My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
NAUFAL YANG BERBEDA



Happy reading 😒


Lelaki dengan pakaian kasual itu berjalan menuruni tangga tangannya menyugar rambut hitamnya kebelakang lelaki itu adalah naufal.


Naufal berjalan kearah dapur untuk mencari istrinyanya.


Kosong?


Setelah tak melihat istrinya berada didapur lelaki itu melangkah ke ruang tamu dengan menggenggam kunci mobilnya.


Kosong?


Naufal menyengit bingung saat tak mendapati istrinya itu


Saat baru selesai mandi lelaki itu tak menemukan Stevani dikamar maupun dibalkon maka dari itu ia kelantai dasar guna mencari Stevani.


Lelaki itu berencana mengajak istrinya jalan jalan karena semenjak kejadian tiga Minggu yang lalu dimana Stevani diculik, dua orang itu lebih sering didalam rumah hanya keluar untuk keperluan yang penting selebihnya hanya menghabiskan waktu di rumah saja.


Btw..Naufal sudah ridak mengajar diSMA pelita lelaki itu mengurus salah satu perusahaan punya papanya yang hampir kolep karena papanya hanya ingin fokus pada kerjaan pertamanya yaitu menjadi polisi,Naufal juga mengurus cafe yang ia dirikan sendiri. itu semua Naufal lakukan karena kemauan stevani biar pun intan sudah tak menngajar disitu Stevani tidak mengizinkan Naufal kembali mengajar mengingat banyak siswi yang suka pada suaminya itu,begitu juga Stevani tiga hari yang lalu gadis itu dinyatakan lulus sekolah dengan menggapai  peringkat kedua.


"SAYANG KAMU DIMANA?,"teriak Naufal sudah mulai panik saat ia sudah mencari keberadaan Stevani didalam rumah dan ternyata tidak ada.


"BY KAMU DIMANA?,"langkah naufal menuju taman belakang rumah karena hanya tempat itu yang belum ia cari.


"DIBELAKANG RUMAH,"Naufal segera berlari saat mendengar jawaban dari stevani.


Naufal bernafas lega karena mendapati istrinya tengah duduk santai di pinggir kolam renang dengan novel ditangannya.


"Dari tadi aku cariin ternyata disini bikin panik aja,"


"Panik kenapa?,"


"Ya panik lah sayang aku takut kamu kenapa napa,"lelaki itu mencium pelipis istrinya sekilas.


"Lebay,"cibirnya.


"Orang khawatir dibilang lebay,"kesal Naufal mengerucutkan bibirnya.


Stevani terkekeh.


"Ya kamu baru aku tinggal 30 menit aja hebohnya kaya aku hilang seminggu,"ujar Stevani.


"Kan kamu tahu ak_


"Aku takut kamu kenapa napa,"sela stevani saat tau apa yang akan Naufal ucapkan karena kalimat itu sering Naufal ucapkan untuk nya.


"Yaudah aku mau kebengkel mau ikut nggak?,"tanya Naufal.


"Nggak,"


"Abis dari bengkel aku mau ajak kamu jalan jalan,"


"Nggak mau,"


"Terus kamu pengennya kemana?,"Naufal mengelus rambut stevani.


Stevani melirik sekilas Naufal dan kembali pandangannya ke novel yang ia baca.


"Dirumah,"


"Kenapa nggak mau ikut?,"


"Panas,"


"Kan naik mobil sayang,"


"Tapi aku lagi pengen nyantai dirumah a'."Stevani memandang wajah tampan suaminya.


"Kita ke mall belanja sepuasnya gimana? tapi temenin aku kebengkel bentar,"ujar naufal


"Kamu sendiri aja ya,"


"Beneran?"


Stevani menggangguk.


"Yakin?"


"Yakin,"


"Ikut aja lah,"


Naufal mendengus ia harap stevani akan ikut tapi kenapa sekarang menolak ajakannya padahal ia sudah memikirkan bagaimana bahagianya jalan jalan bersama istri tercintanya.


Dan semuanya pupus saat Stevani menolaknya.


Naufal berdiri lalu berjalan pelan meninggal kolam renang


Baru tiga langkah suara Stevani membuatnya menoleh dan berlari kecil kearah istrinya.


