My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Rafi belanja ke pasar



Setelah mengirimkan banyak pesan atau spam chat ke rafi,Ajeng merebahkan tubuhnya "Ah aku mau tidur,sangat lelah dan mengantuk" Ucap ajeng sembari memejamkan matanya dan tertidur pulas dengan menggunakan jubah tidur yang ia pakai pagi tadi.


***


Dikantor saat meeting,Semua Handphone termasuk handphone Rafi harus dalam mode silent sehingga peserta meeting bisa fokus ke apa yang di bahas.


Ponsel rafi menyala saat ajeng mengirimkan pesan dan pada saat itu pula rapat dimulai,Serentetan pesan muncul membuat rafi sedikit melirik ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya Spam chat.


'My wife❤'


Senyum tipis muncul saat Rafi membaca seluruh pesan yang diketik isterinya.


"Ada ada saja,Masa mau marah harus bilang dulu"Ucap Rafi dalam hati sembari meletakan ponselnya kembali ditempat semula.


Sepanjang meeting,Rafi tersenyum tipis sesekali menggelengkan kepalanya sangat pelan.Para investor yang melihat rafi begitu bahagia terheran dan bingung karena tidak biasanya Rafi si pemilik wajah dingin dan jarang tersenyum itu mendadak tersenyum bahagia hanya karena membaca pesan isterinya.


Meeting berjalan lancar dan hanya memakan waktu satu jam,Para investor dan klien pergi meninggalkan ruang meeting satu persatu.


Rafi berjalan keruangannya untuk mengambil berkas yang perlu ia bawa pulang lalu berjalan keluar pergi meninggalkan Gedung perusahaan.


Sebelum pulang kerumah ia lebih dulu mampir ke toko kue untuk membeli Lava cake yang diminta isterinya.


Ia mampir ke tiga toko kue yang berbeda di jakarta pertama,


Island Creamery


Kota Kasablanka, Lantai Lower Ground, Jl. Casablanca Raya, Tebet, Jakarta.


Kedua,


Porto Bistreau


Ruko Golden 8, Blok K No. 30, Jl. Ki Hajar Dewantara, Gading Serpong, Serpong Utara, Tangerang.


Ketiga,


The Fctry Bistro & Bar


Lippo Mall Puri @ The St. Moritz, Lantai Ground, Jl. Puri Indah Boulevard Blok U No. 1, Puri Indah, Jakarta.


Dan ia membeli,Salted Egg Yolk Lava Cake,Lindt swiss dan dessert Lava Chocolate Cake.


Tetapi sebelum membeli lava cake,Terlebih dahulu rafi me-search Rekomendasi Lava cake enak dan tempatnya karena ia tidak begitu paham dengan Tempat makanan dan nama makanannya.


"Nah ini sudah terus dia nyuruh gua beli apa lagi ya"Ucap rafi kembali membaca pesan ajeng "Is she joking?Dia menyuruhku membeli bahan masak yang tidak aku ketahui sama sekali,Bahkan dia tidak menyebutkan apa yang harus ku beli" Pekik rafi didalam mobil.


Rafi masih memikirkan apa yang akan ia beli dan apa masakannya "Gua harus ke pasar gitu?" Ucap rafi menggaruk tengkuknya.


"Yang penting ajeng seneng" Ucap rafi menjalankan mobilnya ke pasar terdekat.


Sesampainya di pasar,Rafi memarkirkan mobilnya lalu melepas jas nya dan turun dari mobil. Ia memandang pasar tersebut yang terlihat sangat ramai dan penuh sesak,Bau menyengat keluar begitu ia masuk ke dalam.


Ini pertama kalinya ia ke pasar,tentu saja rafi melihat banyak pemandangan aneh di sekelilingnya Jalanan becek dan berlubang,sesak di penuhi banyak manusia,bau dan lain lain.


Jika rafi memandang aneh orang orang di pasar,sama seperti halnya rafi orang orang di pasar memandangnya aneh karena kenapa ada pria tampan berdasi dan berpakaian rapi berada di tengah tengah mereka.


Parfum rafi bercampur bau sekitar pasar,ia menggelengkan kepalanya dan berusaha menguatkan dirinya "Ayolah cuma suruh beli bahan doang setelah itu pergi" Ucap rafi dalam hati.


Rafi berjalan menuju sayur sayuran,Ia sempat kebingungan saat melihat sayuran sebanyak itu ditata rapi secara terbuka.


"Apa sing arep dituku, Pak?" Tanya penjual itu yang lebih tua dari rafi.


"Bahan-bahan kanggo nggawe sop ayam? Aku tuku" Jawab rafi menyentuh sayur sayuran itu.


"Oalah bahan kanggo sup ayam, kepiye tuku?"Ujar perjual itu


"Gimana bilangnya ya,gua gak ngerti beli berapa"Ucap rafi dalam hati


"kanggo siji porsi sup ayam buk"Ucap rafi


"Ora sabar, aku nyawisake bahan kasebut dhisik" Ujar ibu itu mengambilkan bahan untuk membuat sup ayam.


"matur nuwun buk"Balas rafi mengambil plastik itu kemudian memberikan uang senilai 50 ribu ke ibu tersebut.


Setelah membeli sayuran dan bahan bahan yang diperlukan kecuali ayam untuk membuat sup ayam,Rafi kembali berjalan ke tempat daging ayam yang terletak tidak jauh dari tempat nya berada.


"Mas ganteng mau beli berapa potong?" Ucap Penjual laki laki yang umurnya hampir sama dengan rafi.


Rafi memilih ayam yang menurutnya paling bagus dari ayam yang berjejer disana padahal semua sama saja kemudian ia menunjuk ayam yang berada di dekat pria yang berjualan itu.


"Di potong 8 ya maso"Ucap Rafi menyentuh ayam itu menggunakan telunjuknya.


"Mas ayam ini sudah di bersihkan kan?" Tanya rafi


"Ya belum toh hahaha"Jawab penjual itu sembari tertawa pelan karena pelanggan nya ini begitu lucu dan aneh seperti tidak pernah tahu cara membedakan ayam yang sudah dibersihkan atau belum.


"Astaga kalau belum dibersihkan,bagaimana caraku agar bersihkan ayam ini"Ucap rafi dalam hati


"Ndak usah panik gitu toh,ayam ini wes di bersihin santai saja masnya.Yo wes aku potong dulu ayam nya masnya duduk neng kono dhisik"Ucap penjual sembari menunjuk bangku di belakang rafi.


Rafi menuruti tawaran Penjual ayam itu,ia membersihkan bangku itu sebelum ia duduki.


Tidak lama penjual ayam itu memanggilnya karena ayamnya sudah selesai di potong.


"Iki mas ayamnya,semuanya 40 ribu"Ucap Penjual ayam memberikan plastik putih double ke rafi.


"Terima kasih mas"Ucap rafi memberikan uang 50 ribu ke penjual ayam.


"Mas tunggu kembaliannya"Ucap penjual itu menerima uang rafi dan ingin berjalan ke belakang.


"Tidak usah mas,untuk mas saja terima kasih ya mas"Ucap rafi pergi dari tempat ayam itu dan berjalan menuju tempat buah buahan.


Tempat buah buahan lumayan jauh dari tempat ayam,Sesampainya disana Rafi bertemu dengan dokter agnes yang kebetulan sedang membeli Buah ditempat yang sama dengan rafi.


"Buk saya beli semua buah buahannya masing masing satu kilo"Ucap rafi mengeluarkan uang dari dompetnya tanpa melihat agnes yang ada disampingnya.


Agnes menoleh dan melihat rafi berada dekat disampingnya ia pun tersenyum manis lalu menyapa rafi "Selamat siang pak rafi,kebetulan kita bertemu di sini" Ucap agnes semakin mendekatkan tubuhnya ke rafi.


Rafi hanya diam tidak menanggapi apa yang dilakukan agnes,ia fokus melihat ibu ibu penjual buah di depannya ini mengemas belanjaannya.


"Pak rafi setelah ini mau kemana?"Tanya agnes sengaja menyentuh tangan rafi saat rafi mau mengambil sebuah apel.


"Jaga sikap anda dokter"Ucap rafi dingin dan mengelap bekas sentuhan agnes di tangannya.


"Okay sorry"Ucap agnes masih berdiri tepat disamping rafi.


"Pak rafi ada waktu setelah ini?"Tanya agnes.


"Tidak"Ucap rafi singkat.


"Kalau lusa?"Tanya agnes lagi,mencoba membujuk rafi agar mau kencan perdana bersamanya.


"Pak iue buah jeung jumlahna kitu saratus tujuh puluh dalapan rebu" Ucap ibu penjual buah itu menggunakan bahasa sunda.


Rafi tidak mengerti bahasa sunda tetapi ia mengerti apa yang diucapkan ibu didepannya ini "Terima kasih buk" Ucap rafi memberikan uang 180 ribu ke penjual buah.


"Tunggu kembaliannya sakedap"Ucap ibu itu sembari merogoh kantung celananya.


"Tidak usah buk,ambil saja"Ucap rafi lalu menoleh ke arah agnes,pandangan mereka bertemu hanya beberapa detik kemudian Rafi segera memutusnya.


"Sebaiknya anda cepat mencari pasangan untuk anda nikahi dokter"Ucap rafi pergi dari tempat itu dan berjalan ke parkiran pasar.


Ia meletakan barang belanjaannya yang berat di bagasi mobil dan kursi belakang mobil "Akhirnya selesai juga,susah juga ya jadi mama belanja ke sini setiap minggu terus bawa belanjaan banyak tanpa ada yang bantuin,Apa ajeng juga nanti seperti ini saat sudah lahiran"Ucap rafi dalam hati sembari menutup bagasi mobil dan barjalan ke kursi kemudi.


Mobil berjalan menuju rumahnya karena langit sudah sore dan ia harus segera memasak untuk makan malam keluarga.


***


Gak nyangka sudah sampai sejauh ini,100 episode wow kuat juga ya saya ngetiknya. awal nya cuma iseng lama lama jadi hobi kwkwk😂


kalian penasaran gak si sama wajah saya???