My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Transfusi Darah-2



Selesai menyuapi rafi ajeng membereskan sisa makan tadi,Lalu ajeng berbicara dengan raut wajah gembira.


Ajeng:Oh iya sayang aku ada berita bagus loh (ucap ny dengan senyum lebar)


Rafi:Berita apa?(Tanya rafi yang penasaran)


Ajeng:Aku udah dapet pendonor loh,Dia Laki laki.


Rafi:Ketemu gimana?


Ajeng:Tadi ketemu di bawah pas mau beli bubur buat kamu,Namanya Josh richard


Rafi:Josh richard?(Tanya rafi dengan raut wajah tak suka dengan nama yang disebutkan istrinya tersebut)


Melihat ekspresi rafi yang tampaknya tak suka dengan nama yang disebutkannya,Membuat ajeng bersedih ia merasa usahanya selama ini membuat rafi pulih sia sia saja.


Ajeng menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,Rafi merasa tak enak hati karena membuat istrinya bersedih dan tidak menghargai usaha istrinya mencarikan pendonor untuknya.


Rafi menggenggam kedua tangan ajeng dan melihat wajah istrinya yang memerah.


Rafi:Maaf,Aku gak bermaksud untuk gak menghargai usaha kamu hanya saja Josh itu-


Rafi menghentikan ucapannya dan menatap langit langit ruang rawat nya.


Ajeng:Josh siapa?Kamu kenal dengan dia?Lalu hubungan kalian apa?(tanya ajeng penasaran)


Rafi:Dia Musuh dalam dunia bisnis aku,Usahanya yang sekarang lagi gak berjalan normal bisa dibilang sedang bangkrut,josh ngomong apa saja ke kamu?kenapa tiba tiba mau donorin darahnya gitu aja ke aku?(Tanya rafi menatap tajam ajeng)


Ajeng:Di-dia gak bilang apa apa tapi dia minta satu syarat untuk donorin darahnya ke kamu (Ucap ajeng menunduk karena takut dengan tatapan tak biasa rafi)


"Sudah gua duga kalau Josh emang pria licik"Umpat rafi dalam hati


Rafi:Lalu syaratnya apa?


Ajeng:Dia gak kasih tau syaratnya dia bilang tunggu kamu sembuh dulu baru dikasih tau syaratnya(Ucap ajeng menjelaskan sesuai kejadian)


Rafi:Hah huh ashh


Saat rafi ingin melanjutkan Ucapannya Tiba tiba saja Ia merasakan Sesak nafas/Kekurangan Oksigen dan pembengkakkan lidah yang cukup parah karena kekurangan darah,Rafi mengeluh kesakitan dan memegangi dadanya,Ajeng yang melihat kejadian tersebut panik lalu keluar ruangan dan segera memanggil dokter.


Ajeng:Dok!!Dok!!Tolong suami saya!!(Ucap ajeng dengan suara gemetar dan setengah menjerit)


Para suster yang mendengar teriakan ajeng pun menghampiri dan masuk kedalam ruang rawat rafi,salah satu suster memanggil dokter yang tadi merawat rafi.


Ajeng diminta keluar dari ruangan dan disuruh menunggu di kursi depan,Tak lama keluar lah dokter dan menghampiri ajeng yang sedang menangis di kursi tunggu.


Dokter:Bu ajeng?


Ajeng:Dok gi-gimana kondisi suami saya?Kenapa dia sesak nafas begitu?(Ucap ajeng memegang kerah baju dokter tersebut,membuat sang empunya mundur beberapa langkah)


Dokter berusaha menenangkan ajeng yang histeris itu,Dokter melepaskan genggaman ajeng pada bajunya dan merapihkan nya kembali.


Dokter:Kondisi pak rafi semakin memburuk kita harus segera melakukan transfusi darah,kalau tidak pak rafi bisa-


Ajeng menyela ucapan dokter itu,ia tak ingin mendengar kata kata selanjutnya karna "Omongan adalah doa" begitu pendapatnya.


Ajeng:Lakukan lakukan apa saja supaya suami saya bisa pulih kembali,lakukan apa saja dok Please tolong suami saya hiks hiks tolong please.


Kaki ajeng tak mampu menumpu tubuhnya,perlahan lahan ia terjatuh ke lantai tetapi ia berusaha menjaga kesadarannya agar tak bertambah sulit.


Dokter membantunya duduk dikursi tunggu,lalu berkata


Dokter:Kami akan lalukan Sebaik mungkin agar pak rafi bisa sembuh,Tolong selesaikan dulu administrasinya dan bawa si pendonor agar di periksa terlebih dahulu (Ucap dokter tersebut berusaha menjelaskan plus menenangkan kan ajeng)


Ajeng:Itu akan lama dok,bagaimana jik-jika kondisi suami saya makin memburuk?bagaimana hah!?(ucap ajeng menaikan intonasi bicaranya lebih tinggi)


Dokter:Sekali lagi tolong selesaikan biaya administrasi terlebih dahulu dan bawa si pendonor agar diperiksa,Saya permisi dulu untuk menyiapkan segalanya(ucap dokter berlalu)


Dokter itu berlalu meninggalkan ajeng yang masih diam duduk dirundung kebingungan,huh ajeng membuang nafas perlahan berusaha menenangkan fikiran dan hati yang berkecamuk.


