
Happy reading🥺
Lelaki bertubuh tegap mulai mengeluarkan senyum smirk nya, Duduk disofa dengan mata yang menatap perempuan cantik didepannya, tangannya menggoyangkan Bordeaux glaas dengan gerakan memutar
Menatap Lamat sebelum menyesapnya.
"Gimana?"tanya lelaki itu.
"Bentar lagi."jawab perempuan itu dengan tangan mengapit satu rokok yang sudah dibakar ujungnya, sesekali perempuan itu menyesap perlahan dan menghembuskan asap nya.
"Gue harap Lo berhasil, kalau gagal Lo harus terima konsekuensi nya."
Perempuan itu mengangguk.
"Gimana setelah ini kita bercinta, dihotel mungkin?"ucapnya yang langsung dibalas decihan lelaki didepanya.
"Bicth, tutup mulut kotormu itu!"desisnya menatap nyalang perempuan didepanya itu.
Gadis itu terkekeh mendengar ucapan lelaki tampan didepan bukannya marah ia malah menyukainya,mematikan rokok ditangannya lalu berjalan menuju lelaki yang berada disebrang tempat duduknya, merampas gelas yang ada di tangan lelaki itu lalu meletakkannya dimeja Setelahnya dengan lancang duduk dipangkuan lelaki tersebut.
"Ayolah apakah benar rumor tentangmu, kalau kau seorang Gay,"ucap gadis itu memasukan tangannya kedalam kaos yang digunakan pria itu, lalu membelai dada bidang lelaki tersebut dengan gerakan seksual.
"Stop!, apa kau lupa bicth aku bahkan punya tiga mantan,"ucapnya menggeram menahan nafsu saat gadis dipangkuanya menjilat pelan lehernya serta tangan satunya mengelus sesuatu yang berada di tengah-tengah selakangannya.
"Kalau kau tak belok, tunjukan padaku mari bercinta denganku sayang,"ujar gadis itu tersenyum manis.
Sudah cukup ia menahan nafsu nya,lelaki itu menarik tengkuk perempuan dipangkuanya lalu ******* bibir itu dengan kasar. Tanganya tak tinggal diam, tangan kekar itu meremas sesuatu yang menjadi kesukaannya.
Perempuan itu tersenyum lalu membalas lumayan tersebut, perlahan mengalungkan tangannya dileher lelaki itu, sesekali perempuan itu nampak mendesah nikmat.
***
Ruang berwarna serba putih dengan aroma obat yang tercium kuat di indra penciuman nya,Stevani duduk disofa ruang rawat Tania, ia belum pulang karena masih menunggu temannya yang sekarang sedang terlelap tidur, jari jari lentik itu berselancar dilayar ponselnya.
Ting..
Terdengar suara notifikasi masuk kedalam aplikasi berwana hijau muda, jari lentiknya memencet pesan tersebut untuk membacanya.
PAK SUAMI 👿
|Dimana?
^^^|Rumah sakit,Tania sakit^^^
^^^mas jadi Stevani tungguin ntar sore kayanya aku^^^
^^^pulang💅^^^
|Mau dijemput nggak?
^^^|Nggak usah mas, Stevani ^^^
^^^Pakai mobil tadi😮^^^
|Hati hati pulangnya jangan ngebut,cepet pulang aku kangen🥺
Stevani terkekeh geli melihat pesan dari suaminya itu.
^^^|Kayanya aku nginep ^^^
^^^deh😢^^^
^^^D^^^
engan jail ia membalas pesan suaminya dan mengatakan bahwa ia akan menginap, bibirnya menyunggingkan senyuman saat membaca balasan dari suaminya itu.
|Nggak boleh, kamu pulang aja biar Tania ditungguin sama keluarganya. Biar kamu bisa temenin aku.
Lagi lagi Stevani terkekeh padahal dirinya hanya bercanda tapi laki laki itu menganggap serius.
^^^|Kalau aku pengen temenin Tania nggak boleh ya?^^^
|Nggak usah tanya, jawabannya ya jelas aku nggak bakal izinin kamu!
^^^|Iya iya nggak nginep kok^^^
|Yaudah jangan lama lama pulangnya, kalau lama aku susul.
Dengan cepat ia membalas pesan itu.
^^^|Emang kamu tau aku dirumah sakit mana?^^^
|Nggak tau, tapi kan nanti aku lacak ponsel punya kamu.
^^^|Emang bisa?^^^
|Bisa lah, buat kamu kembung selama sembilan bulan aja aku bisa.
Stevani tertawa kecil melihat balasan suaminya itu, kembung selama sembilan bulan bukannya itu sama aja kaya hamil? Pikirnya. Pipinya memerah saat membayangkan bagaimana nanti dirinya mengandung anak dari lelaki itu.
