
Angi terlalu larut dalam bacaan nya .sehingga ia tidak mengetahui kalau Jonathan telah selesai mandi dan berpakaian rapi .
"Sudah ." ucap Jonathan yang telah berdiri di depan Angi .membuat angi terkejut , Angi mengangkat kepalanya dan ia lihat Jo sudah berpakaian rapi
"iya sudah ayo kita turun ," ucap Angi sambil menggandeng tangan Jonathan .mereka berjalan menuju ke pintu kamar , Angi meletakan ibu jari di pintu tapi kunci pintu tidak terbuka . Angi mengerutkan keningnya kepada Jonathan
"Kamu merubah sandi pintu ."tanya Angi .
"Apa sandi itu bu ." tanya Jonatan.
"kunci pintu ." ucap Angi . Jonathan menggelengkan kepala.
"Tidak di ganti kok." ucapnya sambil meletak kan ibu jarinya di pintu dan pintupun terbuka . Angi paham Joshua sengaja menghapus sidik jarinya dari kunci pintu . Agar dirinya tidak bisa keluar .
Angi dan Jonathan berjalan menuruni tangga menuju meja makan dan di sana ia melihat Joshua telah menunggu dengan piyama tidur nya .
selama makan Joshua dan Angi diam tidak ada yang memulai bicara . Begitu juga dengan Jonathan dia menikmati makanan nya dengan lahap .
Angi menyelesaikan makan malam nya dengan cepat ia tidak ada selera makan dalam kecanggungan yang melanda mereka . Joshua tetap menyantap makanan nya seperti biasanya . Angi berdiri menuju ke ruang tamu menunggu mereka menyelesaikan makan nya . Setelah itu dia akan segera pulang .
***
Joshua dan Jonathan sedang ada di perjalanan menuju ke sekolah . Sesuai janji Joshua katakan kemarin ia akan mengantar dan menjemput Angi . Ia tidak akan membiarkan Angi bertemu dengan mantan kekasihnya yang b******k dan b******n itu .
Angi baru saja keluar dari rumahnya saat mobil mereka baru sampai di halaman kontrakan nya .
"Bu Angi ." teriak Jonathan dari dalam mobil nya . Angi menoleh sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya . Setelah memastikan ia mengunci rumahnya , Angi masuk ke dalam mobil Joshua .
Angi melihat Joshua hanya diam . Ia juga tau diamnya Joshua masih ada hubungan nya dengan kejadian semalam . Dan masih berlanjut hingga sampai sekarang , biktinya tau Angi masuk ke dalam mobil Joshua hanya melirik nya sekilas .
"Jo ." ini bekal untuk kamu , makan siang nanti ." ucap Angi dan Jo langsung memasukan nya ke dalam tasnya .
"nanti makan nya sama teman teman ya , karena ibu nanti siang ada meeting . Jadi ibu tidak bisa makan bareng kamu ." ucap Angi .
"iya ibu ." Jonathan mengangguk patuh .
Joshua melirik sebentar ke arah mereka berdua . Sebenarnya Joshua sangat iri kepada putranya , ia juga ingin di buatkan bekal seperti dia . Tapi sekarang ia sedang marah , ia putuskan akan minta di lain hari kalau sudah tidak kesal
Joshua mengangkat alisnya sambil menatap Angi , saat Angi menyodorkan kotak makan berwarna biru ke arahnya .
"Tadi aku buat lebih , rencananya aku mau berikan kepada Lisa . Tapi karena bapak sudah menjemput aku , maka ini buat bapak saja sebagai tanda terimakasih Aku ." jelas Anhi dwngan santai .Ia sudah tidak merasa marah dan kesal seperti semalam..
"Bapak tidak mau ? Tanya Angi setelah tidak ada bergerakan dari Joshua untuk menerima kotak bekal darinya
"Siapa bilang ." Joshua segera menyambar kotak bekal itu dengan cepat .
