My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Missing You



"Terima kasih"Ucap rafi memeluk ajeng erat dan mencium kening ajeng.


"Yaudah Kita lanjut makannya yuk"Ucap ajeng melepaskan pelukan rafi dan berniat melanjutkan memakan nasi goreng buatan suaminya tersebut.


Rafi menghentikan ajeng yang akan memakan makanannya dengan memegang sendok yang ajeng pegang "Ini kan tidak enak,kenapa kamu masih mau makan?" Tanya rafi.


"Kan mubazir kalau kita buang nasi banyak seperti ini,Ya kita makan saja walau tidak enak"Kata ajeng menyingkirkan tangan rafi yang menghalangi ia makan.


"Sudah tau tidak enak masih saja dimakan!Kamu ini bagaimana?"Rafi mengganti piring ajeng dengan piring baru dan mengisinya dengan capcai dan nasi putih biasa. "Mau aku suapin atau makan sendiri?"Tanya rafi yang sedang mengambil sendok.


"Disuapin sepertinya enak"Kata ajeng mengetuk ngetuk keningnya seperti seseorang yang sedang berfikir.


"Iya iyalah Makan disuapin itu memang enak apalagi yang Nyuapin Orang ganteng"Kata rafi pede dan tersenyum menawan.


"Kepedean,Tapi kok Kamu cuma ngambil satu piring memangnya kamu tidak makan?"Tanya ajeng sambil menerima suapan dari rafi.


"Satu piring berdua biar romantis"Kata rafi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar genit"Ucap ajeng mencubit kedua pipi rafi hingga memerah.


"Jangan cubit cubit atau-


"Halah Sini aku suapin kamu,Jangan banyak bicara!"Ajeng memotong ucapan rafi dan mengambil alih piring dan sendok yang berada ditangan rafi.


"aaaaaaa"


"aaammm"


Untuk sesaat suasana menjadi sunyi,Rafi dan ajeng sibuk menyuapi satu sama lain hingga makanan yang berada di piring itu habis,bahkan sudah dua kali mereka menambah porsi makanan untuk mereka makan.


Selesai Makan mereka membereskan peralatan yang mereka gunakan tadi untuk memasak,Saat Ajeng sedang mencuci piring Rafi bertanya dengan wajah kebingungan.


"Sayang,Ini nasi gorengnya mau taruh dimana?Dibuang?"Tanya rafi memengang wadah yang berisikan nasi goreng.


"Sepertinya kita perlu memelihara Beberapa anak Ayam"Kata ajeng yang sedang menyusun piring piring di Rak piring.


"Untuk apa?"Tanya rafi yang kebingungan dengan ucapan istrinya tersebut.


"Ya untuk apalagi selain memberi mereka makan dengan nasi goreng yang kamu pegang itu hahaha"Ajeng tertawa dengan ucapannya sendiri "Siapa tahu kan besok saat kamu masak nasi goreng atau makanan yang lain dan rasanya tidak sesuai ekspektasi kita tidak perlu mubazir membuangnya ke dalam tong sampah tapi bisa kita berikan ke ayam ayam itu" Kata ajeng yang sekarang berdiri di depan rafi dan menatap raut wajah rafi yang berubah drastis ketika mendengar ucapannya.


"Kamu mengejek ku ya?"Kata rafi sambil meletakan wadah tersebut kembali ke meja makan. "Sudahlah kamu urus nasi ini sendiri dan jangan berbicara padaku lagi!" Rafi meninggalkan ajeng yang masih berdiri mematung karena ucapannya dan berjalan dengan langkah cepat menuju kamarnya.


"Apa gua salah ngomong?Niat gua kan cuma ingin membuat lelucon saja"Ucap ajeng dalam hati.


Ajeng memandang nasi goreng itu dengan pandangan miris "Sepertinya nasi ini lebih baik gua kasih ke peternakan ayam di depan sana saja,dari pada dibuang sia sia" Ajeng mengambil wadah tersebut dan berjalan keluar rumah lalu mengambil sepeda miliknya dan pergi ke peternakan ayam dekat rumahnya.


"Dia mau ngapain ke depan,apa jangan jangan dia beneran mau beli ayam?"Gumam rafi menerka nerka apa yang akan ajeng lakukan.


