
Bilyam sangat bangga dengan kemampuan putrinya .
"Ya beda dong pa , itu W 0 bidang keterampilan ,bakat yang Mira minati sejak kecil , ini perusahaan yang mempunyai ribuan karyawan . Tidak pa , aku tidak sanggup , bagaimana nasib mereka jadi bawahan aku ." sunggut mira .
"Ya sudah kalau begitu kembali ke meja kerjamu kalau tidak aku tambah kebebasan kamu enam bulan lagi .
"Papa ." Mira berdiri sambil menghentak kan kakainya ke lantai . Bibir nya mengerucut ke depan . Bilyam terkekeh melihat kelucuan wajah putrinya .
"Iya iya sayang , tiga bulan lagi kamu boleh resign ." ucap Bilyam membuat Mira segera keluar ruangan Papanya dan kembali ke meja kerjanya .
Tidak terasa waktu sudah sore waktunya pulang kerja . Mira segera membereskan barang barangnya . Setelah semua sudah beres Mira mengetuk pintu kerja papanya .
"Papa belum mau pulang ? ." tanya Mira yang hanya menyembulkan kepalanya di balik pintu . Bilyam selalu tersenyum melihat tingkah putrinya .
"Kamu pulang duluan saja sayang , papa masih harus memeriksa satu berkas lagi ." ucap Bilyam . Mira segera membuka lebar pintu ruangan papanya dan segera masuk . Ia berdiri di depan Bilyamsambil memicingkan matanya . Papanya bilang satu berkas , bisa bisa menjadi dua atau tiga berkas . Mira tidak ingin papanya jatuh sakit .
"Pa ." sapa Mira dengan suara pelan .
"iya sayang ." jawab Bilyam .
"Papa sadar tidak , kalau papa itu sudah tua .wajah papa juga sudah berkerut , papa tidak takut sama mama yang masih begitu muda cari suami baru yang lebih muda ." ucap Mira dengan tegas , Bilyam langsung menatap putrinya .
"Benar pa , mama masih cantik dan segar , kemarin saja teman cowok aku ada yang titip salam buat mama ." Bilyam langsung menutup berkas dan semua pekerjaan nya . Mira menyembunyikan senyumnya . Melihat tingkah papanya yang terpancing oleh omongan nya .
"Teman kamu yang mana ." tanya Bilyam dengan wajah mengeras .
"Apa temanmu yang pernah datang ke rumah ." tambah Bilyam .
"Teman aku satu satunya yang pernah datng ke rumah hanya satu pa , Jonathan ." jawab Mira .
"Lalu bagaimana teman kamu itu bisa mengenal istri papa ." tanya Bilyam penasaran .
"Dari instagran sosial media mira pa ." jawab Mira dengan polos .
" Papa , mau kamu hapus semua foto foto mama kamu dari sosmed kamu . Kalau sampai besok belum juga kamu hapus , papa tidak akan segan untuk menghancurkan ponsel dan semua akun sosmed kamu ." ucap Bilyam dan langsung pergi dari ruang jaerjanya begitu saja tanpa bicara apa apa .
Mira hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal , sifat papanya tidak pernah berubah posesif dan cemburuan , dan semakin tua bukan semakin berubah tapi semakin menjadi . Tapi Mira bersyukur mama sambungnya tidak merasa terganggu oleh sifat Papanya . Ia begitu menimati keposesifan pria yang ia cintai itu .
***
Miranda mampir ke mall sebentar , sebelum pulang ke apartemen untuk sekwdar membuang penat setelah seharian bekerja .mira berdiri di sebuah toko baju . Ia menatap sebuah gaun yang terpasang di manekin , gaun itu sangat menarik perhatian nya tanpa menunggu lama mira masuk dan mendekatinya .
"Mbak saya mau ini ..
"Aku mau beli ini ." seorang wanita datang dari belakang Mira juga ikut menyentuh baju yang di ingin kan oleh Mira .
"Ini masih ada stock yang lain mbak ." tanya mira kepada pengawai toko .