"Terimakasih ." ucap Joshua dwngan pelan .
"Sama sama pak ." jawab Angi .
***
"Bu Angi baru bangun ya ." ternyata Anaknya sedang melakukan vidio coll dengan Angi .
"Ibu sudah bangun sejak tadi kok ." jawab Angi dari sebrang telepon . Ia memang sudah bangun sejak tadi hanya saja ia malas untuk turun dari kasurnya .
"Kenapa ibu masih pakai selimut ." tanya jonathan lucu . Angi terkekeh mendengarnya .
"Sebenarnya ini masih terlalu pagi untuk ibu bangun sayang . Jadi ibu ngak turun dari kasur ." jawab Angi dengan sabar .
"O ."mulut Jonathan membentuk huruf o sambil manggut manggut .
"Bu Angi hari ini datang ke rumah Jo tidak ." tanya Jo penuh harap , tapi sayangnya Angi menggelengkan kepala .
"Maaf ya , hari ini kan hari minggu jadi Ibu libur ." jawab Angi lembut .
"Ibu pasti akan kencan dengan pak Agus kan ." tanya Jonathan dengan cemberut .dia ingat perkataan gurunya itu kemarin . Yang meminta agar Jo menjauh dari Angi .
Joshua membulatkan matanya , mendengar putranya bicara seperti itu . Ia tidak tau dari mana putranya mendapat kosa kata orang dewasa seperti itu . Joshua tetap diam di tempatnya , ia ingin mendengar jawaban dari wanita di sebran^ telepon itu .
Angi malah tertawa keras , ia merasa gemas melihat wajah Jonathan yang cemberut ." ya ampun dari mana kamu dapatkan kata kencan itu ." tanya Angi .
"kemarin pak Agus yang bilang padaku , kalau dia akan kencan dengan bu Angi di hari minggu , dia juga bilang pada Jo , Agar Jo jauh jauh dari bu Angi . Karena nanti bu Angi akan punya anak sendiri dengan pak Agus ." jelas Jonathan .
Angi mendegus sebal karena Agus telah menyebar berita hoax .lagi pula siapa yang mau menikah dengan laki laki seperti itu . sungut Angi dalam hati .
"itu tidak benar sayang , hari ini ibu mau bertemu dengan tante Lisa ." memang benar Angi ada janji untuk ;ertemu dengan Lisa .
"dengan Mira juga ." tanya Jonathan dengan nada antusias .
"tidak sayang , miranda tidak ikut ." Angi dan lisa hari ini bertemu untuk me time . Mumpung majikan lisa pergi ke rumah orang tuanya .
Joshua melihat mereka berdua akan mengakhiri panggilan nya dengan cepat Joshua mengambil alih iapad Jonathan .
"Aku tidak suka kamu dekat dekat dengan pria yang bernama Agus itu ." ucap Joshua dengan keras .
"Aku tidak dekat dengan nya pak ." Angi sebenarnya malas berdebat dengan pria itu dengan masalah itu terus menerus .
" katakan padanya , Agar tidak menyampaikan hal dan kata kata yang tidak baik atau tidak pantas pada Jonathan ." ucap Joshua lagi .
"Baik pak , besok aku akan menemuinya dan mengatakan padanya ." ucap Angi patuh .
"kamu tidak usah menemuinya , saya tidak suka kamu bertemu dengan dia ." Angi mendegus kesal .
"Bapak ...bspak . Bukan nya tadi bapak yang menyuruh aku memperingatkan dia ." kata Angi geram dengan tingkah laki laki itu .
" ia memang tapi kamu tidak harus bertemu dengan nya ."
"Bsik aku akan kirim pesan lewat WA ." Angi mencoba untuk sabar .
"o jadi kamu menyimpan nomornya , segera hapus kalau kamu tidak ingin saya yang menghapusnya ." Joshua tidak suka membayangkan Angi bertukar pesan dengan pria lain .