
HAPPY READING 😒
Naufal membuka pintu kamar memasuki kamar tersebut lalu melonggarkan dasinya dan menghempaskan tubuhnya disofa melirik jam tangannya menunjukkan pukul 7 malam.
Lelaki itu memejamkan matanya memijit pangkal hidungnya untuk mengurangi rasa pusing dikepalanya kerjaan dikantornya benar benar banyak membuat tubuhnya benar-benar kelelahan.
Suara gemericik air terdengar dipendengaran Naufal ia yakini istrinya sedang mandi.
Rasa pusingnya seketika hilang saat telinganya sudah tak mendengar suara gemericik air, itu tandanya istrinya sudah selesai mandi.
Ia benar benar kangen dengan dengan istri kecilnya itu kangen aroma tubuh gadis itu yang sangat candu baginya.
"Udah pulang?, Sana mandi,"tintah Stevani berjalan menuju lemari baju.
"Byyy,"
"Hmm,"
"Byy,"
Stevani yang sibuk memilih baju menoleh sekilas suaminya itu yang sekarang sudah berdiri disampingnya.
"Apa?,"gadis itu kembali memilih bajunya.
"Peluk,"rengeknya.
"Nggak, kamu belum mandi,"
"Aku pusing tau,"adunya dengan melengkungkan bibirnya kebawah.
"Yaudah mandi dulu nanti minum obatnya,"pinta Stevani.
"Nggak,obatnya itu dipeluk, dicium sama kamu,"tolak Naufal
"Mandi dulu nanti aku peluk, aku cium."
"Sekarang byyy,"lelaki itu merengek menggoyang lengan gadisnya.
"Mandi sana bau ih,"
Cup
"Udah sembuh,"
Naufal mencium sekilas bibir istrinya memamerkan deretan gigi rapihnya lalu berlari kecil menuju kamar mandi nya.
"SAYANG IH,"
Naufal keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya tangannya menyugar rambut basah nya kebelakang.
Glek
Naufal menghentikan langkahnya lelaki itu menelan salivanya dengan kasar saat melihat istrinya yang tengah menyisir rambut dengan baju yang Ia rasa tak pantas dikenakan tapi memanjakan matanya. eh..
Gadis itu memakai baju lingerie berwarna merah yang sangat memperlihatkan lekuk tubuhnya bahkan pakaian dalam gadis itu terlihat walau sedikit tidak jelas.
Lelaki itu mengerjakan matanya berkali-kali membuang pandangannya ke arah lain.
sial apa istrinya mencoba menggodanya kalau iya nakal sekali.
Naufal benar benar geram ia lelaki normal bagaimana pun ia punya nafsu dan sekarang nafsunya sedang diuji istri kecilnya itu.
"Byy kalau nggak mau bikin adek bayi jangan pakai baju kaya gitu,"peringat lelaki itu masih dengan pandangan yang enggan melihat istrinya takut takut dirinya akan lepas kontrol dan menerkam istrinya membawa kekasur lalu bertukar keringat.
Naufal tak habis pikir biasanya gadis itu hanya akan memakai hotpants dengan kaos oblong atau baju tidur tidak memakai pakaian laknat itu.
Tunggu sejak kapan istrinya mempunyai baju itu?
"Siapa bilang yang nggak mau bikin,"
Naufal menoleh langsung saat mendengar ucapan Stevani lelaki itu melotot,
istrinya bercanda kah?
Atau ia salah mendengar?
"Sayang ka..kamu be_
"Mau apa enggak?,"
Naufal melotot mendengar pertanyaan itu.
"Mak..maksudnya ma..u bi_
"Nggak mau bikin adek yaudah aku mau tidur kamu juga katanya pusingkan ya istirahat aja,"gadis itu mengedikan bahunya berjalan santai menuju kasurnya.
Naufal kembali melotot dengan cepat lelaki itu mengendong istrinya membawanya kekasur
Iya tak akan kehilangan kesempatan ini.
Stevani terkekeh geli mengalungkan tangannya dileher Naufal.
Ia rasa ini sudah waktunya ia memberikan semuanya untuk suaminya termasuk mahkotanya.
"Katanya pusing,"
"Udah ada obatnya,kamu obatnya,"lelaki itu mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu beneran kan nggak bercanda,"Naufal bertanya saat sudah membaringkan tubuh Stevani dikasur dan mengungkung tubuh gadis itu.
