
Happy reading 😤
Pintu kamar mandi terbuka dan di situ muncul sosok Naufal dengan kaos distro berwarna biru tua dengan celana pendek berbahan jeans, rambut yang sedikit basah membuatnya terlihat sangat fresh.
sudah di pastikan lelaki itu baru saja mandi, jam menunjukkan pukul 10 malam diri nya baru saja selesai mandi karna sendari tadi sangat sibuk dan baru sempat mandi sekarang, walau ia tau mandi malam tidak baik untuk kesehatan tapi ia cukup risih kalau tidak mandi.
Berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya, ia sekarang sedang sendirian karena Stevani pergi ke acara ulang tahun teman gadis itu, mengambil ponsel nya dan mulai memainkan benda pipih tersebut.
Dahinya berkerut saat mata nya melihat di aplikasi WhatsApp banyak pesan dari nomer yang tidak dikenal, rasa penasaran menghinggapi lalu jari itu memencet gelembung percakapan untuk masuk room chat tersebut.
08******
Hay Naufal ini gue Intan
sv ya nomer WhatsApp
Gue, biar bisa chattingan.
Naufal boleh nanya?
Lo lagi apa?
Emm gue boleh minta almt
Rumah Lo nggak, biar
Bisa main kerumah Lo.
Sekalian ketemu camer xixi🤣
Naufal yang melihat pesan dari intan pun mendengus maksud dari pesan terakhir apa? ia dan intan hanya sekedar teman itupun tak dekat. tapi entah kenapa ia merasa bahwa Intan makin hari semakin mencoba mendekatinya.
Helaan nafas pelan ia keluarkan, tidak apa kali ya dirinya memberikan alamat rumahnya lagi pula ada Stevani dan mungkin nanti ia akan memberi tau bahwa Stevani istrinya bukan adiknya pikir laki laki itu.
Bukan dirinya kepedean atau apa, ia merasa bahwa intan menyukainya dari perlakuan perempuan itu yang sering mengajak makan siang saat disekolah dan juga memaksa untuk pulang bareng serta selalu memberikan perhatian- perhatian kecil yang sangat mengganggunya, ia simpulkan bahwa intan suka padanya.
Tapi sayang hatinya sudah diisi oleh seorang gadis nakal, keras kepala yang sekarang sudah menjadi istri sah nya siapa lagi kalau bukan Stevani. ahhh... Memikirkan tentang gadis itu, ia jadi kangen padahal dirinya sudah bertemu tadi sekitar 4 jam yang lalu,sungguh gadis itu sudah memporak porandakan hatinya ahhh alay sekali tapi itu memang kenyataannya.
Lelaki itu lalu membalas pesan dari intan memberi alamat rumahnya setelah itu, ia membuka room chat dirinya dengan istri kecilnya .
Istri👌
^^^|Dimana lama banget nggak pulang pulang.^^^
Tak lama suara notifikasi masuk membuat lelaki itu langsung membuka room chat itu.
|Nunggu Tania,dia lagi ketoilet
Mendengus kesal karena istrinya pulang lama gara gara menunggu Tania.
^^^|Cepat pulang by aku^^^
^^^kangen^^^
Sesuai dugaan istrinya membalas pesannya tak kalah cepat.
|Iya
^^^|I love you 🖤^^^
|ILYT
Naufal terkekeh membaca jawaban dari Stevani, ia yakini bahwa istrinya malu mengatakan balasan cinta darinya.
^^^|ILYT apaan by😭^^^
|ILYT BY🐾 masa nggak tau
Naufal tertawa membacanya, kalau dilihat ia seakan layaknya anak ABG yang baru saja jatuh cinta, karena membaca pesan dengan senyam senyum sendiri.
^^^|Nggak tau, emang apaan^^^
|Iloveyoutoo,, ah udah lah
Males!
^^^|Hahaha gemes! Cepet pulang aku gigit nanti^^^
Naufal terkekeh saat membaca isi pesan dirinya dan istrinya itu, akhir akhir ini dirinya memang suka menggoda atau menjaili Stevani karena menurutnya semua exspresi gadis itu sungguh menggemaskan.
