
ALWAYS HAPPY
Sepanjang perjalanan Naufal tak henti hentinya tersenyum saat mengingat hadiah yang diberikan istrinya, satu tangan lelaki itu mengelus perut rata istrinya rasanya ia adalah lelaki paling bahagia didunia.
Dalam hatinya ia terus berterima kasih kepada Allah yang telah menitipkan hadiah terindah di dalam perut istrinya,ia juga berterima kasih banyak kepada orangtuanya yang telah menjodohkan maupun mempertemukan dirinya dengan perempuan nakal yang sialnya menjadi istri tercintanya.
"Mampir ke supermarket ya kita beli susu hamil,"ujar Naufal tangannya berganti mengelus rambut stevani.
Stevani yang semula memainkan ponselnya menoleh ke arah suaminya perempuan itu mengangguk untuk menjawab pertanyaan Naufal.
Naufal tersenyum manis rasanya setiap hari cintanya kepada Stevani semakin bertambah dan sekarang cintanya dibagi menjadi dua terbagi oleh anak yang dikandung istrinya itu.
"Kamu suka rasa apa?"tanya Naufal saat keduanya berdiri didepan rak susu ibu hamil.
"Aku suka semuanya jadi bingung mau yang mana,"stevani mengamati berbagai rasa susu didepannya.
Naufal mengaguk pelan lelaki itu mengambil semua kotak susu berbagai rasa didepanya.
Naufal mengambil 22 susu ibu hamil dengan merk sama dan menaruh ditroli yang dibawanya.
Stevani melotot melihat kelakuan suaminya itu.
"Sayang kamu ngapain masukin semua susu itu?"tanya stevani.
"Ya buat kamu minumlah biar anak kita sehat, makanya aku borong semua aja,"Naufal berkata santai.
"Sayang! ini kebanyakan jangan boros deh,"
"Nggak boros kok,"elak Naufal.
"Ini namanya boros, nanti kalau uang kamu habis aku nggak bisa lahiran gimana?"
"Nggak akan!, usaha aku akhir akhir ini lancar penghasilannya juga nambah drastis,"jelas Naufal.
"Astaga ambil satu aja yang rasa coklat,"
"Nggak, semuanya!,"
"Balikin!!,"
"Nggak by semuanya aja, nanti kita kesupermarket lain beli kotak susu lebih banyak lagi ini kayanya kurang,"jelas Naufal menatap susu hamil itu.
Stevani melotot tak habis pikir dengan suaminya ini, apa tadi katanya kesupermarket lain benar benar tak habis pikir.
"Ambil dua rasa coklat udah yang lain balikin,"tegas Stevani berkacak pinggang.
"Yaudah kalau nggak mau semua, 10 aja gimana?" Tawar Naufal.
"Nggak dua aja,"Stevani melototkan matanya.
"Oke 15 kotak susu,"lelaki itu mengembalikan susu itu ke tempat sebelumnya menyisakan 15 kotak susu hamil.
"Keban.."
"Diem atau aku cium kamu lagi, disini juga,"sela Naufal setelah melepas ******* singkat dibibir istrinya.
Stevani melotot saat suaminya menciumnya biarpun singkat tapi ini ditempat umum gadis itu menengok ke kanan kiri apakah ada yang melihat adegan tadi.
***
Stevani duduk diam dikursi yang berada dibalkon menikmati malam yang cukup dingin jam pukul 2 pagi dirinya terbangun, suaminya masih terlelap tidur.
Tangannya terus menerus mengusap perutnya yang masih rata,bibir mungil itu terus saja menyunggingkan senyuman
Ucapan dokter tadi sore terus berputar diotaknya.
"Saran saya ibu jangan keseringan mengendarai motor dan juga jangan terlalu capek usia kandungan ibu masih sangat rentan keguguran,"
Kalimat itu terus saja berputar layaknya kaset rusak dipikirannya. ingatan dirinya menangis karena tidak percaya bahwa dirinya mengandung lalu mengecek menggunakan testpack dan hasilnya dua garis ia benar benar menangis bahagia.
Tanpa sadar air matanya kembali menetes dengan senyum yang masih ia tampakkan diwajahnya.
"Hey kenapa menangis ditengah malam hmm,"ucapan seseorang membuat Stevani menoleh.
Suaminya duduk disebelahnya dengan celana pendek tanpa atasan.
"Ada apa?, ada masalah?"Naufal memeluk tubuh Stevani dari samping.
"Enggak,aku cuma keinget ucapan dokter tadi yang bilang kalau aku lagi hamil, aku seneng nggak nyangka bisa hamil anak kamu,"
"Nggak cuma kamu sayang aku juga,bahkan aku ngerasa jadi lelaki paling bahagia di dunia ini,"Stevani mendongak kepalanya menatap wajah suaminya.
"Pengen ke mall besok,"Stevani mendusel dusel didada suaminya.
"Mau beli baju baru, sepatu sama yang lain lain,"ucap Stevani.
Naufal tersenyum ini pertama kalinya istrinya mengajak ke mall untuk membeli barang dari awal pernikahan sampai sekarang kalau istrinya mengajak kemall hanya bermain di timezone tidak membeli apa apa hanya sekedar main dan makan.
Jika ingin membeli sesuatu perempuan itu tak mengajaknya melainkan lebih mengajak Tania sahabatnya, itu pun menggunakan uangnya sendiri tidak meminta padanya.
"Beli apa aja terserah kamu,"
"Mau kebunda dulu sama mama mau bilang kalau aku hamil,"Stevani terkekeh geli saat membayangkan expresi kaget kedua orangtuanya mengingat dirinya gadis nakal dulunya sekarang akan menjadi ibu.
"Iya nanti mampir oke, udah lama juga nggak kesama,"
"Aku ngantuk,"cicitnya Stevani mengeratkan pelukannya.
"Ayok masuk tidur lagi, diluar dingin nanti kamu masuk angin lagi,"Naufal mengendong istrinya didepan.
Stevani melingkar tangannya dileher Naufal kedua kakinya melingkar di pinggang suaminya.
"Kenapa ngeliatin aku terus katanya ngantuk,"heran Naufal saat dirinya membaringkan istrinya perempuan itu malah memandangi nya terus tanpa menutup matanya.
"Nggak papa, ayok tidur,"
"Yaudah"lelaki itu mengelus punggung Stevani memeluk tubuh perempuan itu dengan sesekali mengecup kening istrinya.
"Makasih udah bikin aku bahagia,"lirihnya perlahan lelaki itu memejamkan matanya menyusul istrinya yang sudah terlelap.
TO BE CONTINUED...