My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
OFFENDED



Happy reading


Tania,Stevani dan indah berjalan memasuki cafe yang ada difoto yang dikirim seseorang, tiga gadis itu mengedarkan pandangannya. Cafe itu nampak sepi pengunjung hanya ada beberapa orang saja.


Pandangan ketiganya fokus pada dua manusia yang tengah berciuman dipojok cafe ,Stevani memejamkan matanya benar benar tak habis pikir itu benar suaminya yaitu naufal,air matanya menetes dengan sendirinya dadanya sesak saat melihat orang yang ia cintai tengah berciuman dengan perempuan lain.


Apa mereka tidak punya rasa malu berciuman didepan umum biarpun hanya beberapa pengunjung tapi itu sungguh menjijikan.


Tanpa banyak pikir Stevani berlari keluar cafe menghapus air matanya dengan kasar.


"STEVANI"teriak tania saat melihat temannya berlari keluar cafe.


Dua orang yang tengah berciuman itu lantas menoleh ke sumber suara,Naufal lelaki itu melotot saat melihat dua teman istrinya berada dicafe, lantas ia mendorong kuat tubuh perempuan di depanya dan langsung berlari keluar cafe saat melihat siluet istrinya sebelum benar benar berlari lebih jauh.


Tania berjalan menghampiri perempuan yang terjatuh karena dorongan dari Naufal.


Menarik rambut perempuan itu dengan kuat sampai berdiri lalu menonjok dengan keras menghiraukan tatapan pengunjung cafe serta pekikan histeris.


"Lo bicth! jangan harap hidup lo tenang,"desisnya, dengan emosi mendorong kuat tubuh perempuan itu sampai pelipis perempuan itu membentur pojok meja dengan darah yang mulai keluar, Tania lalu pergi melenggang begitu saja.


"Awal kehancuran rumah tangga Lo stev,"batin indah.


Indah berjalan menuju ruang berpintu warna merah didalam cafe itu.


Tania mengedarkan pandangannya mencari sahabatnya itu, ia berjanji akan membantu masalah Stevani biar pun dirinya masih lemas. Ia mencoba kuat berjalan menuju tempat mobil Stevani terpakir dan benar saja Stevani tidak membawa mobilnya.


Tania menelfon seseorang untuk mengurus mobil Stevani karena kunci mobil ada dipemiliknya, setelahnya ia berbalik gadis itu akan mencari taksi dan menyusul stevani entah kemana sahabatnya itu.


Mata Tania membelalak melihat seorang lelaki yang ia kenal,


Zidan, lelaki itu adalah Zidan. Dengan senyum lebar, Tania menghampiri Zidan berdiri disampingnya lelaki itu yang tengah mengotak ngatik ponselnya.


"Ehh jidan kalau jodoh nggak kemana ya, ketemu terus sama Tania,"ucap tania,sontak Zidan menoleh mendapati Tania dengan senyum manis dibibir pucatnya.


"Tania, kenapa muka Lo pucat?"tanya zidan.


Alih alih membalas ucapan Zidan,Tania sibuk memandang wajah tampan Zidan.


"Jidan, tanggal lahir Lo berapa?"tanya Tania dengan senyum manis.


Zidan menatap Tania dengan satu alisnya terangkat ia bingung untuk apa gadis itu bertanya seperti itu, bukannya menjawab pertanyaan.


"21 Mei"jawabnya.


"Sama ya tanggal lahirnya kaya ayah,ayah dari anak anakku nanti"ucap Tania mengedipkan matanya berkali-kali.


Zidan mendengus tapi tak ayal ia tersenyum tipis.


"Jidan, main tebak tebakan yuk kalau nggak jawab Lo harus nganterin gue tapi kalau Lo jawab dan benar Lo bakal nganterin gue,"ujar Tania.


Zidan makin bingung bukankah itu sama saja? Tapi lelaki itu mengangguk.


"Sayur,sayur apa yang terang?"tanya Tania bersedekap dada.


"Sayur apa? nggak tau gue."jawab Zidan.


