My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
98



Jonathan bersandar di pintu mobilnya untuk menunggu miranda , di depan pintu gerbang rumah Bilyam , mereka akan berangkat ke kampus bersama sama .


"Maaf membuatmu menunggu lama , Jo ." ucap Miranda sambil menenteng tas dan tiga buah buku di tangan kirinya .


"Tidak apa apa ," jawab Jonathan . Ia ikhlas menunggu , walau harus menunggu berapa lama , demi wanita yang ia cintai .


"Jo nanti malam aku di ajak kencan oleh Andre ." ucap Miranda dengan wajah berseri . Memang sudah sangat lama Miranda menaruh hati pada Andre . Dan ajakan Andre kencan malam ini merupakan harapan terbesar Miranda untuk bisa menjalin hubungan dengan laki laki itu ke depan nya nanti .


Jonathan mengeratkan rahangnya ,untuk menahan emosinya muncul ke permukaan wajahnya .


"Andre tidak baik untukmu Mira , Sudah berapa kali aku katakan ini padamu ,dia punya niat buruk di balik kebaikan dia ." ucap Jonathan .


"Itu hanya perasaan kamu saja ,Jo . Karena kamu terobsesi dengan ku ,bukan karena kamu mencintaiku , sehingga kamu tidak suka aku dekat dengan laki laki lain , iya kan ." ucap Miranda .


Miranda tau kalau Jonathan mencintainya , karena Jonathan sudah sering mengungkapkan perasaan nya itu dan selalu ia tolak ,maka karena itu Mira merasa cinta Jonathan padanya sebagai obsesi yang ingin memilikinya ,karena mereka bersama sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini kemana mana mereka selalu bersama .


 "Kamu itu egois Jo , kamu hanya memikirkan kebahagiaan mu sendiri ." teriak miranda kesal .Jonathan menepikan mobilnya dan menghentikan di bahu jalan .


"Aku pernah mendengarnya sendiri Mir . Rencana buruk Andre , kamu hanya akan di jadikan sebagai taruhan . Ok Kalau kamu pikir aku ngelakuin ini semua demi kebahagiaan aku sendiri , ya memang benar , aku hanya tidak mau kamu terluka , aku bahagia jika kamu bahagia , tapi . Aku juga akan sakit hati , jika kamu juga di sakiti mir . Jika Andre orang yang baik aku pasti akan mendukung kalian , tapi Andre bukan ..-


"Stooppp ? Cukup . Aku tidak suka kamu menjelek jelek kan andre , kamu hanya sahabat aku ,Jo .kamu tidak berhak mengatur kehidupan aku , siapa yang pantas dan siapa yang tidak pantas pacaran dengan aku ." ucap miranda dan Jonathan juga menganguk kan kepalanya .


"Dan satu lagi , kamu jangan pernah ganggu aku saat lagi sedang bersama dengan Andre , atau dengan laki laki lain , manapun . Kamu tidak berhak atas itu semua ." ucap Miranda sambil membuka pintu mobil Jonathan , tapi Jonathan dengan cepat manahan nya .


"Kamu mau kemana ." tanya Jonathan .


"Bukan urusan kamu , Jonathan ." sentak Miranda yang sudah tidak tahan dengan prilaku Jonathan . Yang ia rasa selalu mengatur hidupnya . Dan selalu melarangnya saat ingin pacaran dengan laki laki lain . Bahkan Jonathan melaporkan semuanya kepada papanya Bilyam , dan harus berakhir dengan mendengarkan cermah dari papanya semua itu karena Jonathan .


"Duduklah kembali ,aku akan mengantarkan kamu hingga kampus . Dan aku janji setelah ini aku tidak akan pernah menggangumu lagi ." ucap Jonathan dengan serius .


Miranda menyentak kan tangan nya dari pegangan tangan Jonathan. Lalu kembali duduk dan memasang sabuk pengaman nya . Sepanjang perjalanan menuju ke kampus miranda tidak ada yang buka mulut untuk bicara . Keduanya sama sama menutup mulut mereka rapat rapat .


