My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Rencana berkeliling indonesia



Ajeng berusaha menenangkan dirinya dan perlahan lahan berjalan menuju kamarnya.


Ia tidak sengaja menghubungi Nomor seseorang yang malah mengangkat telpon ajeng dan segera datang ke rumah ajeng saat mendengar rintihan kesakitan ajeng.


Ajeng merebahkan tubuhnya dikasur lalu menyentuh perutnya dan mengusapnya sembari berbicara lembut ke calon buah hatinya.


"Nak,inget pesan papa ya...Kalian jangan bikin mama sakit..kalian mau apa?" Ucap ajeng yang merasakan sakitnya mulai hilang.


"Kalian mau papa?Nanti tunggu papa pulang ya..sebentar lagi" Ucap ajeng perlahan menutup matanya.


***


Suara gedoran pintu menggema di rumah rafi dan ajeng,seseorang memaksa membuka pintu tersebut dengan mendobraknya.


BRAK!! Pintu terbuka dengan kasar,Orang itu kemudian berlari mencari ajeng.Berkeliling ruangan hingga sampai di depan kamar rafi dan ajeng.


Orang itu menerobos masuk dan melihat ajeng yang entah tertidur atau pingsan.


Tanpa banyak pertanyaan,Ia langsung menggendong ajeng dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Tidak lupa ia membawa ponsel ajeng dan menyimpannya di saku celananya.


"Lo kenapa ajeng?ada apa dengan lo?" Gumam orang itu yang sesekali melirik ajeng disampingnya.


***


Sampai lah mereka di rumah sakit Citra media.


"Suster tolong adik saya" Ucap orang tersebut sedikit menaikan intonasi suaranya.


Ajeng dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa.Orang tersebut menunggu di luar UGD sembari berdoa untuk keselamatan ajeng.


Ia merogoh sakunya dan mengambil ponsel ajeng kemudian menelepon Rafi.


Tut..Tut..Tut "Hallo ajeng?" Ucap rafi yang mengira kalau yang menelpon adalah isterinya.


"Hallo Pak rafi" Ucap orang tersebut dengan suara beratnya.


"Anda siapa?Kenapa anda menelpon saya menggunakan handphone isteri saya,kemana isteri saya?" Ucap rafi membentak.


"Pak..dengar dulu" Ucap orang tersebut.


"Katakan dimana isteri saya?" Pekik rafi disambungan telpon tersebut.


"Ajeng ada di UGD,dia menelpon saya dan saat saya dengar dia merintih kesakitan di telpon kemudian cepat cepat saya langsung datang kerumah bapak" Ucap orang tersebut.


"A-ajeng kenapa?kenapa dia bisa di rumah sakit?apa yang terjadi padanya,katakan dia di rumah sakit mana?" Tanya rafi dengan khawatir.


"Rumah sakit citra medika" Ucap orang tersebut singkat.


Tut..tut..tut sambungan telepon terputus secara bersamaan.


Orang tersebut kembali menyimpan handphone ajeng di saku celananya dan beralih ke ponsel miliknya.


***


Rafi berlari keluar kantor,meninggalkan seluruh pekerjaannya yang bertumpuk.


Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena lalu lintas jakarta tidak begitu ramai di penuhi kendaraan.


Sesampainya di Rumah sakit citra medika,Rafi segera berlari masuk kedalam menuju ruang UGD.


Disana ia tidak menemukan seseorang pun melainkan hanya suster yang berlalu lalang.


Ia lalu menghubungi ponsel ajeng,Namun suara nada dering ponsel isterinya tepat berada di sampingnya.Di kursi tunggu.


Lantas ia mengambilnya dan mengecek Log panggilan berharap ada nomor yang ajeng hubungi terakhir kali,namun hasilnya nihil.


Layar ponsel ajeng menunjukan,ajeng hanya menelepon dirinya dan tidak ada yang lain.


"Siapa orang itu" Ucap rafi dalam hati sembari memasukan kedua ponsel ditangannya ke saku celananya.


Ia pun menunggu dengan perasaan gelisah karena takut terjadi sesuatu antara ajeng dan kedua calon bayinya.


Sudah cukup lama rafi menunggu di luar dan tidak lama akhirnya dokter beserta suster keluar dari UGD.


"Dok apa yang terjadi pada istri saya?" Tanya rafi khawatir.


Dokter tersebut merasa bingung dengan rafi,sebelumnya yang mengantar ajeng adalah pria muda dengan pakaian biasa namun sekarang pria ini tampak sedikit lebih tua dan memakai jas.


"Dok Bagaimana?" Tanya rafi lagi


"Nona didalam sekarang sudah baik baik saja,kehamilannya masih sangat muda dan lemah.Saya sarankan Agar anda sebagai suaminya lebih menjaga dan jangan menekan istri anda.Maksud saya istri anda sedang tertekan dan mengakibatkan kandungannya bermasalah" Ucap dokter tersebut.