"Jawabannya terong"


"Kenapa terong?"tanya Zidan


"Karena habis gelap terbitlah terong"ucapnya terkekeh geli.


Zidan ikut terkekeh matanya menatap punggung tangan Tania kenapa ada kapas yang dilapisi plester seperti bekas infus yang baru saja dilepas.


"Lo habis dirawat di rumah sakit?, dipunggung tangan Lo kaya bekas habis diinfus."ucap Zidan.


"Tadi demam baru sembuh mampir kesini soalnya nemenin Stevani suaminya ketahuan seling.. ASTAGFIRULLAH STEVANI ILANG,"pekiknya baru menyadarinya bahwa sahabatnya kabur setelah melihat suaminya berciuman.


"Apanya?"


"TANIA BEGO NGAPAIN PACARAN, BUKANYA CARI STEVANI JUGA!"teriak indah.


Tania menoleh ke belakang melihat indah yang berkacak pinggang lalu berbalik menatap Zidan.


"Anterin gue cari Stevani ntar gue jelasin,"ucap Tania menaiki motor sport Zidan.


Lelaki itu mengangguk lalu menaiki motor dan memasang helmnya melajukan motornya meninggalkan cafe itu dengan Tania yang berada diboncenganya.


***


Lain halnya Naufal terus berlari mengikuti larinya istrinya, ia terus mengumpati perempuan itu yang berani menciumnya. Mulutnya tak henti-hentinya meneriaki nama Stevani agar gadisnya yang berlari didepannya berhenti.


"STEVANI SAYANG AKU BISA JELASIN, INI BUKAN YANG ADA DI PIKIRAN KAMU,"


"SAYANG AKU MOHON BERHENTI, DENGERIN PENJELASAN AKU,"


"STEVANI PLEASE, BERHENTI DENGERIN DULU."


Naufal terus berlari mengejar Stevani yang 7 meter didepannya.


Kakinya terasa mau patah, sudah sangat jauh dirinya berlari mengejar Stevani tapi ia tak putus asa ia harus menjelaskan apa yang ada dipikiran istrinya itu tidak benar.


Ia takut nanti istrinya minta cerai karena masalah ini, dirinya benar benar takut akan hal itu karena dirinya sudah mulai mencintai gadis itu.


"BERHENTI BY!"teriak sekali lagi.


Tin..tin..


Brak ..


Belum sempat menghindar Naufal sudah terserempet mobil membuat lelaki itu terguling di aspal


Merintih kesakitan saat dagu, siku dan lutut terluka, lelaki itu mencoba berdiri di bantu dengan mengemudi mobil yang menyerempetnya.


"Maaf mas saya nggak sengaja,saya anter kerumah sakit ya takut ada yang parah,"ucap pengemudi mobil itu yang mencoba membantu Naufal.


Naufal menengok ke arah dimana Stevani berlari.


Sial! ,Ia kehilangan jejaknya.


Kenapa pake acara keserempet juga, ia jadi tidak bisa mengikuti istrinya.


"GARA GARA BAPAK SAYA KEHILANGAN JEJAK ISTRI SAYA,"bentak Naufal.


"Maaf pak, sekali lagi saya minta maaf,"ucap bapak itu dengan sedikit ketakutan.


Naufal memejamkan mata mengatur nafas pelan agar emosi nya mereda lalu manatap pengemudi mobil didepannya.


"Maaf pak saya membentak Anda, saya kelepasan saya lagi ada masalah sama istri saya soalnya,"ucap Naufal.


Pria paruh baya itu mengangguk dengan bibir terus bergumam minta maaf.


Naufal memutuskan pergi ia mungkin akan minta maaf dirumah dan menjelaskan apa yang terjadi,ia akan menyelesaikan masalahnya secepat mungkin.


ia benar benar takut jika istrinya meminta cerai, ia belum siap. Dirinya akan melakukan apapun asal ia dan istrinya bisa seperti dulu lagi dan perempuan itu ia akan membuat benar benar menyesal telah melakukan itu.


"Your life Will be ruined,"desisnya mengepalkan kedua tangannya.


To be continue...