Ajeng berdiri dan berjalan ke ruang rawat istri josh,ajeng sebelumnya diberi tahu josh dimana ruang rawat istrinya yang ternyata tidak jauh dari ruangan rafi hanya melewati lima ruang rawat dan satu ruang dokter.


Ajeng berjalan dengan langkah Gusar Menabrak beberapa orang yang ada disepanjang lorong,orang orang melihatnya dengan pandangan aneh karena penampilan ajeng Sekarang begitu berantakan,ajeng yang dari semalam belum mandi dan berganti pakaian tak mempermasalahkan keadaan dirinya sekarang yang terpenting baginya adalah Keselamatan Suaminya,Rafi.


Sesampainya diRuang rawat Istri Josh ajeng mengetuk pintu dan masuk dengan keringat bercucuran,Sementara josh yang sedang menyuapi Istrinya Maya Memandang kearah ajeng dengan pandangan heran dan terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba.


Ajeng:Pak josh tolong saya please,saya butuh darah bapak sekarang Su-suami saya keadaannya memburuk (ucap ajeng dengan gemetaran)


Josh:Bukannya kon-


Ajeng memotong ucapan josh dan menarik tangan josh keluar ruangan begitu saja menuju ruang pemeriksaan.


Ajeng:Kita harus cepat pak,lain kali saja saya jelaskan (Ucap ajeng masih menarik tangan josh dan berjalan setengah berlari)


Akhirnya mereka berdua sampai di depan ruang pemeriksaan,ajeng masuk terlebih dahulu lalu josh,Sementara dokter dan suster sudah menunggu.


Ajeng:Dok ini Pak Josh,dia akan mendonorkan darahnya untuk suami saya,Cepat periksa dok!(Ucap ajeng tidak sabaran)


Dokter:Mari pak josh kami periksa terlebih dahulu,Silahkan berbaring disini.(Ucap dokter menunjuk Hospital Bed)


Josh mengikuti perintah tanpa berbicara sedikit pun,ia sempat melirik ajeng yang ingin melangkah keluar ruang periksa.


Sementara ajeng berbalik dan pergi meninggalkan ruang itu dan melangkah keluar rumah sakit untuk pulang mengambil uang dan menghubungi keluarga Rafi dan dirinya.


"Kenapa Golongan Darah Berbeda dengan orang tua?"


Nah kalian pada nanya in nih "kenapa gak orang tua nya rafi aja yang donorin darahnya kenapa harus josh?"


- Jadi para pembaca pasti belajar ilmu IPA kan?kalau ia pasti dikasih materi sama guru nya tentang 'golongan darah'


Kebetulan di cerita ini Golongan darah orang tuanya rafi berbeda dari rafi.


Contohnya:


Ayah AB dan Ibu O anaknya kemungkinan bisa A atau/dan B


Dalam golongan darah ada yang namanya Heterozigot dan homozigot


Kasus kasus berbeda golongan orang tua ke anak memang jarang ya~


Semoga kalian ngerti dan tidak mengulangi pertanyaan ya😁


Note:Saya Selaku author mengucapkan banyak banyak terima kasih buat para pembaca My teacher my husband,Terima kasih kalian selalu mengikuti perjalanan love story Rafi ajeng,Terima kasih untuk kalian yang mau mau mau baca cerita tidak berkualitas dan cerita yang penuh alur tidak maksud~Terimakasih Sekali❤


Tanpa kalian mungkin Saya tidak bisa melanjutkan cerita ini,kalian inspirasi saya,Setiap komentar yang kalian tulis membuat saya terinspirasi dan bahagia,Terima kasih juga buat pemberi like dan Vote😘


Saya tidak pernah menyangka kalau cerita ini bakal banyak sekali yang suka banyak sekali yang berminat banyak sekali yang menunggu kelanjutannya,Sorry saya tidak pandai merangkai kata kata ucapan terima kasih,Tapi saya benar benar sangat sangat berterima kasih pada kalian🙏😭


I love you guys😘Semoga kalian selalu diberikan kesehatan ya~


Sekali lagi terima kasih dan selamat membaca❤


Oh iya Sebagai ucapan terima kasib saya dan rasa senang saya dikarenakan Rafi ajeng Versi Dalam kehidupan nyata Comeback/Balikan,Saya Akan triple up...Eits Bukan hari ini ya~


Sekali lagi terima kasih dan selamat membaca❤


Salam sayang


Miss J