"Maaf kak , itu tinggal satu itu saja . Di sana masih banyak model lain dengan warna yang sama kok kak ." jawab pegawai itu memberikan solusi pada mereka . Mira yang tidak ingin cari masalah dengan sesama wanita , memilih untuk mengalah .
"ya sudah berikan ini pada dia saja ,biar aku cari yang lain." ucap mira sambil terseyum tipis .
"Sayang ."miranda yang akan melangkah pergi menghentikan langkahnya . Ia seakan mengenali suara pria itu .miranda membalikan badan dan benar suara pria itu adalah pria yang selama ini ia tunggu tunggu ."JO "
"Sayang, lihat aku beli baju yang ini saja." ucap wanita yang berebut baju dengan Miranda tadi . Dan pria yang tidak lain adalah Jonathan itu pun mwngangguk .
"Masih ada lagi yang ingin kamu beli ." tanya Jonathan balik pada wanita yang mira anggap lebih muda darinya itu .
"Tidak ada , sudah ini saja cukup ." ucap wanita itu .
Miranda terpaku melihat keduanya yang kelihatan bwgitu romantis dan sangat itim di mata Miranda .
"Jonathan ." Miranda memberanikan diri untuk menyapa .
"Oh , hai miranda ." sapa balik Jonathan dengan suara dingin .
"Hai apa kabar lama tidak bertemu ." tanya Miranda ."tanya miranda dengan perasaan bergetar menahan rindu . Inhin sekali ia memeluk pria itu tapi melihat wanita di samping Jonathan memeluk erat lengan Jonathan ia mengurungkan diri .
"Kamu kenal dia .,Yang ." tanya wanita itu dengan manja . Jonathan mengangguk .
"Ya , dia dulu teman sekolah aku ." jawab Jonathan tanpa melihat ke arah Miranda .
"Mira kenalin dia , Rania tunangan aku . " wanita yang bernama Rania itu mengulurkan tangan nya memperkenalkan diri kepada Miranda .miranda juga menyambut tangan Rania .
"Hai mira , senang berkenalan dengan kamu . Dan terimakasih sudah mau memberikan baju ini kepada ku ." ucap Rania yang hanya di angguki olwh miranda dengan senyuman yang tipis .
"Saya juga senang berkenalan dwngan mu ." ucap Mira sambil melihat ke arah Jonathan , tapi Jonathan membuang pandangan nya .
"Maaf kalau begitu saya permisi dulu ." ucap miranda yang tak kuasa memandang mereka berdua terlalu lama .
Tapi nyatanya miranda tidak langsung pergi dari tempat itu . Ia belum percaya dengan pendengaran dan penglihatan nya . Ia berdiri tidak jauh dari jonathan dan tunangan nya itu . Ia ingin memastikan semuanya walau ia tau itu semua akan membuat hatinya terluka dan semakin sakit .
Dia hanya ingin membuktikan kalau Jonathan sedang ngeprank atau berbohong pada dirinya . Nyatanya sejauh ini tidak , mereka benar benar sepasang kekasih yang saling mencintai .
Mira menghapus sudut matanya yang basah , ia memilih mengakhiri untuk menguntit kedua pasangan itu , Mira pergi meninggalkan mall dan pergi memasuki mobilnya yang dia parkir di parkiran Mall . Mira menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan pelan .ia mengulanginya berulang kali hingga rasa sesak di dadanya berkurang .
Tapi , ia salah rasa sesak di dadanya bukan nya semakin hilang tapi semakin tambah . Karena tanpa sengaja matanya menatap kedua pasangan itu berjalan ke arah mobilnya , yang ternyata mobil Jonathan di parkir tepat di samping mobilnya . Miranda tertawa sendiri merasakan semuanya begitu lucu nasib dan takdir yang ia alami .
Miranda terkekeh kecil melihat semua ini ." lucu sekali ." gumamnya seakan dunia pun ikut mengolok dan mengejeknya atas kebodohan di masa lalu nya yang telah menolak cinta Jonathan .