My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
birthday Arlan



Happy reading 😤


jam pertama hari ini adalah jadwal pak Naufal, guru matematika tampan yang menjadi guru favorit siswa siswi baik kelas X,XI dan kelas XII selain parasnya yang menawan cara menyampaikan materi pun cukup mudah dipahami, sehingga membuat murid tidak mengantuk saat diberi rumus-rumus yang membuat kepala pusing.


Tiga orang tengah berada didepan kelas XII IPA 2, hanya keheningan yang menyelimuti suasana itu. Lelaki dengan seragam guru berdiri bersedekap dada menatap dua murid yang berada didepanya.


"Telat kenapa?"tanya guru itu yang tak lain adalah Naufal.


"Emm.. ban motor bocor."jawab salah satu gadis itu.


Satu gadis lainya menyenggol lengan temanya membuat temanya yang disenggol menatap gadis itu.


"Orang telat bangun kok ngimana sih Lo stev, Lo lupa?" ucap gadis itu meralat ucapan temannya.


Dua orang itu adalah Stevani dan Tania yang sekarang berdiri di depan Naufal selaku guru yang mengajar di kelas mereka.


"Bisa nggak sih, nggak usah jujur gobloknya natural banget."cibir Stevani kesal pada Tania yang ceplas ceplos, jujur minta dibacok.


"Ishh.. goblok, orang kelas sebelas sering ikut olimpiade kok, Lo juga kan patner gue."jawab Tania dengan nada kesal, tidak terima dibilang dirinya goblok padahal kan rada rada, eh...


"Ya tapi nggak usah jujur, Lo mau dihukum?"tanya stevani dengan nada ketusnya.


"Ya nggak ma.."


"Udah debatnya, telat kenapa nonton Drakor atau apa?"tanya Naufal menyela ucapan Tania.


Naufal memang tak tau Stevani telat datang karena apa? Sebab semalam Stevani izin untuk menginap dirumah Tania.


"Iya pak nonton Drakor." Alibi Stevani dengan senyum mengembang.


"Stevani, nggak boleh bohong kita telat bangun karena semalam pulang jam 2 pagi gara gara balapan motor Lo lupa lagi hm."ucap Tania dengan jujur, memang benar adanya keduanya telat karna balap motor melawan cacil, hanya Tania yang balapan Stevani hanya menemaninya.


Stevani memejamkan matanya menahan emosi yang siap meledak kapan saja, "Munggut dimana si gue punya temen kek Tania udah oon, bego, goblok, asu nggak ada akhlak lagi, sial benar benar sial gue untung sayang biarpun beban." gerutu stevani dalam hati.


Huhfff.. kalau boleh jujur sungguh rasa ingin membunuh Tania meronta-ronta di dirinya, tapi ia sadar Tania adalah sahabatnya Stevani dan ia hanya bisa memendam rasa itu.


"Oh balapan pulang jam 2 pagi, sekarang telat? Kalian tau apa hukuman bagi seorang pelajar yang telat?"tanya Naufal menatap kedua murid nya dengan santai.


"Biasanya kalo telat disuruh duduk dan mengikuti pelajaran pak."jawab Stevani dengan mata binarnya, ia harap harapannya terkabulkan.


Naufal menggeleng kepalanya.


"Kalian lari 3x keliling lapangan habis itu masuk kelas."ucap Naufal memasuki kelas XII IPA 2 meninggalkan Tania dan Stevani yang masih diluar kelas.


"Sialan tu guru." umpat Stevani dengan kesal.


"Astagfirullah Stevani nggak boleh ngumpat, apalagi ngumpat orang ganteng terlebih itu suami Lo."ucap Tania menepuk pundak Stevani.


Stevani menepis tangan Tania, menatap sinis temannya itu.


"Diem Lo! gara gara Lo jujur kita dihukum."ketus Stevani melirik sinis sahabatnya itu.


"Kok Lo marah sih! harusnya Lo seneng, pak Naufal itu so sweet banget." Gadis itu menangkup kedua pipinya.


"Kenapa so sweet? istrinya dihukum Lo bilang so sweet hm."sinis Stevani tak habis pikir dengan Tania.


"Iya pak Naufal hukum istrinya buat lari tiga kali keliling lapangan bareng best friend nya, itu berarti suami Lo pengen kita berdua full time dengan cara lari keliling lapangan, emmm.. gila sweet banget laki Lo." Senyum Tania mengembangkan saat setelah mengutarakan isi otaknya.


"Lo yang gila!" Tungkas Stevani.


