
"Aku"
"Aku kenapa?"Tanya rafi lembut.
"Aku se-sebenarnya"
"Kenapa?Jangan buat aku penasaran ajeng"Ucap rafi mengelus pipi istrinya.
"A-aku se-sebenarnya Ha-hamil"Ucap ajeng menatap rafi dengan pandangan sendu.
Rafi melepas pelukannya dan menatap tajam ajeng "Mak-Maksud kamu apa?" Tanya rafi gelagapan seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan istrinya tersebut.
"Aku hamil rafi"Pernyataan ajeng membuat rafi diam membeku dengan wajah yang tidak dapat diartikan.
"Ka-kamu serius?"Tanya rafi menggoncangkan bahu ajeng pelan.Ajeng menganggukan kepalanya dan tersenyum penuh harap semoga rafi akan senang dengan kejujurannya.
GRAB! Rafi memeluk ajeng dengan tiba tiba hingga membuat ajeng terkejut "Hahaha"Rafi tertawa bahagia.
"Hahaha"Ajeng ikut ikutan tertawa saat rafi menggendong dirinya lalu berputar putar.
"Kalau kamu hamil jadi untuk apa kamu beli pembalut itu?"Tanya rafi menurunkan ajeng dan kembali membersihkan wajah istrinya.
"Memangnya aku bilang kalau aku Datang bulan?Aku kan cuma beli untuk persediaan"Jawab ajeng diakhiri kekehan kecil.
"Kamu juga bilang kalau kamu 'bocor' maksudnya itu apa?"Tanya rafi menghentikan membersihkan wajah ajeng.
"Astaga rafi kamu ini gampang sekali ditipu hahaha"Ucap ajeng mencubit pipi rafi.
"Maksudnya?"Tanya rafi yang tidak mengerti.
"Aku itu bukan bocor sayang tetapi aku itu nyuruh kamu beli karena aku cape untuk gerak"Jelas ajeng.
Rafi yang merasa tertipu akhirnya memilih mencubit pipi ajeng "Terus kamu kenapa tidak memberi tahu aku kalau kamu hamil,kenapa kamu sembunyiin hal penting seperti ini?Sejak kapan?"Tanya rafi dengan pandangan kecewa dan wajah datar.
"Maaf"Ucap ajeng lirih dan menundukan kepalanya "Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya"Ajeng mendongakan kepalanya dan menatap rafi lewat cermin."Aku juga baru tahu"Ucap ajeng sembari mengelus perutnya yang masih datar.
Rafi mengusap wajahnya dan menatap ajeng "Kamu periksa menggunakan apa?sudah berapa lama usia kandungan kamu?"Tanya rafi mengelap wajah ajeng menggunakan handuk kering.
"Test pack"Jawab ajeng mengalungkan tangannya di leher rafi.
"Tapi aku tidak tahu sudah berapa lama"Lanjut ajeng.
"Kamu sudah mandi?"Tanya rafi sambil mendudukan ajeng dimeja samping wastafel.
"Belum"Jawab ajeng tersenyum manis.
Rafi dan ajeng saling adu pandang entah apa yang mereka pikirkan "Yasudah kalau kamu mau mandi ya mandi aku mau membereskan kamar"Ucap rafi mengakhiri adu pandang lalu menurunkan ajeng dari meja dan berjalan keluar dari kamar mandi.
Sementara ajeng hanya diam memandang kepergian rafi dengan pandangan kecewa."Kalau pengen itu ngomong,apa dia tidak tau kalau istrinya pengen juga"Gerutu ajeng sambil berjalan medekati bathup dan mengisinya dengan aroma Vanilla.
Setelah 5 menit berendam di bathup,Ajeng keluar menggunakan handuk pendek yang membuat beberapa bagian tubuhnya terekspos jika dilihat.
Entah karena dorongan apa hingga membuat ajeng menggunakan handuk aneh itu tetapi saat ini jika ia menggunakan handuk itu membuat dirinya semangat untuk melakukan sesuatu.
