My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
112



Jonathan masih menahan diri , ia mengepalkan tangan nya membayangkan Miranda jalan jalan dan bergandengan tangan dengan pria lain . Jonathan tidak akan mengijinkan nya , tidak akan pernah membiarkan miranda pergi dengan pria lain .


"Aku ada waktu selama empat hari di akhir bulan ini , bagaimana kalau kita pergi ?." ucap Mira , hari itu adalah hari di mana Jonathan dan Raina akan melangsungkan pertunangan . Dan pergi ke tempat jauh adalah pilihan yang baik untuk Mira .


"Kamu tidak boleh pergi di akhir bulan ." ucap Jonathan yang kini telah duduk di depan Mira .


"Kenapa ? Kenapa aku tidak boleh pergi ." Bukan mira yang menjawab ucapan Jonathan melainkan Bastian , Bastian menantang Jonathan sambil menatap remeh kepada Jonathan .


"Hari itu adalah hari di mana aku melangsungkan pertunangan , jadi kamu harus hadir ." ucap Jonathan . Bastian memicingkan alisnya .


"Jadi pria itu sudah punya kekasih , tapi masih mencintai wanita lain , menarik sekali ." gumam Bastian dalam hati .


"Aku akan tetap menghadiri pertunangan kamu dengan Raina , setelah itu aku akan pergi dengan Bastian ." ucap Mira . Mungkin mira harus bisa menahan rasa sakit hatinya , selama menghadiri pesta pertunangan Jonathan dan Raina ,setelah itu ia akan pergi bersama Bastian dan membuang semua perasaan nya kepada Jonathan di malioboro .


Setelah kembali dari malioboro ia berharap sudah bisa melupakan dan tidak berharap lagi kepada Jonathan nantinya , dan akan lebih baik lagi jika ia mampu membuka hatinya untuk laki laki lain.


"Om Bilyam tidak akan mungkin mengijinkan itu mira , jadi batalkan saja rencana bodohmu itu ." ucap Jonathan yakin , bila perlu ia akan katakan sendiri kepada Bilyam rencana Mira dan Bastian .


"Aku sendiri yang akan minta ijin kepada papanya Mira , kamu tidak usah khawatir sobat , aku pastikan Mira akan baik baik saja ." ucap Bastian , Jonathan mendengus dan kembali lagi ke tempat duduknya .Dia ingin sekali menendang wajah sombong pria itu .


"Jadi kita tetap bisa pergi ." tanya Mira memastikan nya .


"tentu ." jawab Bastian sambil mengangguk . Sementara Jonathan merasa tidak suka dengan rencana mereka berdua . Ia akan mencari cara untuk meminta kepada Bilyam bagaimana caranya untuk tidak mengijinkan miranda pergi .


"Mira boleh aku bertanya satu hal yang sedikit intim ." tanya Bastian ia menyeringai dalam hati saat melihat Jonathan tiba tiba langsung menoleh padanya dengan tatapan marah .


"Boleh tapi aku juga berhak untuk tidak harus menjawab kan ?." mira tidak mungkin untuk memberi jawaban . Jika pertanyaan yang Bastian tanyakan benar benar intim seperti yang dia katakan tadi .Bastian mengangguk dan mulai bertanya .


"Jadi ...berapa ukuran b*a kamu .?." Mira belum sempat menjawab tapi ia sudah keburu tersungkur .


Jonathan , entah bagaimana caranya ia telah berada di depan Bastian dan memukul wajah Bastian .


"Jonathan ." teriak Mira sambil menarik Jonathan dengan sekuat tenaga saat melihat laki laki itu masih bernafsu untuk menghajar Bastian .


"Kurang ajar laki laki b******n ."maki Jonathan dan kakinya masih terus menendang perut Bastian dengan kuat . Kemudian Jonathan berbalik dan menarik mira pergi meninggalkan tempat itu . Mira menoleh kepada Bastian dan meminta maaf tanpa suara .


"Masuk ."perintah Jonathan saat telah sampai di depan mobilnya .Mira melipat kedua tangan nya di depan dada . Dan menatap Jonathan dengan kesal .