***
Dilain tempat Stevani senyum- senyum sendiri manatap pesan yang dikirim suaminya itu, kini dirinya masih berada di pesta ulangtahun Arlan, gadis itu duduk disofa yang berada pojok yang memang disediakan untuk para tamu undangan. Stevani sendiri, ia masih menunggu temannya yang pergi ketoilet dulu sebelum mereka pulang.
Soal Prita, gadis itu sudah pulang duluan setengah jam yang lalu dia pamit entah ada apa yang jelas gadis itu tidak memberitahu nya.
"Iya tau, udah ada pawangnya pake acara senyam senyum sendiri lagi.. cihh BUCIN tai ayam." Damprat Tania sudah duduk disamping temannya itu.
Stevani mendengus
"Ngiri Lo, makanya cari pacar"sinis Stevani.
"Sorry-sorry aja ni bos, ratu terlalu sibuk buat urusan asmara."sungut Tania dengan kesal, karena temannya mulai membahas kapan ia punya pacar atau menyuruhnya mencari pasangan. jika boleh mengatakan sejujurnya banyak kesan buruk dalam hubungannya yang dulu akibat dari itu hati masih enggan untuk membuka hati untuk orang lain.
"Ciah.. bilang aja kagak ada yang mau sama Lo" cibir stevani tersenyum mengejek.
"Bukan gitu gue terlalu segalanya buat mereka yang nggak ada apa apa" Tania menjawab santai,, gadis itu membenarkan tatanan rambut nya.
"Bisa ae Lo kolor ijo, btw bukanya Lo lagi Deket sama siapa itu temen laki gue?"tanya stevani menatap Tania penuh tanda tanya, beberapa hari yang lalu memang ia memergoki Tania dengan teman Naufal, seseorang yang pernah ia lihat saat dicafe biar pun hanya sekilas ia masih ingat bagaimana wujud dan rupanya.
"Jidan."jawab Tania.
"Iya itu mungkin. Gue nggak tau soalnya,tapi Lo suka kan sama tu cowok kelihatan Deket Lo berdua? makin akrab juga kalau dilihat." Stevani kembali melempar pertanyaan yang selama ini ia pendam dengan rasa penasaran.
"I don't know, i'm just playing."
"You're serious?" raut wajah kaget tak bisa Stevani tutupi.
"Lebih dari itu"matanya menatap jengah temannya itu.
"Atau Lo masih suka sama si brengsek"tebak stevani, senyum miring terlihat ah.. bukan senyum sinis tepat nya.
Tania mendengus saat Stevani mengungukit lelaki itu, entah kenapa setiap mendengar nya ia selalu kesal. mengingat perlakuan pria itu selalu membuat moodnya rusak.
"Please don't tell about him!!...dan satu lagi itu tidak akan terjadi."ucap Tania dengan nada dingin saat sahabatnya mengungkit sibrengsek itu.
Sibrengsek yang dimaksud adalah dion mantan Tania.
Stevani yang mendengar itu menggangguk pelan kepalanya.
Keduanya mulai diam larut dalam pikiran Masing-masing sampai akhirnya Sean duduk disamping Tania dan merangkul pundak gadis itu.
"Ngapa? muka Lo berdua kek pantat ayam."ucap Sean mengamati kedua wajah perempuan di dekatnya.
Tania yang biasa dirangkul seperti itu hanya diam membiarkan saja toh sudah biasa.
"Lambemu!"
"Kenapa sama bibir gue seksi ya tau gue ,gue tau seksi plus ciplokapble"ujar Sean bernada songong menatap Tania dengan tatapan menggoda, lelaki itu dengan sengaja menggigit bibir bawahnya.
Stevani melirik sinis laki laki itu lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Keduanya.
Sedangkan Tania yang menyadari dirinya ditinggal Stevani lantas ikut beranjak dari duduknya dan berjalan keluar mengikuti Stevani Tanpa memedulikan Sean yang sedang berucap mengajaknya bicara.
Lelaki itu mendengus.
"Sial ditinggal lagi, ditinggal lagi"gumamnya mencibikan bibirnya.
To be continue.. 😤