan yang membuatnya tambah kesal Naufal membuat banyak hickey diarea tubuh stevani di kamar mandi.
Bener bener ganas!!
Untuk semalam ia tak mempermasalahkan tapi untuk tadi pagi tidak!, Ia ingin mandi biasa tapi lelaki itu ahh sudahlah lupakan karena suaminya benar benar bikin kesal.
"By maafin aku please,"
"Sana kekantor aja,"pintanya dengan nada ketus.
"Nggak, aku ambil cuti seminggu,"ucapan Naufal membuat stevani menoleh langsung.
Apa cuti seminggu?
Apa lelaki itu sudah gila?
"Lama banget,"
"Ya kare.."
Ucapan Naufal terhenti saat dering ponsel nya terdengar,
Lelaki itu lantas menganggkat telfon dari sekretarisnya kantornya.
"..."
"Kenapa harus hari ini saya udah ambil cuti seminggu semalam kamu saya Kabari kan,"nada Naufal terdengar kesal.
"..."
"Nggak bisa, kamu handel dulu,"ketusnya.
"..."
"Yaudah siapin semua saya kesana," final lelaki itu dengan kesal memutuskan sambungan secara langsung.
Naufal menekuk wajahnya kesal ia ingin menemani istri kecilnya selama seminggu tapi semua rencana gagal karena pekerjaannya.
"Kenapa?"alis Stevani terangkat satu.
"Byy, aku izin mau kesemarang empat hari,"
"Ngapain?"tanya Stevani terlihat tak suka.
"Urusan kerjaan,tadinya aku mau suruh sekertaris aku aja biar dia yang urus tapi dia nya nggak bisa."jelasnya.
Stevani yang mendengar tentang perkejaan pun mendengus, ia tak boleh egois dengan pasrah ia mengiyakan.
"Jangan marah ya abis pulang dari Semarang buat debay lagi,"ujar Naufal dengan cengir lebarnya.
"Aw AW sakit sayang, kenapa dicubit,"Naufal meringis kesakitan saat Stevani mencubit pinggang nya Setelah dirinya berkata seperti tadi.
"Nggak usah mulai bikin kesel udah sana siap siap,"
"Kiss me byy," pinta Naufal.
"Nggak,"
"Satu kali bibir aja,"
"Nggak,"tolak Stevani.
"Ihh.. nolak permintaan suami dosa,"
"Aku lagi kesel sama kamu udah sana siap siap,"kesal Stevani.
Naufal mendengus kesal dengan gesit lelaki itu mencium bibir stevani sekilas lalu masuk kekamar.
Stevani tersenyum tipis.
"Udah sana hati-hati," kata Stevani berdiri disamping Naufal, saat ini keduanya tengah berada di teras rumah dengan Naufal yang sudah siap siap untuk pergi.
"Byy aku nggak rela ninggalin kamu sendiri," lelaki itu mulai berkata secara dramatis.
"Ide bagus, ayok ikut,"ajak Naufal antusias.
"Nggak usah aneh-aneh, udah sana berangkat,"
"Kiss me,"lirihnya ia sangat tak rela untuk meninggalkan Stevani.
Stevani terkekeh ia menengok ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang dengan cepat stevani mencium bibir Naufal sekilas.
Saat stevani hendak menjauhkan wajahnya, tangan Naufal menarik tengkuk perempuan itu dan menempelkannya kembali bibir keduanya.
Ciuman berlangsung tak menuntut karena Naufal memberikan kelembutan yang membuat Stevani membalasnya.
"Udah aku berangkat dulu nanti aku telfon dua jam sekali harus diangkat oke,"ujarnya stelah melepas ciumannya.
"Jangan ngomong sama sibram atau laki laki lain kalau mau pergi harus sama bodyguard aku,"
Stevani menggangguk.
Naufal mencium kening istrinya memeluk erat tubuh Stevani lalu berjalan menjauh memasuki mobil Jeep ya.
***
Stevani mendengus pelan sudah empat hari suaminya pergi, lelaki itu bilang akan pulang hari ini tapi apa lelaki itu mengabari lagi bahwa kepulangan nya tertunda 5 hari lagi. Ia sungguh kesal kalau saja Naufal mengizinkan dirinya lanjut kuliah pasti kalau siang dirinya ada kegiatan tapi lelaki itu melarang keras dirinya untuk lanjut kuliah.
Stevani meraup wajahnya kasar kenapa ia kangen pada suaminya itu baru empat hari saja dirinya uring uringan sendiri, biarpun lelaki itu menepati janjinya untuk dua jam sekali menelfon tapi ia tak suka. Karena dirinya lebih suka bertemu langsung memeluknya dan mencium lelaki itu.
Gadis itu menyeruput coklat panas yang berada dimeja depannya, duduk menikmati malam sunyi yang dingin dibalkon kamarnya.
Dan sendirian.
Ting tong.. ting tong
Bel rumah berbunyi dengan tidak beraturan, Stevani mendengus ia malas untuk turun kebawah sedangkan dua art rumahnya pulang setiap sore satunya lagi yang menginap sedang izin pulang kampung.
Stevani dengan malas berjalan menuju pintu utama untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang mengganggunya dimalam yang menenangkan.
Ceklek.
"HALLO EPRIBADEH,"suara cempreng menyambut Stevani saat perempuan itu membuka pintu.
Stevani menatap datar seseorang itu dia adalah sahabat begonya.
"Ngapain?"Stevani menyenderkan tubuhnya di tembok menatap malas Tania.
"Ehem..ehem katanya ada yang ditinggal cuami tercayang nih,"alis gadis itu naik turun.
"Cuami cuami najis Lo setan,"Stevani menyentil dahi Tania.
"Ihh.. Lo beruntung karena gue cewek, coba kalau gue cowok udah gue culik Lo."Tania melenggang masuk ke dalam rumah Stevani.
Stevani mendengus lalu masuk kedalam rumahnya.
"Gue culik lo terus gue minta tebusan sama suami Lo tiga miliar behh... udah pasti kalau makan pake piring emas, ngelap mulut pake kain sutra yang langsung buang ih.. keren,"cerocos Tania gadis itu menaikan kedua kakinya diatas meja.
Stevani menyerngit bingung saat matanya melihat paper bag yang dibawa Tania, jiwa ke kepoannya meronta lantas perempuan itu bertanya, "itu apaan Tan?"
"Oh ini gue tadi ketemu Darno disuper market dia ngasih buah salah,"Tania mengambil paper bag yang adik Prita berikan.
"Buah salah apaan?"tanya Stevani merasa asing saat mendengar nama buah itu.
"Enggak tau, aku aja baru liat tadi tapi lucu tau bentuknya,"ucap Tania.
"Mana coba buahnya,"
Tania mengambil satu buah yang berada didalam paperbag.
"Ini namanya kata Darno buah salah lucukan bentuknya baru liat aku,"Tania memberikan buah salak yang dipegangnya pada temannya itu.
"Ih buah salah nya lucu, aku baru liat,"mata Stevani berbinar tangannya mengelus lembut buah salak yang ia tau namanya buah salah.
"Ia aku juga suka bentuknya,"
"Tan kupas dong buahnya pengen nyobain,"ujar Stevani antusias.
Tania diam menatap buah salak di paperbagnya.
"Aduh aku nggak tau cara ngupasnya, gimana dong." Tania berkata dengan lesu.
"Apa digigit aja ya buahnya,"usul Stevani.
"Ah jangan kalau buah salahnya kulitnya beracun ntar mati gue belum kawin, kalau Lo yang mati boleh kan suami Lo duda jadi ntar biar nikah sama gue"ucap Tania membuat Stevani melotot lalu menyentil keras jidat Tania membuat gadis itu mengaduh kesakitan.
"CK...Terus gimana?"lesu Stevani menatap nanar buah salak.
Tania menggeleng lalu ikut menatap buah salak didepannya dengan tatapan nelangsanya.
to be continued..