"Kamu tidak seharusnya memukul Bastian seperti itu ." kata mira menegur Jonathan , sekarang ia merasa sangat bersalah pada Bastian .


"Dia pantas mendapatkan itu . Kamu jangan membelanya , sekarang kamu masuk ke dalam mobil , aku akan antar kamu pulang ." ucap Jonathan dengan tegas . Mira masih tetap di tempat memandang Jonathan dengan tatapan menantang .


"Masuk mira jangan sampai aku kehilangan kesabaran aku ." mira tetap berdiri tidak menghiraukan ancaman Jonathan .


"Aku pulang sama Bastian saja.-..


BUMM


Jonathan menutup pintu mobilnya dengan keras . Dan menatap Mira dengan tatapan tajam .


"Bukankah kamu bilang mencintai aku , tapi kenapa kamu pergi dengan laki laki lain , dan kenapa kamu selalu sebut sebut nama pria itu ." Jonathan mengepalkan tangan nya . Menahan emosinya agar tidak meledak ,ia tidak pernah semarah ini , bahkan saat mira terang terangan mengatakan kalau mencintai pria lain , saat mereka masih kuliah dulu .


"Memang aku mencintaimu , Jo. Tapi , aku sadar kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Kamu sudah menjadi milik orang lain , Apa menututmu aku masih pantas menyimpan cinta ini untuk laki laki yang sebentar lagi akan menjadi suami perempuan lain .? ."tanya Mira .


"Aku belum menjadi suami wanita itu ." jawab Jonathan dengan cepat .


"Tapi cepat atau lambat kamu akan menikahi Raina . Atau mungkin kamu berniat untuk membatalkan pernikahan mu . " tanya Mira ragu


"Jangan bercanda ,aku akan tetap menikah dengan dia setelah pertunangan kami ." jawab Jonathan .mira tersenyum menyembunyikan kesedihan di hatinya .


"Aku ucapkan selamat dan aku do'akan semoga kamu bahagia , dan do'akan juga aku agar bisa menemukan kebahagiaan dengan laki laki lain yang lebih baik nanti ." ucap Mira tulus .


"Tidak akan ." ucap Jonathan dalam hati . Tapi kenyataan nya gerakan fisiknya tak sesuai dengan kata hatinya , Jonathan justru mengangguk pendek .


"Sekarang sudah bisa aku antar kamu pulang ." tanya Jonathan sambil membuka pintu mobilnya .mempersilahkan Mira masuk lebih dulu . Namun mira menggeleng kan kepalanya menolak pulang dengan Jonathan .


"Kamu tau kan kalau aku masih mencintai kamu ?." tanya mira .


"iya " jawab Jonathan datar


"Aku ingin berusaha membuang perasaan ku ke kamu , maka dari itu kita harus menjaga jarak . Agar aku lebih mudah membuang perasaan ku . Kamu mau kan membantu aku , untuk melupakan kamu .? Jonathan membeku ,mendengar permintaan Mira . Ia menatap Mira dengan tatapan yang sulit di artikan .


"Jangan pernah kau membuang perasaan mu kepada ku . Karena aku juga tidak pernah melepaskan perasaan cintaku padamu Mira ." ucap Jonathan . Dan kata kata itu hanya mampu Jonathan ucapkan dalam hatinya .


Memang sejak awal Jonathan tidak pernah melupakan Mira sedetik pun , cintanya tetap utuh untuk perempuan itu . Jonathan yang terlalu gegabah , begitu cepat menerima perasaan Raina karena ia menyangka Miranda tidak akan pernah mencintainya .


Jonathan juga tidak mungkin meninggalkan Raina begitu saja karena hubungan mereka sudah terlalu jauh , dan sudah melibatkan keliarhga kedua belah pihak . Jonathan akhirnya mengangguk , menyetujui untuk mereka menjaga jarak .


"sekarang aku antar kamu pulang , anggap saja ini pertemuan kita untuk yang terakhir kalinya .." ucap Jonathan sambil.mengepalkan tangan nya yang ada di dalam saku .rasanya ia tidak rela berpisah dengan Mira . Ia ingin memiliki mira untuk selamanya .