
HAPPY READING 🥺
Beberapa tahun kemudian...
"KELVIN JANGAN LARI! NANTI KAMU JATUH." teriak perempuan berbaju daster dengan rambut dicepol menggelegar dipenjuru rumah.
Bocah laki laki yang dipanggil Kelvin terus saja berlari memutari rumahnya dengan mamanya yang masih setia mengejarnya.
"KELVIN JANGAN LARI SAYANG!" Stevani mengejar anaknya yang terus saja berlari dengan mainan dinosaurus ditangannya.
"MAMA KELVIN PENGEN ADEK MA,"bocah berumur 5 tahun terus saja berlari mengelilingi rumahnya.
"KELVIN!"
"MAMA, KELVIN PENGEN ADEK MA! KATA NENEK KALAU KELVIN PUNYA ADEK KELVIN TAMBAH GANTENG,"Kelvin berhenti berlari berdiri di tengah tengah ruang tamu tak jauh dari pintu utama.
Stevani melotot jadi gara gara bundanya anaknya merengek minta adek dari tadi siang sampai mau mogok makan.
"KEL_
"KATA OMA JUGA KALAU PUNYA ADEK KELVIN NGGAK MAIN SENDIRI,"bocah itu mengerucutkan bibirnya menatap kesal kearah mamanya.
Lagi lagi stevani melotot tak percaya ia kira hanya bundanya saja ternyata mama mira juga ikut ikutan menghasut anaknya agar meminta mempunyai adik.
"POKOKNYA KELVIN PENGEN PUNYA ADEK!"Kelvin kembali berlari dengan mulut terus berceloteh meminta adik pada mamanya yang kembali mengejarnya.
"KELVIN JANG_
"PAPA,"teriak Kelvin bocah itu langsung berlari menuju papanya memeluk kaki Naufal yang baru saja pulang dari kantor.
"Jagoan papa kenapa lari-lari?" Naufal menggendong Kelvin mencium pipi chubby anaknya.
"Papa Kelvin pengen adek," Rengeknya dengan kedua tangan bocah itu melingkar di leher Naufal dengan bibir mengerucut.
Stevani menelan Saliva nya saat mendengar ucapan anaknya yang meminta adik pada suaminya.
Ia sudah cukup lama tidak berhubungan intim dengan suami itu jangan sampai nanti..ahh lupakan pikirannya saat lelaki itu akan mengacuhkan ucapan anaknya, lihat lah Lelaki itu menatap dengan senyum miring yang menyeramkan baginya.
Stevani gelagapan saat suaminya terus menatap dengan senyum menyeramkan seakan siap menerkam dirinya saat ini juga.
Naufal terus saja menatapnya sampai Stevani salting sendiri.
Naufal terkekeh melihat istrinya yang salah tingkah saat ditatapnya lihatlah wanita itu tengah mengusap ngusap dinding dengan mata sesekali meliriknya.
"Mama ngapain?" pertanyaan Kelvin membuat Stevani tersentak kaget, wanita semakin gelagapan saat dua laki laki itu menatapnya.
"Dindingnya bagus ya, warna unggu,"tangan Stevani kembali mengusap dinding rumahnya tanpa sadar dinding rumahnya berwarna putih bukan warna unggu.
"Warnanya putih bukan unggu,"Stevani melotot mendengar ucapan Naufal, wanita itu meruntuki dirinya sendiri salah berucap warna dinding rumahnya sudah jelas dirinya sedang dalam keadaan salah tingkah.
"Ah..iya iya putih,"Stevani menjentikkan jarinya lalu kembali mengusap dinding rumahnya dengan sesekali melirik suaminya apakah masih manatap nya atau tidak.
Naufal tersenyum manis menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya.
"Papa,Kelvin pengen adek pa," ucap Kelvin kembali merengek pada papanya.
"Udah makan belum jagoan papa kalau belum makan dulu sama Bi Ratih,"ucap Naufal sedikit pelan.
"Tapi kelvin pengen adek pa,"bocah itu mengikuti cara bicara papanya yang seperti berbisik bisik.
Bi Ratih adalah baby sitter yang disewa Naufal agar bisa membantu istrinya mengurus anaknya.
Bocah itu turun dari gendongan naufal berlari kecil dengan senyum manisnya, menuju paruh baya yang berdiri tak jauh darinya dengan kepala menunduk.
Stevani menyengit bingung melihat anaknya yang menghampiri baby sitter nya dengan senyum manis diwajah tampan anak itu.
Ia tak mendengar pembicaraan anak dan suaminya itu karena jaraknya tidak dekat maupun tidak jauh, serta keduanya berkata lebih pelan maka wajar saja ia bingung melihat anaknya yang tiba tiba nampak lebih ceria dari yang tadi.
Stevani tersentak kaget saat pundaknya dielus oleh seseorang, jantung berdetak kencang saat lelaki itu mengurungnya di dinding.
"Ngapain?" Tanya Stevani dengan lirih, menundukan kepalanya Enggan menatap suaminya.
"Kelvin pengen adek katanya,"bisiknya mengelus pipi kiri Stevani.
"Ter_terus,"menelan Saliva dengan kasar gugup jangan ditanya wanita itu sampai terbata saat berbicara.
"Ayo bu_"
"Nggak ya!"Sela stevani dengan cepat.
"Tap_"
"Enggak!"
"Nan_"
"Nggak mau!" lagi lagi stevani menyela ucapan suaminya itu.
Tangan kanan lelaki itu membukam pelan mulut istrinya agar tak menyela ucapannya lagi.
"Nolak permintaan suami dosa lho sayang,"bisiknya membuat Stevani melotot.
"AAAAA TURUNIN,"teriak Stevani saat tiba tiba tubuhnya dibopong suaminya ala bridal style berjalan menuju kamar mereka.
Seakan tuli lelaki itu terus melangkah tanpa menghiraukan teriakan istrinya dan menghiraukan para art rumahnya yang melihatnya dengan tawa pelan nya.
"AAAAA TURUNIN NGGAK MAU, NGGAK MAU,"Stevani memukul dada bidang Naufal.
"Diam, atau aku bikin nggak bisa jalan sampai dua hari mau!"ancaman Naufal membuat stevani langsung diam.
"Bagus, gitu nurut sama suami kan enak,"Naufal membaringkan tubuh Stevani dikasur.
"Nggak mau itu,"Stevani melengkungkan bibirnya kebawah.
"Kenapa nggak mau? Nggak kasihan sama aku, sama Kelvin juga,"lelaki itu berbaring di atas tubuh Stevani dengan satu tangan menyangga tubuhnya agar tak menindih tubuh istrinya.
"Tapi nan_
"Stt.. mau ya,"bujuk Naufal tersenyum manis.
"Satu jam aja ya,"
"Cepet Amat yang lama lah,"
"Aaa..nanti capek,"
"Kan kamu diem doang," Stevani mendengus kesal kemudian menggangguk pelan membuat senyum manis diwajah Naufal.
Tak ingin membuang waktu banyak Lelaki itu mulai melancarkan aksinya.
...TAMAT🤬...