My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
TEMAN SMP



HAPPY READING 😒


Naufal mengendarai mobil Jeep nya dengan kecepatan tinggi setelah mengantar Dhea kerumahnya, lelaki itu baru sadar telah menyuruh istrinya pulang sendiri.


Dan naufal sangat menyesal akan perkataannya. ia akan minta maaf takut nanti istrinya marah besar dan dirinya tidur diluar atau mungkin ada yang lebih mengerikan dari tidur diluar.


Mungkin membunuhnya?


Oke, oke kini pikirannya mulai melantur.


Ia baru ingat istrinya tengah hamil dan dengan bodohnya menyuruh pulang sendirian, sedangkan dirinya malah asik mengobrol dengan perempuan lain.


Naufal benar benar menyesal.


"Aku mau kerumah bunda aku kecewa sama kamu,kamu nyuruh aku pulang sendiri aku jadi kecopetan kan dagu ,siku aku lecet! jatuh tarik tarikan tas sama pencopet dan ini semua gara gara kamu!!kamu lebih mentingin perempuan lain dari pada aku,jangan jemput aku dirumah bunda aku mau nginep di rumah bunda selama setahun!!,"


Naufal menggelengkan kepalanya saat pikiran terus memikirkan yang tidak tidak.


Naufal menambah kecepatan mobilnya klaksonnya ia bunyikan terus, menyalip kendaraan didepannya tanpa rasa takut.


Saat sudah sampai didepan gerbang rumahnya lelaki itu langsung saja berlari masuk tanpa memarkirkan mobilnya digarasi.


Brak..


Pintu dibuka kencang Naufal melangkahkan kaki nya tergesa gesa.


Saat melewati ruang tamu terdengar Suara gelak tawa membuat Naufal menghentikan langkahnya, menoleh kearah ruang tamu terdapat dua orang beda kelamin tengah berbincang sambil tertawa.


Kakinya melangkah menuju tempat dimana dua orang tersebut.


"Sayang,"


Stevani melirik sekilas,Reno menoleh dahinya menyengit bingung.


"Reno sekali lagi makasih ya Lo udah nolongin gue kalau nggak mungkin gue udah ketabrak mobil terus berakhir dirumah sakit atau lebih parahnya meninggal,"Stevani menekan setiap kata yang dilontarkannya, wajahnya nampak dibuat serius.


Reno kembali dibuat bingung,


Sejak kapan Stevani hampir tertabrak dan dirinya menolongnya.


"Sayang kam..."


"Dan Reno makasih juga Lo udah mau nurutin kemauan gue buat nemenin gue makan nasi Padang dan Lo sekalian bayarin, tadi gue laper banget kalau Lo nggak nurutin mungkin aja gue mati,"Stevani kembali melancarkan dramanya, perempuan itu menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.


"Maksu..."


Reno tak melanjutkan ucapannya saat melihat kedua mata Stevani berkedip-kedip seraya tersenyum manis pada dirinya.


Reno berdeham setelah memahami maksud Stevani, lelaki itu tersenyum manis lalu menepuk puncak kepala Stevani dengan pelan.


"Iya, kalau butuh apa apa atau mau apa, pacar lo nggak peduli telfon gue aja 24 jam bi..."


ucapan Reno terpotong Naufal.


"JAGA OMONGAN LO! GUE SUAMINYA , DAN LO NGGAK USAH SO.."


"Baik banget sih Lo Reno dari dulu nggak berubah, malah makin cakep, baik, idaman banget deh. udah gitu katanya Lo sekarang punya Diler helikopter ya emm bener bener idaman gue deh." Sela stevani tersenyum tipis saat melihat suaminya yang nampak cemburu, marah secara bersamaan.


Naufal mengepalkan tangannya dadanya serasa terbakar saat istrinya memuji lelaki lain.


Ia cemburu.


"Say..."


"Andai aja gue belum punya suami mungkin kita bisa balikan terus jadi sepasang kekasih yang rom..."


Pyar..


Stevani tak melanjutkan ucapannya saat Naufal tiba melempar vas bunga yang tak jauh darinya.