Jonathan menepati janji nya seharian itu dia tidak menganggu miranda , menemuinya atau pun menelpon nya , Moranda juga tidak melihat wajah pria itu ,barang sedetik pun. Padahal miranda ingin minta tolong padanya . Ia lupa tidak membawa uang cash , dan dompetnya tertinggal di rumah . Terpaksa Miranda diam di dalam kelas menahan lapar .


Jonathan berjalan di koridor kampus , dari tempatnya berdiri ia melihat miranda berjalan bergandengan tangan dengan Andre . Ingin rasanya ia memisahkan mereka berdua dan menarik Miranda untuk pulang bersama dengan nya , tapi Jonathan sadar kalau dirinya melakukan itu semua hanya akan membuat miranda semakin membencinya . Oleh karena itu Jonathan memutus untuk melewati kedua .


"ehh bang melamun aja ." suara seseorang menggagetkan nya .


" Oh Menteng malik ibrahim , kamu bikin aku jantungan aja ." ucap Jonathan pada seorang pemuda yang menjadi tukang sapu di kampus itu . Abdul rahman seorang pemuda yang berasal dari sebuah pesantren . Yang tidak di ketahui asal usulnya oleh Jonathan tapi mereka berteman baik . Malik anak yang cerdas dan pinter . Walau dia masih duduk di bangku sma tapi dia bisa menyerap dan menjawab pelajaran di kampus . Karena malik sambil menyelam minum susu , kata pepatah . Sambil kerja sambil belajar .


"Maaf Lik aku buru buru ngak ada waktu ngobrol buat kamu . Kapan kapan aku hubungi kamu ya ." ucap Jonathan .


"Ya bang siap , hati hati bang ." jawab Malik .


Jonathan segera melangkah menetapkan hati dan pura pura tidak mengenal dia , sebenarnya Jonathan tau kalau Andre sedang taruhan untuk dapat memisahkan Jonathan dan Miranda yang terkenal lengket sejak dini .


"Jonathan ." panggil Miranda saat jonathan telah berada empat langkah di depan mereka . Jonathan membalik kan badan sambil mengangkat alisnya , menyakan ada apa tampa suara .


"Aku nanti pulang sama Andre , jadi kamu tidak usah nunggu Aku ." ucap Miranda dengan tersenyum tipis . Sedangkan Andre melihat Jonathan dengan senyum penuh dengan kemenangan .


Jonathan mengangguk santai seakan tidak terpengaruh dengan apa yang di lakukan oleh Andre .


"Ok ." jawab Jonathan dan pergi meninggalkan mereka berdua . Miranda mengerutkan keningnya saat melihat Jonathan pergi meninggalkan dirinya dengan begitu santainya . Biasanya dia tidak akan membiarkan miranda pergi begitu saja dengan Andre , tapi kali ini pria itu hanya mengatakan "Ok " dan pergi begitu saja .


Miranda mendesis saat merasakan ponselnya bergetar .dalam hati ia mengumpati Jonathan ,"laki laki itu memang tidak bisa di percaya . pasti dia telah mengadu kepada papa Bilyam .


Miranda segera mengambil ponselnya dari dalam tas . Ia kembali mengerutkan alisnya ternyata bukan notifikasi pesan dari papanya tetapi notifikasi promo kartu kuota .


"pesan dari siapa ." tanya Andre yang ikut ikutan melongok ke layar ponsel Miranda .yang sudah menggelap . Dan miranda hanya menggeleng kan kepala .


"Bukan dari siapa siapa , hanya operator yang menawarkan promo kartu perdana untuk kuota saja ." ucap Miranda jujur . Tapi entah kenapa seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ,Tapi entah apa itu .


"Kita jadi makan siang bersama kan ? ." tanya Andre sambil mengenggam tangan miranda dan menariknya masuk ke dalam mobilnya , yang ada di tempat parkiran .


 "Jadi dong ." jawab miranda . Tapi matanya tidak menatap ke arah Andre tapi matanya mencari keberadaan mobil Jonathan sahabatnya itu . Tapi mobil itu sudah tidak ada di parkiran itu. Miranda merasa ada yang kurang , tapi ia berusaha untuk menghiraukan nya . Karena ada Andre di sampingnya , dan ini juga sudah jadi keputusan nya .