
"Momy suka tidak sama Dady ." tanya jonathan kemudian .
"eh ." Angi gagap dia tidak tau harus jawab apa .
"Jonathan suka sama Momy , Momy juga suka sama Jonathan . Dady juga suka sama Momy , terus Momy ...? Jonathan menaikkan alisnya sangat lucu .Angi merasa Jonathan akan menyelamatkan dirinya , ternyata Jonathan malah membuat dirinya semakin terjebak .
"I iya Momy juga suka sama Dady ." ucap Angi gugup .
"Yeeea kita semua saling menyukai ." teriak Jonathan dengan ceria . Sementara sudut Bibir Joshua tertarik membentuk senyuman lebar .
"Senja , apa itu artinya kita jadian ." bisik Joshua di dekat telinga Angi .
"Maksudnya ." Angi menjauhkan wajahnya dan menatap ke arah Joshua . Bukan dirinya tidak mengerti apa Arti "jadian " yang Joshua ucapkan . Ia hanya ingin memperjelas nya agar tidak salah mengartikan .
Angi takut "siapa tau kalau pria itu hanya bercanda ." namun Joshua kembali berbisik mendekat ke telinga Angi .
"Artinya kamu sekarang milik saya ." jawab Joshua . Dan menjauhkan wajahnya dari telinga Angi . Dengan senyum yang tidak pernah pudar .
"Tapi aku kan tidak bilang Iya pak ." tolak Angi setengah hati .karena setengahnya lagi ia mengiya kan keputusan Joshua .
"Tapi kan, kamu kan juga bilang kalau menyukai saya ." ucap Joshua .
Angi merenggut , ia tidak bisa mengelak sama sekali ." Iya memang aku menyukai bapak tapi aku belum menyetujui kita jadian ." ucap Angi .
"Kenapa , kenapa kamu tidak mau kita jadian dan saling memiliki ."tanya Joshua .dengan wajah yang serius .kali ini ia akan menjauhi Angi bila jawaban nya bisa masuk di akal .
"Karena kita tidak saling mencintai pak . Hanya saling menyukai saja tidak cukup untuk saling memiliki ."jawab Angi .
Joshua diam sejenak , ya memang kalau di tanya tentang cinta , jawaban nya Joshua memang belum mencintai Angi . Seutuhnya , hatinya masih milik mendiang Istrinya . Yang ia miliki kepada Angi masih sekedar rasa suka tidak lebih . Mereka cukup lama saling diam dalam pikiran masing masing .
"Momy Jo ngantuk ." ucap Jonathan sambil menguap ia menutup mulutnya dengan satu tangan nya .
"Sini , tidur di sini ." ucap Angi sambil menepuk pahanya , memberi isyarat pada Jonathan agar tidur di pangkuan nya . Dengan senang hati Jonathan segera membaringkan kepalanya di paha Angi . Jo segera menutup matanya saat tangan Angi mengelus kepalanya .tidak butuh waktu lama Jo sudah tertidur .
Mungkin kecapekan karena terlalu lama main ipadnya . Angi masih tetap setia dengan penuh kasih sayang mengusap kepala Jonathan . Sambil memperhatikan wajah damai anak kecil itu .
Melihat perhatian Angi pada Jonathan ia membulatkan hatinya untuk memiliki Angi .
"Saya memang belum mencintai kamu , tapi saya bisa janjikan kesetiaan untuk kamu . " ucap Joshua memecah keheningan di antara mereka .
Angi mengalihkan pandangan nya dari Jonathan . matanya terperangkap dalam pusara mata tajam Joshua .
Angi bisa merasakan sakit di dadanya , karena degup jantungnya yang sangat kencang mungkin bisa kedengaran sampai ke telinga Joshua .
"Aku ...ekhemm ." Angi kehilangan suaranya . Ia berdehem.untuk membersihkan tenggorokan nya .
"Aku tidak bisa memberikan jawzban nya sekarang . Aku butuh waktu pak ." jawab Angi pada Akhirnya .
" Berapa lama ." tanya joshua tidak sadar .
"Ha ."
"Berapa lama waktu yang kamu butuhkan ." ucap Joshua lagi .