"Sayang,"panggil Naufal nadanya berubah melembut, Kedua matanya berkaca kaca manatap istrinya itu.


"Apa? kenapa?, nggak suka?."ketus Stevani melirik sinis suaminya.


"Iya, aku nggak suka kamu muji cowok lain depan aku!"


"Kenapa? Emang kenyataannya kok, Reno itu udah ganteng bai...?


Naufal sudah tak sanggup mendengar istrinya memuji lelaki lain selain dirinya, lelaki itu benar benar tak tahan. Dadanya panas setiap Stevani mengeluarkan pujian untuk lelaki lain.


"Apa apaan sih Reno tamu aku," Sentak Stevani menatap tajam Naufal.


"I said go,"desis Naufal menghiraukan ucapan Stevani.


Reno hanya diam matanya melirik Stevani siapa tau perempuan itu mengode dirinya harus melakukan apa.


"Pergi atau gue seret lo,"


Lelaki itu mulai mendekati Reno.


"Ren Lo pulang aja,makasih untuk yang tadi,"tintah Stevani sebelum Naufal benar benar menyeret Reno.


Reno menggangguk pelan tersenyum manis lalu berjalan menuju pintu utama.


"Sayang kam..."


Naufal tak melanjutkan ucapannya saat Stevani melengos pergi meninggalkannya tanpa berkata atau bahkan meliriknya.


Naufal mendengus kesal tangannya mengacak rambutnya frustrasi,Lelaki itu mengikuti langkah istrinya yang berjalan menuju kamar.


"Sayang kamu marah?," Tanya Naufal mempercepat langkahnya.


"Harusnya aku yang marah sama kamu, kamu berduaan sama cowok lain dirumah lagi. Mana segala muji muji apaan." Gerutu Naufal.


"Sayang aku lagi ngomong sama kamu! jangan cuekin dong." Langkah Stevani berhenti saat tangannya dicekal Naufal.


"Enak dicuekin?"


"Enggak lah,"kesal Naufal menggembungkan kedua pipinya.


"Itu yang aku rasaain waktu dimall aku dicuekin kamu dan Dhea, nggak dikasih kesempatan ngomong, nggak enak rasanya tau nggak." Ucapnya lalu Stevani melepas paksa cekalan Naufal.


"Ya udah aku minta maaf,"


"..." Hening tak ada respon dari wanita itu.


"Sayang minta maaf nggak lagi kaya tadi,"


"Say.."


Brak..


Pintu kamar tertutup kencang sebelum Naufal masuk kamar.


Lelaki itu memegang handle pintu mencoba untuk membuka, matanya melotot mengetahui pintunya dikunci.


"By kok di kunci," Naufal masih saja berusaha membuka pintu kamarnya.


"SAYANG BUKA PINTUNYA NANTI AKU TIDUR DIMANA?,"teriak Naufal dengan panik.


"DILUAR!" kedua mata Naufal melotot saat mendengar jawaban istrinya itu, lelaki itu nampak bener bener semakin panik.


Brak.. brak. Brak


"BY BUKA PINTUNYA KALAU TIDUR DILUAR DINGIN, BANYAK NYAMUK JUGA," teriak Naufal dengan tangan menggebrak-nggebrak pintu kamar.


"SAYANG MAAFIN AKU,"


"BY BUKAIN IHH,"


"BUKA PINTUNYA SAYANG,"


Naufal masih mencoba membuka pintu kamar nya dengan mulut terus berteriak agar dibukakan pintu nya.


Ceklek.


Pintu dibuka Naufal tersenyum manis, senyumnya luntur saat istrinya memberikan selimut,satu bantal serta obat nyamuk dan langsung kembali menutup serta mengunci pintu kamarnya.


"SAY.."


"NGGAK USAH BANYAK PROTES ATAU JANGAN PERNAH TIDUR SAMA AKU LAGI!" Ancaman Stevani membuat Naufal melototkan matanya, menghela nafas panjang lalu lelaki itu dengan gontai melangkah menuju lantai bawah.


TO BE CONTINUE...