My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Don't waste money!•



"Bukan begitu,Yasudah lah Sebentar lagi jadwal kita Checkup" Ucap rafi melihat jam tangannya "Yuk Masuk"Ucap rafi sambil mengelap sisa sisa air mata di wajah istrinya kemudian masuk bergandengan tangan dengan ajeng.


Saat melewati lorong rumah sakit,Rafi dan ajeng bertemu dengan dokter agnes


"Dokter agnes?" Sapa ajeng dengan senyum manis.


"Eh halo Ajeng dan Pak Rafi" Sahut Agnes tersenyum manis saat melihat rafi.


"Ada perlu apa kalian kemari?"Tanya Agnes menatap Tangan rafi yang menggenggam tangan ajeng.


"Kami ingin bertemu dokter kandungan "jawab Rafi dengan suara dingin.


"Ada apa kalian ingin bertemu Dokter Kandungan ?"Tanya Agnes penasaran


"Dasar wanita aneh,Sudah tahu ingin bertemu dengan dokter kandungan masih saja bertanya"Kata rafi dalam hati


"Periksa kandungan"Ucap ajeng sambil menatap rafi.


"Apakah ajeng hamil?"Tanya agnes dengan wajah terkejut.


"Iya"


"Kami duluan"Ucap rafi merangkul pinggang ajeng dan berjalan meninggalkan agnes yang menatap kepergian mereka dengan pandangan kosong.


"Ba-bagaimana bisa?"Ucap agnes lirih dengan pandangan yang tidak teratur lalu berlari keruangannya.


***


Tidak butuh waktu lama akhirnya Rafi dan ajeng masuk ke dalam ruang pemeriksaaan dokter kandungan yang cukup punya nama di jakarta


"Sayang?"Panggil ajeng


"Kenapa?"Sahut rafi menatap ajeng yang duduk di sofa ruangan.


"Dokternya perempuan atau laki laki?"tanya ajeng menyentuh tangan rafi.


"Tidak tahu"Ucap rafi mengelus kening ajeng.


"Memangnya kenapa?"tanya rafi lembut.


"Gak papa cuma penasaran saja"Jawab ajeng tersenyum tipis.


Tidak lama dokter yang akan memeriksa ajeng datang "Selamat sore" Ucap Dokter itu yang sekira nya berumur 26 tahunan.


"Sore dok"Ucap ajeng


"Perkenalkan Saya Dr.Deven yang akan memeriksa nona ajeng hari ini"Ucap Dokter Deven memperkenalkan diri.


"Kenapa harus laki laki?"Kata rafi dalam hati memandang tajam Deven.


Ajeng disuruh baring di atas ranjang dan dokter Daven Akan mengoleskan gel dingin di atas perut ajeng namun tiba tiba ditahan oleh rafi "Anda mau ngapain nyentuh perut istri saya?" Tanya rafi dengan pandangan tajam


"Sayang"Panggil ajeng mencoba menenangkan rafi yang salah paham.


Rafi tidak memperdulikan ajeng ia terus menatap tajam Deven.


"Sepertinya anda salah paham pak rafi"Ucap dokter daven tersenyum sambil melepaskan genggaman Rafi.


"Jika saya tidak meletakan Gel itu diperut Nona ajeng,bagaimana bisa saya memeriksa kondisi kandungan nona ajeng"Ucap Deven menjelaskan kenapa ia harus menyentuh perut ajeng.


"Sudah sayang Duduk lah,ini cuma sebentar" Ucap ajeng menyuruh rafi duduk disebelahnya.


Lalu Deven kembali melanjutkan pemeriksaannya,Ia mengoleskan gel dingin di perut ajeng lalu Deven meletakan alat diatas gel itu dan muncul lah gambar janin kecil di layar monitor.


Melihat gambar itu ajeng langsung terharu dan juga bahagia,itu bayi ajeng dan Rafi walau tubuhnya masih sangat kecil.Ajeng menggenggam tangan rafi dan samar samar ajeng melihat mata Rafi mulai memerah.Ia membuang mukanya dan menghapus air matanya diam diam.


Setelah selesai memeriksa kondisi ajeng barulah dokter daven kembali berbincang dengan Rafi.


"Bagaimana kondisi istri dan anak saya dok?"Tanya rafi


"Baik dan sangat sehat,Ibu masih sangat muda dan kondisinya cukup kuat.Saya akan meresepkan beberapa obat untuk menguatkan kandungan dan juga vitamin,Dijaga ya pak kehamilan istrinya" Ujar dokter deven


"Terima kasih dok" Balas Rafi kembali menatap ku dengan wajah bahagia.


"Kamu senang?"Tanya ajeng.


"Sehat terus ya nak di perut mama,jangan minta yang aneh aneh ya dan jangan buat mama susah dan repot ya,papa mencintaimu"Ucap rafi mengelus perut ajeng lalu menciumnya.


"Mamanya tidak di cium nih?"Tanya ajeng pura pura kesal.


"Sama anak kok cemburuan"Ucap rafi mencium kening ajeng dan tertawa kecil.


"Biarin"


"Kamu jadi temuin client kamu?"tanya ajeng


"Besok saja sekalian aku kerja"Jawab rafi membantu ajeng duduk dan turun dari ranjang lalu berjalan keluar ruangan menuju apotek untuk menebus resep dari dokter deven tadi.


***


Sepulang dari rumah sakit,Rafi mengarahkan mobilnya bukan ke rumah namun kesebuah Mall ternama.Rafi diam dan tidak mengajak ajeng berbicara,sesekali Rafi mencium tangan ajeng dan setelah itu kembali diam.


"Kita kemana Sayang?"Tanya ajeng


"Beli baju untuk kamu dan anak kita"Balas rafi singkat


Ah shopping,Rasanya sudah sangat lama ajeng tidak belanja.Ajeng tidak membantah dan pasrah saat rafi membawanya ke butik butik ternama untuk membelikan ajeng baju-baju yang akan ia kenakan selama kehamilan.


Hanya saja Rafi bersikap sangat aneh,dia membelikan banyak baju untuk ajeng.Mungkin baju-baju yang dibelinya itu bisa ajeng gunakan untuk satu sampai dua tahun kedepan.Ajeng sudah menolak dan melarang Rafi membelinya tapi Rafi tidak perduli dengan penolakan Ajeng.


"Sayang,Kita sudah terlalu banyak belanja.Jangan buang-buang uang...nggak baik loh"Ujar ajeng saat rafi hendak masuk ke butik lainnya.


"Uang dicari untuk digunakan,aku beliin kamu baju memangnya Salah?"Balas rafi.


"Nggak salah sih tapi ini sudah kebanyakan bahkan kamu beli baju bayi untuk usia satu sampai dua tahun,kita saja tidak tahu apa jenis kelaminya" Ujar ajeng lagi.


"Kita itu tidak tahu kedepannya gimana,mungkin ini barang yang aku beli sekarang sangat berguna untuk nanti "Ujar rafi


Ajeng pun pasrah dan akhirnya membiarkan Rafi membuang buang uangnya.


***


ILUSTRASI DR.DEVEN



Tunggu eps selanjutnya ya,Selamat berbuka~