^^^|Apaan sih😠^^^
|Nggak percaya, cepet pulang aku buktiin langsung.
|Kapan siapnya, masa cuma aku doang yang udah dari lama siap.
^^^|Ehh?^^^
|Byy jangan gitu.. masa kamu nggak tau aku udah pingin sih!
^^^|Hahaha iya deh udah tau juga, nanti ya.^^^
^^^S^^^
tevani tertawa membaca balasan dari Naufal. Dari ketikan saja sudah terlihat lelaki itu nampak semangat.
|Beneran by, kapan?
^^^|Kapan-kapan.^^^
Stevani langsung menutup ponselnya tak mau melihat balsan dari Naufal, lalu menatap Tania yang ternyata menatap dirinya balik.
"Udah bangun Lo ternyata,"ucap Stevani.
"Nggak lagi ikut rapat para dajal,"ketus Tania entah kenapa setiap melihat temannya senyum senyum sendiri saat main hp dirinya merasa geli mungkin karena ia tak ada chat untuk membuatnya tersenyum makanya ia seperti itu
"Ketus amat Lo, Napa dah?,"tanya Stevani.
"Bantuin gue beres beres gue udah mau pulang,"ucap Tania menghiraukan ucapan Stevani.
Gadis itu mengangguk membantu sahabatnya itu.
"Assalamualaikum wayai ahli kubur,"salam gadis berambut Curly memasuki kamar inap Tania.
Tania yang duduk di brangkar dan Stevani balik ke sofa lantas menengok kesumber suara dan ternyata teman satunya lagi datang.
"Waalaikumsalam"jawab keduanya.
"Indah, Lo kok tau kita disini?"tanya Tania menatap heran temannya yang bernama indah, darimana gadis itu tau bahwa dirinya dan stevani ada dirumah sakit.
"Gue nemenin nyokap mau jenguk temennya, eh Liat mobil nya Stevani gue kira gue lagi halu eh ternyata beneran gue tanya resepsionis rumah sakit katanya atas nama Lo tan gue langsung kesini aja"jelas indah mendudukan bokong nya disebelah Stevani.
Keduanya ber "o" ria.
Ting..
Ketiganya teralihkan dengan suara notifikasi pesan dari salah satu ponsel mereka.
"Bukan ponsel gue,"ucap Tania setelah mengecek ponselnya.
"Punya gue juga bukan,"ujar indah.
Dua gadis itu lantas menatap Stevani,gadis itu lalu mengambil ponselnya dan benar saja suara notifikasi itu berasal dari ponselnya lalu Stevani mengecek pesan tersebut.
"Nomer tidak dikenal,"ucapnya menunjukan dua pesan dari nomer tersebut.
"Buka coba siapa tau penting,"ucap indah diangguki Tania.
Stevani membuka ponsel tersebut dengan indah disampingnya untuk melihat apa isi pesan itu.
Jantungnya berdetak lebih kencang, matanya memanas satu tangannya terkepal kuat tangan satunya mencengkram erat ponsel miliknya saat sudah melihat isi pesan itu.
Indah menutup mulutnya tak percaya Setelah apa yang ia lihat.
Tania yang melihat itu pun menyerngit bingung karna dirinya tidak tau lantas berdiri dan ikut melihat apa isi pesan tersebut.
Reaksi Tania sama dengan indah,Tania dan indah saling melirik satu sama lain matanya melihat raut wajah sahabatnya itu dan ternyata Stevani menampilkan raut wajah datar.
08******
Send foto..
Suami lo Stevani
Dalam foto itu terlihat Naufal tengah berduaan dengan seorang perempuan dengan latar belakang kafe.
Tania mengelus bahu sahabatnya lalu ia menatap indah yang juga menatapnya.
Tania menghela nafas pelan.
"Gue tau cafe itu, kita buktikan bener atau salah pesan itu,"ucap tania.
Indah menggangguk setuju dengan ucapan Tania.
Stevani hanya diam menatap datar pesan itu, ia jelas tau itu benar suaminya dan disampingnya ada perempuan lain keduanya nampak bercanda bersama dan ia tau siapa perempuan itu.
Nafasnya memburu ia benar benar cemburu melihat foto itu dipikirannya hanya satu.
Kenapa suaminya seperti itu. apa perempuan itu selingkuhannya dan kenapa harus dia?
Lalu indah memanggil salah satu suster untuk membantu melepas infus yang berada di tangan tania.
Setelah mengurus semua biaya rumah sakit, tiga gadis itu lantas berjalan keluar rumah sakit untuk memastikan benar atau salahnya dari pesan tersebut.
To be continue...