"Persetan dengan dia,mending gua mengerjakan tugas kantor saja"Gumam rafi yang kini mengambil laptop nya dan mengerjakan tugas kantornya.


Sudah hampir setengah jam ajeng pergi namun ia belum juga kembali ke rumah membuat rafi khawatir dengan istrinya tersebut.


Rafi menoleh ke arah jam dinding dan bergumam "Ajeng kemana sih hampir setengah jam belum juga balik!" Rafi tak henti hentinya menelpon ajeng namun tak juga di angkat si orang yang ditelepon "Apa gua susulin saja ya ke depan" Rafi beranjak dari duduknya dan berjalan ke lemari pakaian untuk mengganti pakaiannya yang sedikit kotor dengan baju berwarna Hitam polos dan celana cream se dengkul.


Rafi bergegas turun ke garasi sambil membawa kunci motor miliknya dan mengendarai motornya ke depan komplek.


Lalu tujuan pertamanya adalah tempat peternakan ayam pak alex yang berada di depan komplek,Sesampainya disana ia tidak melihat ajeng ataupun sepedanya melainkan melihat kerumunan orang orang yang sedang melihat ayam atau membeli ayam.


"Pergi kemana sih ajeng,Gak izin lagi sama suami perginya juga lama sekali!" Rafi kembali mencoba menelpon ajeng namun tidak juga diangkat,lalu ia memutuskan untuk berkeliling disepanjang jalan raya yang selalu ramai disiang hari seperti ini.


Tiba tiba Rafi menghentikan laju motornya di depan sebuah pusat pembelanjaan yang cukup ramai dan memarkirkan motornya ditempat parkir,entah mengapa perasaannya mengatakan jika ajeng berada disini.


Rafi masuk kedalam Mall dan melihat sekelilingnya,ia melihat ke tempat sepatu,Baju,Tas,Gramedia,Kosmetik,Bioskop,restaurant,Dan Timezone Namun tak juga mendapati ajeng yang berada disana.


"Kemana sih itu anak,Mainnya benar benar jauh sekali!"Lagi lagi rafi menelpon ajeng dan mengirim pesan sebanyak mungkin namun tidak juga dibalas atau diangkat.


Rafi memutuskan berjalan terus hingga sampai ditempat perlengkapan bayi,entah kenapa ia terus berjalan maju sambil melihat sekelilingnya Banyak sekali wanita yang melihat dirinya dengan pandangan kagum,karena jarang sekali ada pria tampan yang berjalan sendirian masuk kedalam toko perlengkapan bayi.


Salah satu seorang SPG menghampiri rafi dan bertanya "Maaf mas anda sedang mencari apa?" Tanya SPG itu dengan sopan.


"Apa anda melihat wanita ini disekitar sini?"Tanya rafi menunjukan sebuah foto ke pada SPG itu.


"Iya saya lihat dia ada ditempat pakaian bayi beberapa waktu yang lalu"Kata SPG itu sambil menunjukan jalan ketempat yang ia ucapkan.


"Baiklah terima kasih mbak"Ucap rafi berlalu dan berjalan menuju jalan yang ditunjukan SPG itu tadi.


Setibanya disana ia melihat seorang perempuan yang mirip sekali dengan ajeng yang sedang melihat lihat pakaian bayi yang digantung.


Rafi segera menghampiri wanita tersebut dan menepuk bahunya sambil memanggil nama ajeng.


"Ajeng?"Tanya rafi


kemudian wanita itu berbalik dan menatap rafi "Maaf anda siapa?Saya bukan ajeng Saya lastri"Kata wanita itu menatap rafi keheranan dan meletakan kedua tangannya di depan dada.


"Ma-maaf mbak sepertinya saya salah orang,saya kita anda istri saya karena pakaian yang anda gunakan sangat mirip dengan pakaian yang digunakan istri saya,Sekali lagi saya minta maaf ya mbak"Ucap rafi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan wajah merah karena malu.


"Iya mas"Ucap Wanita itu berbalik dan melihat lihat baju bayi lagi.


Rafi berjalan meninggalkan wanita itu menuju tempat keranjang bayi "Sialan Gua sampai salah orang,malu banget gua" Rafi mengusap wajahnya kasar "Kemana lagi gua harus cari?"Rafi melihat sekeliling ruangan itu lalu melihat Wanita yang mirip ajeng sedang berbincang dengan seorang SPG.