Cup
Stevani mengecup singkat bibir Naufal.
"Siapa yang pusing udah enggak kok,"elaknya.
"Bener?,"
"Iya byy sekarang ya Yaya,"
Stevani mengaguk pelan.
Naufal tersenyum lebar ia mulai menjelajahi area sensitif Stevani sepuluh menit kemudian lampu mereka meredup menjadi tamaram.
Hingga waktu bergulir,keduanya larut akan asmara yang petang itu suguhkan,menikmati malam selaku pasangan halal selayaknya menjadikan malam tersebut sebagai malam tak terlupakan sepanjang masa.
***
Naufal mengerjakan kedua matanya lelaki itu tersenyum manis melihat wajah istrinya yang masih terlelap tidur ia terkekeh saat mengingat kejadian malam yang menyenangkan.
Naufal melirik jam dinding pukul 8 pagi masih terlalu pagi untuk dirinya yang tidur jam 3 pagi.
Lelaki itu mengeratkan pelukannya menenggelamkan kepalanya diceruk leher wanitanya. benar bukan? Semalam ia sudah merubah Stevani yang semula gadisnya menjadi wanitanya.
Ah mengingat itu ia seperti ingin mengulanginya lagi.
Sinar matahari masuk melalui celah celah gorden kamarnya Stevani membuka matanya perlahan melirik jam dinding yang menunjukan pukul 11 siang .
Ah senyenyak itu kah dirinya tidur.
Stevani mendapati tangan Naufal yang melingkar di pinggang nya menatap wajah tampan suaminya membuatnya tersenyum manis pipinya memerah saat melihat kejadian semalam.
Tangan Stevani terangkat mengelus rahang tegas suaminya itu ia berkata, "hey bangun udah siang,"
"Hmm"
"Sayang bangun udah siang aku mau mandi,"
"Bentar satu jam lagi,"lelaki itu mengeratkan pelukannya.
Oh astaga apa apaan suaminya itu satu jam lagi biasanya orang yang tidur terus dibangunkan meminta tidur sebentar lagi hanya 5 menit kenapa ini satu jam?.
"Bangun ih,"
"Hmm,"lelaki itu masih tak melonggarkan pelukannya.
Stevani mengecup kedua mata Naufal ia mendekatkan bibirnya ke telinga lelaki itu.
"Mau mandi bareng nggak?,"bisiknya.
Ajaib suaminya itu hanya dua detik langsung membuka matanya tersenyum lebar menatap Stevani.
"Ayok,"
"Nggak, giliran dibisikin gitu aja langsung bangun,"Stevani menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Mandi sendiri sendiri,"ketusnya.
"Kok gitu bareng aja hemat air,"
"Nggak,"Stevani mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Kenapa ditutupin pake selimut?,"tanya Naufal mencekal tangan istrinya.
"Malu,"cicitnya.
"Kan semalam aku udah liat semua,"
Bugh
Stevani memukul lengan naufal cukup keras tetapi lelaki itu tertawa.
"Apa sih benerkan,"
"Huhh aku mau mandi,"
"Bentar dong,"lelaki itu menarik istrinya sampai terjatuh diatas tubuh Naufal.
Stevani melotot ia hendak bangkit tapi dengan cepat lelaki itu menahanya.
Naufal Tersenyum manis ia mengusap lembut punggung Stevani yang tanpa balutan apapun.
"Satu ronde lagi ya,"godanya mengecup leher Stevani.
Stevani melotot ia menggigit dada bidang Naufal Membuatnya mengeluh kesakitan.
"Kok digigit sih byy,"lelaki itu mengusap bekas gigitan istrinya
"Kamu kalau ngomong bikin aku kesel satu ronde satu ronde remuk badan aku,"kesalnya.
Naufal terkekeh
"Aku mau mandi,"Stevani hendak turun dari kasur lagi lagi tanganya dicekal Naufal.
"Apa lagi,"tangan satunya mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya.
"Aku nggak diundang?,"tanya Naufal.
"Undang apa?,"Stevani menyengit.
"Acara mandi bareng,"dengan cepat lelaki itu menarik selimut yang menutupi tubuh wanitanya lalu dengan cepat mengendong istrinya ala bridal style memasuki kamar mandi tanpa menghiraukan teriakan istrinya yang meminta diturunkan.
TO BE CONTINUE...