
Rafi tidak mau membangunkan orang orang dirumah dengan tangisan malam istrinya itu,menutup pintu dan menguncinya.
"Ajeng,kamu kenapa?"Tanya rafi sembari mengelus punggung ajeng.
"Aku...takut" Ucap ajeng lirih diiringi sesenggukan.
Rafi membawa ajeng duduk di sofa tempat nya tidur kemudian menyelimuti ajeng dan menyuruhnya segera tidur.
"Tidurlah,tidak baik ibu hamil begadang" Ucap rafi mengelus rambut ajeng dan mencium kening istrinya.
Sofa ruang kerja rafi lumayan besar cukup untuk 2 tidur di sofa itu,Rafi membaringkan tubuhnya di samping ajeng dan tidur menghadap isterinya.
Ajeng menggenggam tangan rafi sangat erat dan memejamkan matanya.
Tetapi tiba tiba terlintas dibenaknya sebuah kue pie susu yang baru matang.
"Sayang?" Panggil ajeng sembari menggoyangkan tangan rafi.
Rafi yang sudah memasuki alam mimpi,harus kembali membuka matanya saat mendengar isterinya memanggil dirinya.
"Kenapa?" Tanya rafi yang tangannya masih dipegang ajeng.
"Aku mau kue pie susu" Ucap ajeng menatap Rafi dengan wajah imutnya.
Rafi membulatkan kedua matanya dan langsung bangun dari tidurnya kemudian melihat jam di dinding.
"Kau yang benar saja sayang?ini tengah malam lagi pula tidak ada toko kue yang buka di jam segini" Ucap rafi mengacak acak rambutnya dan mendengus kesal.
"Aku tidak menyuruhmu membeli tetapi..membuat,aku mau kamu buat pie nya sekarang" Ucap ajeng sembari memeluk rafi dari samping.
"Kau bercanda kan?aku tidak bisa membuat kue seperti itu" Pekik rafi menggenggam tangan ajeng.
"Bukan aku yang memintanya tetapi anak mu! Cepat buatkan,kau tidak mau kan saat anak mu lahir dia ngences gitu" Ucap ajeng menepuk bahu rafi.
"Cepatlah sayang" Ucap Ajeng.
"Ya ya baiklah" Ucap Rafi berjalan keluar ruang kerjanya menuju dapur dengan wajah kesalnya.
"Seharusnya aku tidak meninggalkan dia di kamar sendirian agar tidak mimpi buruk dan bangun ditengah malam,Dasar bodoh" Ucap rafi.
"Untung saja ada bahan bahannya" Ucap rafi sembari mengambil bahan bahan membuat pie susu dari kulkas dan meletakannya di atas meja makan.
Rafi mengambil wadah dari rak piring kemudian meletakannya di atas meja makan marmer.
Sebelum mencampurkan seluruh bahan,Rafi terlebih dahulu mengikuti cara orang membuat pie dari aplikasi youtube.
Ajeng sangat bosan berada diruangan Kerja rafi.
"Membosankan sekali" Ucap ajeng sembari melihat sekeliling ruangan.
Matanya tertuju pada lemari penyimpanan koleksi yang berada di samping meja kerja suaminya.
Ajeng mendatangi lemari tersebut kemudian membukanya.
"Wow keren" Ucap ajeng saat mengambil salah satu koleksi milik rafi yang tersusun rapi di lemari kaca tersebut.
"Ada Iron man"
"Captain america"
"Black widow"
"Semuanya ada,keren sekali" Ucap ajeng mengambil semua Koleksi superhero marvel milik rafi.
"Kenapa aku baru tahu kalau dia hobi mengoleksi hal hal seperti ini" Ucap ajeng sembari mengeluarkan Action figure Marvel dan meletakannya di atas meja kerja rafi.
"Dia bahkan punya yang terbaru dan termahal" Ucap ajeng memainkan Figure marvel seperti saat memainkan barbie barbie an.
Ajeng sama sekali tidak mengantuk bahkan jam sudah menunjukan pukul satu malam.
Ajeng menunggu Rafi yang dari tadi belum datang membawakannya Pie susu.
***
Rafi hampir selesai membuatkan ajeng pie susu.Sekarang ia menunggu pie itu matang setelah itu membawakannya ke ajeng kemudian kembali tidur.
"Lama sekali matangnya" Ucap rafi sembari mencuci wajahnya agar tidak mengantuk dan membiarkan pie itu gosong.
"Jam berapa ini" Ucap rafi sembari melihat Jam di ponselnya. "Waktu tidurku benar benar sudah berkurang" Sambung rafi.
Untuk menghilangkan rasa bosannya saat menunggu pie itu matang,Rafi mengetikan sebuah pesan singkat ke ajeng.
"Sayang kau sedang apa?Tunggu sebentar lagi pie ini akan matang" Rafi.
"Astaga aku lupa,kalau handphone ajeng rusak" Ucap rafi menepuk keningnya.
Tapi tiba tiba ajeng membalas pesan rafi,membuat rafi mendengus kesal karena ajeng membohonginya.
"Aku sedang bermain,cepatlah aku semakin lapar" Ajeng.
"Tukang bohong" Gumam rafi.
"Kau bermain apa?" Rafi
"Mainan yang ada di lemari dekat meja kerja mu" Ajeng
"Send picture" Ajeng mengirimkan sebuah gambar kepada rafi.
Rafi membuka gambar tersebut dan membulatkan kedua matanya "Ini kan koleksiku!" Pekik rafi.
"Astaga pie nya" Ucap rafi segera mematikan kompor dan meletakan pie tersebut di piring yang sudah ia siapkan.
***
Ajeng melirik ujung meja kerja rafi dan melihat beberapa Coklat di dalam wadah.
Ia mengambilnya dan memakannya.Tangannya kotor karena terkena sisa sisa coklat dan membuat action figure Rafi yang tadinya sangat bersih menjadi sangat kotor.
***
Jangan lupa baca " The Assassin " beri like dan komentarnya kalau hari ini pengen Triple eps.
Thank you