"Jadi pengen punya suami guru biar dihukum sama best friend nya."


"idih ogah banget gue dihukum sama Lo!,Seneng Lo dihukum?" Ketus Stevani.


"BANGET!"seru Tania.


"Mending Lo nikah sama tentara."ujar Stevani menatap malas Tania.


"Kenapa? nanti dihukum lari ya sama best friendnya?"tanya Tania antusias.


"Nggak diajak perang Lo."ketus Stevani.


"Beneran? Seru nggak? Sama Lo kan?"tanya Tania berturut-turut.


"MAU KEMANA LO STEV?" Tanya Tania dengan berteriak.


"AKHIRAT!"


"EMANG LEWAT SITU SETAU GUE KEAKHIRAT DIGENDONG MALAIKAT TERUS TERBANG SOALNYA DIFILM ANIME GITU,"teriak Tania menggelegar dikoridor.


"**** YOU HAMA NEGARA!"teriak lantang Stevani, gadis itu mengacungkan kedua jari tengahnya pada tania.


"HAHAHA.. **** YOU TOO BESTIE FOREVER." Jawab Tania berteriak Dengan kedua tanganya tepuk tangan dengan gembira dan tak lupa menyunggingkan senyuman.


***


Dentuman musik terdengar keras, balon hitam putih menyebar disetiap ruangan, orang-orang manpak asik dengan lawan bicaranya dan tak lupa dekorasi ruangan begitu terlihat elegan.


Tiga gadis cantik dengan dress berwarna hitam memasuki ruang tersebut, dilihat banyak orang orang tengah asik dengan sendirinya.


Kehadiran ketiganya membuat para lelaki menatap Tiga gadis cantik berjalan beriringan.


Stevani, Tania dan Prita.


Ketiganya berjalan menuju dua lelaki tampan dengan setelan tuxedo hitam yang terlihat rapi menempel ditubuh tegap keduanya.


"Woyy, prinses-prinses gue pada datang juga." Salah satu pemuda itu menyambut antusias,dia adalah sang pemilik acara Arlan kiano maston yang berulang tahun ke_19.


"Iya dong jelas menghargai hari dimana Lo jebrol dari perut mama Lo,"jawab Prita.


"Lo pada nggak mau ucapin selamat ulang tahun ke gue gitu terus kasih hadiahnya." Ucap Arlan tak lupa dengan cengir lebarnya.


"Happy birthday tetep hidup meski nggak berguna."ucap Tania membuat yang lain tertawa.


"Happy birthday jangan tiup lilin ntar penyamaran jadi babinya terbongkar."giliran Prita yang berucap dan tiga temannya tertawa terkecuali Arlan.


"Sialan Lo berdua" Sinis Arlan ,Setelahnya lelaki itu menatap Stevani yang diam hanya terkekeh saja.


"Gue yakin Stevani doang yang waras."ucap Arlan dengan senyum lebar.


Stevani tersenyum manis mengulurkan tangannya yang disambut oleh Arlan "Selamat hari keluar dari kandungan semoga dimasukin lagi soalnya meresahkan."ucap Stevani masih dengan senyum lebar.


Gelak tawa terdengar lagi membuat Arlan mendengus.


"Lo bertiga nggak bawa hadiah apa,buat gue?" tanya Arlan menatap satu persatu.


"Ngarep Lo!"ketus Sean.


"Iya lah" sewot Arlan.


"Nih hadiah dari kita berempat."ucap Sean melempar kunci mobil sport pada Arlan, bukanya tidak modal keempat bingung karena Arlan sudah hampir memiliki barang apa saja yang dirinya mau.


Dengan gesit menangkap dan tersenyum lebar "makasih, kenapa nggak satu satu aja ngasihnya "Arlan cengengesan.


"Nyokap Lo pemilik diler mobil."serempak ke-empatnya.


Arlan hanya cengengesan karna memang dirinya putra sulung dari keluarga maston pemilik Diler mobil yang terkenal di Indonesia.


"Bang Banu nggak datang?"tanya Stevani saat menyadari tidak ada laki laki dingin itu.


"Lagi di London."jawab Sean dengan acuh.


"Ngapain?"tanya Tania.


"Perusahaan bokapnya"jawab Arlan.


Tiga gadis itu mengangguk kepalanya.


"Gue kesini btw mau numpang makan."Sean berujar diangguki tiga gadis itu.


"Tumben bilang."cibir Arlan.


"Biar dibilang sopan"jelas Tania tersenyum lebar lalu kelimanya terkekeh pelan.


TO BE CONTINUED..