"Beri aku waktu satu minggu pak ." jawab Angi
" itu terlalu lama , seharusnya satu hari sudah cukup ." protes Joshua .
"Tidak , satu hari dan besok kamu harus beri jawaban pada saya ." ucap Joshua .tidak mau menerima tawaran Angi .
"kalau bapak minta jawaban besok maka aku akan jawab tidak ." ucap Angi yang tidak mau kalah berdebat dengan Joshua .
" jadi kalau aku tunggu tiga hari lagi jawaban kamu iya ?."
"Iya ." tanpa pikir panjang Angi menjawab ya .
"Baiklah . Saya tunggu jawaban IYA kamu tiga hari lagi ." Joshua menekan kan kata iya dengan jelas .
"Eh , apa pak ." Angi merasa ada yang aneh dengan ucapan Joshua . Joshua hanyabtersenyum tanpa menanggapi pertanyaan Angi . Ia segera mengendong Jonathan dan membawanya masuk ke kamar Agi .
Angi sendiri masih duduk di tempat semula memikirkan perkataan janggal yang di ucapkan Joshua tadi .
"Eh ." Angi terkejut saat merasakan pahanya tertindih sesuatu .
"Gantian , tadi Jonathan yang tidur di sini sekarang gantian Dadynya ." ucap Joshua dan langsung menutup matanya dengan salah satu tangan Angi . Badan Angi menegang kaku seketika .
"Rileks Mom . Jangan tegang , Dady tidak akan mengigit kok ." ucap Joshua tanpa membuka matanya . Dan tersenyum saat mendengar Angi mendegus kasar
"Pak kakiku pegal dan keram nih." ucap Angi sambil mengguncang kakinya , setelah mereka diam hampir satu jam
" kalau Jonathan yang tidur di kakimu kuat dan betah tidur beginian setengah hari , sedang saya yang tidur baru sebentar saja , kamu sudah protes ." ucap Joshua , tapi tak urung dia tetap bangkit dari paha Angi .
" ya beda dong pak , Jonathan kan masih kecil ." ucap Angi sambil berdesis saat ia mencoba menukuk kakinya yang kesemutan
"Jangan bergerak dulu , biarkan hilang kesemutan nya dengan sendirinya ." ucap Joshua .
"Haus pak mau minum ." Joshua langsung berdiri menuju dapur dan mengambil segelas air untuk Angi .
"Ini minum ." Angi menerima gelas dari tangan Joshua dan segera meminumnya hampir setengahnya . Dan Angi langsung berdiri setelah kesemutan di kakinya sudah hilang
Angi berjalan menuju dapur . Ia ingin masak untuk makan malam ." Bapak mau makan apa malam ini .c tanya Angi karena hari juga sudah hampir gelap.
"Apa saja yang kamu masak , saya pasti makan ." ucap Joshua dengan manis . Angipun mengangguk dan mengeluarkan bahan bahan makan dari kulkas yang akan ia masak .
"Bapak ada alergi makanan ." tanya Angi .
"Tidak , saya aman semuanya ." jawab Joshua . Angi mengangguk dan mulai berkutat dengan barang barangnya sementara Joshua sibuk dengan ponselnya membalas email yang masuk .
Mereka berdua sibuk dan fokus pada kesibukan masing masing .Hingga mereka tidak menyadari bila Jonathan telah bangun dan duduk di meja makan .
" loh kamu sudah bangun ?." Angi baru sadar saat ia akan menyajikan masakan nya di meja .
"Iya mom ." ucap Jonathan sambil mengangguk dua kali .
"ya udah kamu panggil Dady makan malam dulu , sebelum kalian ganti baju dan pulang ." ucap Angi .
"Dady makan ." teriak Jonathan yang masih tetap duduk di meja makan
"Iya Jo ngak usah teriak juga Dady juga dengar kok ." ucap Joshua sambil meletak kan ponselnya di meja .kemudian berjalan ke meja makan dan duduk di samping putranya berhadapan dengan Angi .
"Maaf Dad ." ucap Jonathan .
"ya sudah lain kali jangan di ulangi lagi , itu nanti akan jadi kebiasaan ." nasehat Joshua . Mereka bertiga menikmati makan malam.bersama , sudah terasa seperti satu keluarga kecil yang bahagia .