Ajeng berjalan mendekati kaca kamar mandi kemudian memandang tubuhnya lewat kaca "Kenapa gua jadi bersemangat seperti ini?" Gumam ajeng lalu berjalan keluar kamar mandi.
Sekarang ajeng berada di kamar ia menoleh ke kanan dan kiri mencari suaminya "Rafi kemana ya?"Tanya ajeng pada dirinya sendiri.
Karena tidak ada Rafi dikamar,ajeng memutuskan langsung berganti pakaian ia menggunakan gaun tidur malam tipis,setelah berganti pakaian ajeng turun ke dapur dan mendapati Rafi yang sedang menyiapkan makan malam.
Ajeng duduk di kursi makan sambil memandangi suaminya dari belakang "Suami idaman hihihi"Gumam ajeng dengan wajah berseri seri.
"Sayang?"Panggil ajeng lembut.
"Kamu masak apa?"tanya ajeng penasaran.
"Salmon teriyaki"Jawab rafi kembali melanjutkan masakannya.
"Memang kamu bisa masak nya?"tanya ajeng tersenyum tipis.
"Kan bisa lihat Google"Jawab rafi menunjuk handphone didekat dirinya.
"Sayang,aku mau yang enak ya"Ucap ajeng.
"Hm"
"Semakin cerewet saja" Kata rafi dalam hati.
Beberapa menit berlalu akhirnya masakan buatan rafi selesai,Kemudian rafi menyajikannya di piring dan di tata secantik mungkin.
"Selamat makan nyonya sanjaya"Ucap rafi meletakan masakan itu di depan ajeng.
Ajeng menghirup aroma dari masakan itu "Dari aroma nya saja sedap,Pasti rasanya lebih enak"Gumam ajeng langsung makan
"Pelan pelan"Ucap rafi sambil mengelus Punggung ajeng lembut.
Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan satu mangkok Salmon itu "Rafi yang ini punya siapa?"Tanya ajeng menunjuk mangkok disebelahnya.
"Punya kamu,makanlah"Jawab rafi sambil menuangkan segelas air putih untuk istrinya tersebut.
Hanya butuh waktu 5 menit untuk ajeng menghabiskan seluruh masakan buatan rafi "Minum ini untuk aku kan?"Tanya ajeng menatap segelas air yang ada didepannya.
"Iya sayang"Jawab Rafi membereskan Mangkok mangkok sisa makan ajeng.
Setelah mencuci mangkok dan gelas Bekas ajeng makan tadi,Rafi menghampiri ajeng yang sedang duduk sambil memainkan handphone miliknya.
"Mau kedokter sekarang?"Tanya rafi mengelus rambut ajeng
"Iya"Ucap ajeng menghentikan bermain ponsel suaminya."Yaudah Yuk berangkat"Ucap ajeng menarik tangan rafi.
"Yakin kamu mau ke dokter pakai baju seperti itu?"Tanya rafi memandangi ajeng dengan pandangan nakal.
Ajeng mengikuti arah pandangan Rafi "Ya tidak lah,Baju ini hanya digunakan dirumah untuk kamu"Ucap ajeng berdiri dari duduknya.
"Yaudah"Ucap rafi mengikuti ajeng yang berjalan kekamar untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian,mereka Berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan ajeng menggunakan mobil milik rafi.
***
FYI: Halo,Maaf ya semua aku buat part Seperti ini
Part yang ada adegan Aneh dan ada foto Makanan.
Kalian bisa Skip saja ke eps selanjutnya kalau tidak mau baca Eps ini.
Sorry aku kemarin tidak up dikarenakan Aku super sibuk,Jadi Hari ini insyaallah aku kasih 4 eps untuk kalian.ditunggu saja ya karena up nya di jam yang berbeda beda.
bye
Terima kasih sudah membaca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya~