My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Nggak ada Rasa



HAPPY READING 😒


Semenjak kejadian dimana naufal melihat stevani bermesraan dengan Banu kini sudah tiga hari Lelaki itu nampak mengacuhkannya, setiap Stevani mengajak berbicara untuk menjelaskan soal kejadian itu atau bahkan untuk sekedar basa-basi lelaki itu tak mau mendengarkannya terlihat sedang marah pada Stevani. Tak hanya dirumah saja saat disekolah pun sama, jam istirahat Stevani selalu berkunjung keruangnya lelaki itu, tapi selalu saja pamit pergi dengan alasan ada kerjaan yang harus ia urus ataupun dengan sengaja tidak berada diruanganya.


Hal itu pula membuat gadis itu nampak uring uringan rasa bersalah menyelimuti hatinya seakan ia tertangkap basah oleh suaminya bermesraan dengan laki laki lain padahal kan kenyataan hanya berpelukan ehhh....tapikan cuma sebatas adek kakak nggak lebih kan?.


"Ckk... Ahhh anjir gimana lagi coba gue, biar itu guru mau ngomong sama gue."frustasi stevani mengacak rambutnya,


Terlintas ide gila yang mungkin akan bisa membuat lelaki itu tidak marah padanya tapi kalau gagal gimana? Coba dulu kali ya biasanya kalo cowok lagi marah dibikin kaya gitu nggak marah lagi kayanya deh, kalo kata Tania soalnya, pikirnya menggebu-nggebu.


Stevani mondar mandir didalam kamarnya menunggu seseorang dan ia akan menjalankan idenya.


Ceklek


Seseorang keluar dari pintu kamar mandi, seseorang yang ia tunggu tunggu, Stevani berjalan menghampiri lelaki yang hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan dengan rambut sedikit basah karna lelaki itu habis mandi.


"Mas naufal stevani mau ngomong."


"..."


"Bapak Naufal, aku mau ngomong, aku mau jelasin mau minta maaf juga."


"..."


Karna tidak ada Jawaban ia pun berdecak kesal.


"CK... Sayang aku mau ngomong."sentaknya Dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Apa?"


Stevani berdecih lalu ia berkata, "giliran sayang aja langsung jawab."cibirnya tetapi Naufal tak menghiraukan ucapan Stevani lelaki itu sibuk mengeringkan rambutnya.


Hilang sudah sabar Stevani ia Dengan kesal menarik paksa handuk yang Naufal gunakan untuk mengeringkan rambutnya ia lempar handuk itu sembarangan, dengan sekuat tenaga gadis itu Mendorong keras tubuh Naufal sampai terjatuh dikasur, lelaki itu hanya diam membiarkan gadisnya yang sekarang menduduki tubuhnya.


Naufal memandang datar Stevani.


"Bapak udah bikin aku emosi ngapain pake acara ngambek ngambekan kaya anak kecil tau nggak, pake mogok bicara sama aku lagi maksudnya apa bapak cemburu iya?, cemburu liat aku pelukan sama bang Banu? Aku udah bilang kalau bang Banu, bang Sean, bang Arlan udah aku anggap kakak nggak lebih! nggak ada rasa apa-apa nggak rasa nanas,coklat,vanila enggak oke, cuma TEMEN! nggak lebih karena hanya sekedar sebagai adik kakak udah." Cerocos Stevani dalam satu tarikan nafas, matanya melototi Naufal yang berada dibawahnya.


Bukannya takut lelaki itu tengah mencoba menahan untuk tidak tersenyum karna sesungguhnya gadis yang menjadi istrinya itu sangat lucu saat marah.


"Kalo saya bilang saya cemburu gimana?"tanyanya.


"Cemburu kenapa?"


"Karna saya nggak terima apa yang udah jadi milik saya nggak boleh dibagi atau terbagi,satu lagi karena kamu jarang ngelakuin mesra mesraan sama saya kalo kamu lupa. Kamu itu lebih sering ngomelin aku jadi aku cemburu." Ucapnya dengan gesit membalikan posisinya dimana sekarang stevani lah yang ada dibawahnya.


Stevani hanya terdiam.


"Kamu ngerti sayang."bisiknya


Stevani hanya mengangguk.


"Dan sebagai hukumannya saya mau ini."ucapnya menyentuh bibir ranum stevani,


Tanpa membiarkan istrinya protes terlebih dahulu. Naufal langsung menyambar bibir Stevani ******* dengan kasar seakan tidak ada hari esok. Tindakan itu membuat Stevani kaget, gadis itu pun hanya terdiam ia masih shock apa yang dilakukan Naufal.


Ciuman pertamanya diambil lelaki itu!


Setelah beberapa detik Naufal melepas lumatannya itu lalu ia berkata, "itu untuk terakhir kalinya kalo sampai saya tau kamu kaya kemarin saya akan hukum kamu lebih dari ini mengerti!"lanjutnya langsung ******* bibir Stevani kali ini dengan kelembutan,Tak disangka Stevani membalas ciumannya biarpun dengan gerakan yang kaku karena ini pengalaman pertama nya, tak berlangsung lama hanya beberapa detik karna Stevani mendorong tubuh Naufal.


"Udah,aku mau mandi abis itu mau ngerjain Pr"ucapnya bangkit dari kasur.