"Saya sarankan,ajaklah istri anda berlibur atau bulan madu.Buatlah dia bahagia dan berikan istri anda perhatian lebih" Sambung dokter tersebut.


"Tentu,saya pamit dulu" Ucap dokter tersebut berlalu meninggalkan rafi.


Sementara ajeng sudah dipindahkan ke ruang inap saat rafi dan dokter berbicara.


Rafi berjalan memasuki kamar inap ajeng,Ia melihat istrinya yang tertidur pulas seperti bayi.


Rafi mengelus rambut ajeng "Maaf aku bikin kamu seperti ini,hanya karena aku telat rapat...aku sampai mengabaikan kamu.Bahkan saat kamu telfon dan mengirim pesan,aku mengabaikannya." Ucap rafi.


"Kalau kamu dan..anak kita kenapa kenapa,aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri atas kebodohan yang aku perbuat.


Sebentar lagi kan kamu ulang tahun,kamu mau minta apa?" Ucap rafi tersenyum tipis.


Rafi mengira ajeng tertidur,namun nyatanya ajeng mendengar semua omongan rafi termasuk ulang tahun.


"Mau jalan jalan keliling indonesia hihihi" Ucap ajeng menirukan suara seperti anak kecil.


Rafi terperangah kaget "Aku kira kamu tidur" Ucap rafi mencubit hidung ajeng.


"Sayang?" Panggil rafi


"Apa?" Sahut ajeng


"Maaf ya,aku benar benar bodoh karena marah sama kamu" Ucap rafi menundukan kepalanya.


"Kamu itu tidak bodoh,lagi pula aku sudah maafin kamu...yang penting itu anak kita selamat dan kamu harus ajak aku keliling indonesia" Ucap ajeng menepuk tangan rafi


"Tapi...kerjaan aku gimana?" Tanya rafi


"Ah kamu mah gitu,mikirin kerjaan terus..aku nya tidak dipikirin sebel aku" Ucap ajeng sembari melipat kedua tangannya di depan Dada.


"Iya iya,aku bercanda. Bagiku kamu nomor satu" Ucap rafi mencubit pipi ajeng dan mencium kening istrinya.


"Janji ya?" Tanya ajeng mengacungkan kelingkingnya.


"Iya,kalau tidak lupa" Ucap rafi mengacungkan kelingkingnya juga.


"Kamu mah!!!" Pekik ajeng kesal


"Bercanda,jangan marah marah nanti cepat tua" Ucap rafi tertawa kecil


"Kan kamu yang buat aku marah marah,biarin aku tua yang penting sama kamu tuanya" Gombal ajeng tertawa lepas.


"Yah gombal,Ibu hamil mulai gombalin calon bapak bapak" Ucap Rafi menggelitiki ajeng.


"Hahaha sudah,geli rafi hahaha" Ajeng tertawa geli saat rafi menggelitiki pinggangnya.


"Iya,Yasudah mau pulang atau tidak?" Tanya rafi


"Mau" Ucap ajeng bersemangat.


"Ya aku tanya dokternya dulu baru pulang,tunggu disini" Ucap rafi mencium kening ajeng dan tersenyum padanya.


Rafi pergi mencari dokter yang memeriksa ajeng tadi. Lalu ia menemukan dokter tersebut di lorong rumah sakit kemudian rafi bertanya apakah istrinya boleh pulang sekarang atau tidak.


Dokter tersebut pergi menemui ajeng di kamar inapnya untuk memeriksa kondisi ajeng dan memberikannya resep obat.


Setelah itu rafi pergi menebus resep obat dari dokter lalu kembali ke kamar inap ajeng.


"Yuk pulang" Ucap rafi memegang tangan ajeng.


"Yuk tapi sebelumnya kita mampir dulu ke mall ya,aku mau jalan jalan disana. Kamu tidak sibuk kan hari ini?" Tanya ajeng turun dari ranjang dan berjalan berdampingan dengan rafi.


"Tidak,aku tidak sibuk" Ucap rafi merangkul pinggang ajeng.


"Yang benar?" Tanya ajeng lagi


"Iya sayang,kita bisa pergi sekarang" Ucap rafi membantu ajeng masuk ke dalam mobil.


"Yes" Ucap ajeng girang


Setelah itu mereka pergi ke salah satu mall besar di jakarta,Rafi menemani ajeng berkeliling dan berbelanja di mall tersebut sampai larut malam.


Rafi terlihat kelelahan saat dirumah sementara ajeng tidak sama sekali,ia malah mencoba mainan,barang dan baju yang ia beli dari mall.


***


Hallo baca " The Assassin " ya beri like dan komentarnya kalau kalian suka dan ingin bonus eps hari ini di novel ini.


Oh iya disini aku juga mau kasih tau kalau Sequel The bad twins insyaallah jumat sudah bisa di baca ya.


tunggu hari jumat see you all


Thank you