"Sayang,"


"Ya kamu mau ikut?," Mata Naufal terpancar begitu besar harapan bahwa istrinya akan ikut pergi.


"Nggak, cuma mau bilang hati hati,"


Senyum Naufal memudar ia melangkah lesu berjalan pelan memasuki rumahnya kembali.


Baru tiga detik badan Naufal menghilang dari pintu penghubung kolam renang dan dalam rumah lelaki itu menyumbulkan wajahnya menatap lagi isrinya ia sangat berharap istrinya berubah pikiran dan akan ikut padanya.


Dilihat Stevani masih sibuk dengan novel ditangannya.


Lelaki itu dengan cepat melangkah kearah Stevani berdiri disamping gadis itu dengan kedua tangan dilipat tak lupa dengan wajah yang ditekuk cemberut kesal dalam bersamaan.


"Byy kamu yakin nggak mau ikut?,"tanya Naufal membuat stevani mendongak menatap Naufal yang berdiri di sampingnya.


"Aku kira kamu udah pergi,"


"Kamu ikut aja ya sayang." Pinta Naufal dengan tatapan memohon.


"Enggak, aku dirumah aja."jawab Stevani menolak permintaan suaminya.


"Nanti kalau kamu kenapa Napa aku nggak dirumah gimana?," Lelaki itu nampak belum menyerah untuk membujuk istrinya.


"Kan didalam rumah doang lagian ada bodyguard kamu juga."jelas Stevani.


Memang semenjak kejadian itu Naufal Sangat posesif padanya bahkan saat lelaki itu pergi selalu memaksa dirinya untuk ikut,pernah juga mengajak ia untuk mandi bareng karena takut Stevani kenapa napa entah modus atau apa padahal Stevani masih berada didalam rumah, hampir 24 jam keduanya bersama dan itu perintah Naufal yang katanya mutlak.


apabila Naufal pergi kekantor dua jam sekali lelaki itu akan menelfon untuk menanyakan ia sedang apa atau mengirim pesan, pernah sekali Stevani tidak membalas pesan dan mengangkat telepon dari Naufal lelaki itu segera pulang dari kantor melihat bahwa istrinya baik baik saja dan kenapa dirinya tidak membalas pesan atau mengangkat telepon dari naufal.


Naufal juga menyewa 10 bodyguard untuk mengawasi dirinya atau hanya sekedar menjaga lingkungan rumah mereka dengan alasan yang sama agar kejadian yang dahula tak terjadi lagi.


Berlebihan bukan?


Bahkan sangat berlebihan tapi lelaki itu tak peduli karena yang terpenting istrinya baik baik saja.


"Ah.. kamu udah nggak cinta lagi sama aku,"Naufal mencibikan bibir.


"Hah?."


"Kamu udah nggak cinta sama aku, bukti nya sekarang nggak mau ikut aku pergi,"jelas lelaki dengan nada yang terdengar kesal.


"Kok kamu ngomong gitu sih." Ucap Stevani menatap sang suami.


"Ya.. terus kenapa nggak mau ikut by."


"Aku lagi pengen nyantai dirumah."jawab Stevani.


"Ikut aja emang nggak bisa?"


"Enggak."jawab Stevani cepat.


"Sekali ajalah kamu pergi sendiri masa aku ikut terus tiap kamu mau keluar rumah."ucap Stevani.


"Ikut ajalah."Naufal kembali membujuk Stevani.


Pandangan gadis itu berubah datar.


"Sayang...IKUT IHHH,"mata lelaki itu mulai berkaca kaca. Naufal lebih sensitif semenjak kejadian itu dan juga semakin manja.


Stevani yang melihat itu langsung berdiri panik saat lelaki itu mulai berkaca kaca matanya.


Memang kejadian itu sungguh membuat Naufal berubah total lebih posesif ,lebih manja dan seperti sekarang lelaki itu cengeng.


"Sayang ak..."


Stevani melotot saat dirinya belum selesai berucap lelaki itu sudah pergi masuk kedalam rumah meninggalkan dirinya.


Stevani gelagapan ia mengambil hp dan novelnya lalu berjalan cepat memasuki rumahnya ia yakin suaminya itu pasti marah dan menangis seperti biasa saat dirinya tak menuruti permintaan lelaki itu.


To be continue.....