My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
MANDI BARENG



HAPPY READING šŸ‘æ


Naufal mengerjabkan matanya saat telinganya mendengar sesuatu, matanya milirik jam dinding yang ternyata pukul 5 pagi ia melihat kesamping tidurnya dan ternyata kosong.


Kemana istrinya?


Huek..huek..


Suara seseorang sedang muntah membuat Naufal langsung menyibak selimut nya dan langsung berlari menuju kamar mandi jantung nya berdetak kencang lelaki itu khawatir dengan apa yang di pikirannya.


Benar saja apa yang ada dipikirannya terlihat jelas olehnya.


Istrinya muntah muntah di wastafel,lelaki itu langsung menghampiri Stevani kedua tangannya mengumpulkan rambut istri nya agar tak mengganggunya. Tangan satunya memijat pelan tengkuk istrinya.


Huek.. huek..


Stevani kembali muntah yang dilihat hanya cairan bening yang keluar dari mulut perempuan itu.


Setelah mengelap bibirnya, Stevani menatap suaminya dengan mata sayunya.


"Hey kenapa? kamu sakit,"lelaki itu membawa istrinya kedekapannya, memeluk tubuh Stevani mengelus punggung istri kecilnya.


"Nggak pusing, cuma mual,"cicit Stevani memeluk tubuh suaminya.


"Kerumah sakit ya aku takut kamu kenapa napa,"


"Nggak,udah enakan kok cuma butuh istirahat aja ,"Stevani mendongak kepalanya menatap wajah suaminya.


"Yaudah kembali tidur ya aku temenin hari ini,"


"Kamu nggak mau kekantor?,"


"Iya aku jagain kamu aja takut kenapa Napa,"


"Nggak usah nanti siang Tania bakal kesini,"


Naufal mendengus mendengar nama sahabat istrinya itu yang sungguh ceroboh dan tidak bisa diam,ia bukan tak suka pada Tania ia hanya takut kejadian beberapa Minggu lalu terulang dimana Tania memberikan obat tidur diminumnya dan mengajak istrinya pergi ke sirkuit diam diam.


"Aku jagain kamu aja suruh Tania nggak main kesini,"


"Nggak, kamu kerja aja," tolak Stevani


Naufal mendengus, lelaki itu pasrah lalu menggangguk malas.


Naufal mencium bibir stevani sekilas, lalu menggendong stevani ala bridal style menuju tempat tidurnya.


"Sana mandi aku siapin baju kantornya nanti langsung sarapan bareng,"ujar Stevani.


"Aku undang kamu,"


Stevani menyengit bingung tidak paham dengan ucapan suaminya.


"Aku undang kamu mandi bareng,"jelas naufal yang langsung mendapat cubitan dari Stevani.


"Dicubit Mulu salah ku apa si sayang,"gemas lelaki itu mengecup seluruh wajah istrinya.


"Udah ih sana mandi nanti aku mandi habis kamu,"Stevani berjalan menuju lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian suaminya itu.


Naufal mencium pelipis istrinya lalu beranjak menuju kamar mandi.


Setelah menyiapkan pakaian suaminya Stevani meraih ponselnya memaikan benda pipih tersebut, notifikasi pesan dari Prita membuatnya penasaran jarang sekali gadis itu mengirim pesan dan menelfon beberapa kali.


           Prita🧐


Dua bulan gue terus yang urus lama lama jadi punya gue 100%, kelabakan  mampus Lo😤


Fixs gue marah sama lo!!


Setan bales woy!!


Stevani yang membaca pesan tersebut terkekeh geli ia memang punya bisnis bersama dengan gadis itu tapi akhir-akhir ini Prita yang selalu urus dirinya terlalu sibuk dengan rumah tangganya.


"SAYANG AMBILIN HANDUK PUNYA AKU ,AKU LUPA BAWA,"teriak Naufal dari kamar mandi.


Stevani yang mendengar itu memusatkan pandangannya ketempat dimana handuk mereka berada.


Benar saja handuk berwarna hijau tua masih aja ditempatnya bersebelahan dengan handuk biru miliknya.


Stevani menaruh ponselnya tanpa membalas pesan Prita lalu berjalan menuju tempat dimana ada handuk suaminya mengambil handuk itu dan berjalan menuju kamar mandi.


"Buka pintunya ini handuknya,"ujar Stevani berdiri didepan pintu kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka sedikit tangan kekar keluar dari kamar mandi, Stevani langsung memberikan handuk itu.


"AAAAA,"teriak Stevani saat pintu terbuka dan tangan itu menyeret dirinya masukĀ  kekamar mandi.


Terdengar pintu terkunci membuat detak jantung Stevani berdetak kencang matanya menutup saat masuk kedalam kamar mandi.


Naufal terkekeh melihat istrinya yang menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Menarik kedua tangan Stevani agar tak menutupi wajah cantik itu.


"Buka matanya,"pinta Naufal dengan tangan memegang kedua tangan istrinya.


"Nggak mau,"tolak Stevani dengan mata yang terpejam.


"AAAA,"Stevani menjerit saat tubuhnya terasa terangkat.


Naufal menganggkat tubuh Stevani menurunkan tepat dibawah shower, menyalakan shower itu membuat stevani membuka matanya.


Mata stevani bertubrukan dengan mata Naufal senyum miring lelaki itu tampilkan.


Naufal mendekati stevani membuat Stevani memundurkan langkahnya sampai punggungnya menyentuh dinding.


Kedua tangannya mengukung tubuh istrinya, lelaki itu mencium bibir Stevani sekilas lalu beralih mencium leher perempuan itu.


Air membasahi kedua insan yang tengah berciuman.


Ciuman berlangsung tak menuntut sampai Stevani tak sadar bahwa suaminya tidak memakai pakaian apapun di tubuhnya.


" Sekarang Mandi bareng,"bisik Naufal dengan tangan memasuki baju tidur istrinya melepas pengait bra Stevani.


30 menit kemudian.


Keduanya keluar dari kamar mandi dengan berbagi handuk bersama, membuat kulit keduanya saling bersentuhan.


Mandi hanya sekedar mandi tidak macam macam karena tadi Stevani mengancam suaminya agar tak melakukan apa-apa dan Naufal dengan patuh menurutinya.


hanya mandi biasa.


Naufal memakai pakaian nya begitu juga Stevani.


TO BE CONTINUE...