"Ikut."


"Hah?"


"Ikut mandi,mandi bareng ya."pinta Naufal menaikkan turun kan alisnya.


"Tonjok nih"ucapnya menunjukan kepalan tangannya lalu berjalan mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi dengan berlari kecil.


Naufal hanya terkekeh.


Jam menunjukan 18:45 Stevani berdecak kesal PR matematika yang diberikan Naufal sungguh sulit, ia melirik Naufal yang sedang asik main game diponsel miliknya dengan posisi duduk di ranjang kasur.


"Mas Naufal oyyy."panggilnya.


"..."


"Sttt... Mas."


Tak ada jawaban dari suaminya itu entah tidak dengar atau pura pura tuli yang jelas itu membuat kesal dirinya.


"Sayang ih aku panggil nggak noleh-noleh."kesalnya memanyunkan bibirnya.


Naufal yang mendengar panggilan sayang lantas menoleh dan mendapati istrinya yang nampak kesal, ia mematikan ponselnya berjalan mendekati stevani yang duduk dikursi belajar lalu mencium pipi istrinya.


"makanya panggilnya sayang aja biar lebih romantis."


"Ishhh terserah akulah."


"Ya udah nggak bakal noleh kalau kamu panggil."


"Kamu udah bilang gitu terus, aku tau aku nyeselin tapi ngangeninkan."jawabnya sembari tersenyum manis lalu tangannya menyugar rambutnya kebelakang.


Stevani berdecak kesal.


Senyum Naufal, senyum yang menyebalkan.


bersedekap dada lalu ia berkata "ishh nggak ya."


"Ishh Mulu, coba dong muachh gitu" lelaki itu nampak gencar menggoda istri kecilnya.


"Nggak usah bikin orang kesel!"


"Nggak bisa,soalnya kamu lucu."balasnya mengunyel unyel pipi istrinya.


"Nggak lucu deh." Stevani menepis tangan Naufal.


"Iya iya nggak lucu yang lucu anak-anak kita nanti."


Mendengar ucapan Naufal kedua pipi Stevani merah merona, Stevani mati Matian untuk tidak tersenyum ia memasang wajah datar agar tidak terlihat sedang tersipu ia juga memalingkan pandangannya menghindari bertatap muka.


Naufal terkekeh geli saat melihat wajah Stevani yang memerah.


ah sangat menggemaskan sekali istri kecilnya.


Istrinya terlihat sedang marah tapi juga menahan senyumnya sangat terlihat dari ujung bibirnya yang berkedut.


Naufal menangkup pipi istrinya lalu mencium seluruh wajah cantik itu sampai istrinya menjerit mengatakan berhenti, setelahnya ia menghentikanya dan diakhiri gigitan kecil dipipi tembem Stevani membuat gadis itu mengaduh kesakitan.


"Nyebelin tau,sekarang bantuin kerjain Pr nya."kesal Stevani.


Naufal menggangguk sesaat, setelahnya ia tersenyum miring.


"Ada hadiahnya nggak? kalo dibantu."tanya Naufal melirik buku tulis Stevani.


"Ehh maunya apa?"tanya balik mendongak menatap Naufal yang berdiri di sampingnya.


"Terserah aku ya, tapi harus mau."


"Harus 100 nilai nya"ucap gadis itu.


"Pasti orang saya yang buat soalnya aku tau jawabannya juga dong."balasnya menyuruh Stevani berdiri lalu ia duduk di kursi itu setelah nya  lelaki itu menarik pinggang istrinya untuk duduk dipangkuanya.


"Ehh"


"Aku ajarin aja, oke.


"Kok jadi gitu"


"Mau nggak? nggak mau ya udah"ucap Naufal.


"Ishh, iya ya mau."


Naufal tersenyum tipis tangannya mengambil karet rambut yang berada diatas meja lalu perlahan mengumpulkan rambut istri nya dan mengikatnya menjadi satu.


Lalu keduanya larut dalam menyelesaikan soal-soal itu dalam posisi yang sama stevani duduk dipangkuan suaminya.


Beberapa menit kemudian 6 soal tersebut selesai.


"Udah selesai aku mau nagih hadiahnya."ucap lelaki itu menatap wajah istrinya dari samping.


"Jangan mahal mahal"peringkat nya.


"Nggak mahal,malah gratis."


"Apa?"tanyanya menaikkan satu alisnya.


"Kiss me" ucap Naufal dengan santai


Cup


Stevani mencium pipi Naufal membuat Lelaki itu berdecak kesal, istrinya tidak peka sekali yang ia maksud bukan cium pipi melainkan ciuman di bibir.


"Bibir bukan pipi." Ucap Naufal dengan nada kesal.


"Oh.." Stevani bangkit dari duduknya gadis itu berdiri disamping suaminya yang sedang duduk.


"Kok, ohhh doang ayok mana hadiahnya." pinta Naufal menggoyangkan tangan kanan Stevani..


"Besok aja."


"Sayanggg"rengeknya.


"Besok aja kita makan malam aku laper."ucapnya membuat Naufal memanyukan bibirnya


Stevani yang melihat itu gemas sendiri lalu ia mencium sekilas bibir sang suami dan langsung masuk kamar mandi meninggalkan naufal.


To be continued...