My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Mimpi buruk



Ajeng tersenyum bahagia kemudian berjalan kembali ke kamarnya dan menunggu rafi membawakannya segelas susu.


Didapur,Rafi membuatkan ajeng segelas susu ibu hamil.Saat Rafi sedang fokus mengaduk susu,ia dikejutkan dengan ibu ajeng yang muncul secara tiba tiba.


"Rafi?" Panggil mama ajeng.


"Eh Mama,kenapa ma?" Tanya rafi menaruh segelas susu di nampan kecil.


"Cuma ingin ngambil air saja,kamu ngapain?" Tanya mama ajeng mengisi gelas kosong dengan air dari dispenser.


"Buatin ajeng susu" Ucap rafi.


"Oalah,Rafi?" Panggil mama ajeng lagi.


"Iya ma?" Sahut rafi


"Terima kasih sudah mau menjaga dan mencintai anak saya" Ucap mama ajeng menggenggam tangan rafi.


"Terima kasih nak,kamu mau menerima kekurangan ajeng,kamu menerima sifat menyebalkan anak saya" Sambung mama ajeng sembari mengelus punggung tangan Rafi.


"Saya... yang seharusnya berterima kasih sama mama karena sudah melahirkan dan merawat putri cantik seperti ajeng" Ucap Rafi tersenyum tipis.


"Kita sama sama berterima kasih nak rafi" Ucap Mama ajeng tertawa pelan.


"Jaga anak dan cucu saya ya rafi,Saya berharap kalian bisa terus bersama hingga maut memisahkan" Ucap mama ajeng menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya.


"Jangan kamu marahin ajeng kalau ajeng salah,cukup kamu kasih dia penjelasan alasan kenapa kamu marah sama dia pasti dia langsung ngerti" Sambung mama ajeng.


"Anak kamu juga jangan sampai kamu bentak bentak kalau anak mu bikin kamu kesal" Ucap mama ajeng.


"Bisa mama percayakan ajeng dan cucu mama ke kamu?" Tanya mama ajeng.


"Bisa mah,sekarang rafi harus ke kamar ajeng mungkin sudah menunggu rafi" Ucap rafi berjalan ke kamar sembari membawa nampan kecil di tangannya.


Dan mama ajeng kembali ke kamarnya dengan membawa dua gelas air putih di kedua tangannya.


***


Dikamar,Ajeng yang sudah sangat mengantuk terpaksa membuka kedua matanya saat mendengar pintu kamar terbuka.


"Sayang?" Panggil rafi sembari meletakan nampan di atas meja.


"Rafi kamu lama sekali" Ucap ajeng duduk dan menyandarkan tubuhnya di headboard.


"Maaf..tadi aku ngobrol sama mama kamu sebentar,Tapi beneran aku gak minum susu untuk kamu" Ucap rafi sembari menunjukan Jari peace.


Ajeng tertawa kecil saat melihat tingkah bodoh suaminya dan seketika rasa kantuknya hilang karena kehadiran rafi.


"Kamu...jangan marah lagi ya?" Ucap rafi sembari memberikan gelas susu itu ke tangan ajeng.


"Aku marah sama kamu" Ucap ajeng cuek sembari meminum susu yang di pegangnya.


"Ta-tapi kenapa?kenapa kamu marah sama aku,kan seharusnya aku yang marah sama kamu?" Ucap rafi sembari memijat kaki istrinya tersebut.


"Ya aku marah sama kamu karena kamu marah-marahin aku waktu tadi sore" Ucap ajeng dengan wajah kesal.


"Maaf ya aku tidak sengaja marahin kamu,aku lagi kesal saja saat itu.Maafin aku ya?" Ucap rafi dengan senyum manisnya.


Ajeng meletakan gelas kosong di atas nampan dan menyingkirkan tangan rafi dari kakinya "Menyingkir lah aku ingin tidur" Ucap ajeng merebahkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya.


"Sayang,apa kamu sudah memaafkan ku?" Tanya rafi menyentuh bahu istrinya yang sedikit terbuka.


Ajeng hanya berdehem ''Hm" dan kembali menyingkirkan tangan rafi dari bahunya.


"Kau tidak tampan!" Ucap ajeng sedikit berteriak.


"Kalau aku tidak tampan,mungkin aku manis" Ucap Rafi sembari memainkan Rambut ajeng.


"Kau tidak manis!" Ucap ajeng sama seperti sebelumnya.


"Terserah kau saja lah,kalau kau tidak mau memaafkan ku lebih baik aku tidur di ruang kerja ku saja" Ucap rafi mengambil Bantal dan berjalan keluar kamar.


"Mungkin dengan cara ini dia mau memaafkan ku" Ucap rafi dalam hati sembari menutup pintu kamar dengan keras membuat ajeng mau tidak mau menoleh dan menatap pintu kamar.


"Dia benar benar pergi meninggalkan ku sendirian disini" Ucap ajeng lirih dan kembali memejamkan kedua matanya.


Lama kelamaan ajeng tertidur dengan pulas.Sama seperti ajeng,Rafi tertidur di sofa ruang kerjanya.


***


Pukul 00:09 pm,Ajeng terbangun karena mengalami mimpi buruk.Ia dikejar sekumpulan Zombie didalam kegelapan malam.


Dengan nafas terengah engah,ia berusaha menggerakan tubuhnya yang tiba tiba terasa sangat sulit untuk digerakan.


"Rafi?"Panggil ajeng lirih dan menggerakkan tangannya di tempat biasa rafi tidur.


"Kemana rafi?" Tanya ajeng pada dirinya sendiri.Ia mencoba untuk mengingat ingat,Ah ternyata rafi pergi tidur di ruang kerjanya.


Ajeng membalikan tubuhnya menghadap balkon kamar,tiba tiba muncul suara seperti orang yang mengetuk kaca balkon kamarnya.


Rasa takut kembali menghampirinya,Matanya tertuju pada Gorden kamar yang bergerak karena hembusan angin.


Karena takut,ajeng berlari meninggalkan kamarnya kemudian berjalan menuju ruang kerja suaminya.


Sunyi dan gelap,Pikirannya tertuju pada hal hal horor dan sosok Zombie yang akan secara tiba tiba menerkamnya.


Ia mempercepat langkahnya.tiba di depan ruang kerja rafi,Ajeng dengan cepat membuka pintu ruangan itu namun terkunci.


Ia menoleh ke kanan dan kiri dan ia melihat seperti seseorang yang berdiri menatap dirinya.


Ajeng menggedor gedor pintu itu dengan cepat hingga membuat rafi terbangun.


"Apa sudah pagi?" Tanya rafi mengucak matanya dan melihat ke arah jam dinding.


"Masih tengah malam,lebih baik lanjut tidur" Ucap rafi kembali merebahkan tubuhnya.


Namun matanya harus kembali terbuka karena mendengar ajeng memanggil namanya dengan suara seperti orang menangis.


"Rafi bukain pintunya,aku takut" Ucap ajeng dari balik pintu dan masih menggedor gedor pintu walau tidak sekeras sebelumnya.


CLEK Pintu terbuka,dan ajeng langsung memeluk Rafi dengan sangat erat lalu menangis dengan kencang.


Rafi tidak mau membangunkan orang orang dirumah dengan tangisan malam istrinya itu,menutup pintu dan menguncinya.


***


Halo semua!!


Jangan lupa baca novel ku yang berjudul "The Assassin" kasih like dan komennya ya.


Kalau sudah banyak insyaallah double eps untuk novel ini.


Terima kasih