
Nagita membuka kotak perhiasan itu .tiba tiba keningnya berkerut dan mata Lena melotot karena isi dari kotak perhiasan itu telah berubah ." hah..Tan , tadi aku melihat berlian di dalam kotak ini ." ucap Lena.
"Berlian apanya , ini hanya kalung manik manik Boneka barbe ." Nagita mengangkat kalung manik manik dari dalam kotak itu sambil melirik Lena dengan kesal.
"Apa kamu tidak bisa membedakan berlian langka dengan manik manik ." tanya Nagita sinis .ia merasa malu di depan Angi . Sebenarnya kedatangan nya ke rumah Angi juga atas ajakan Lena , bukan kemauan nya .
Lena menyakinkan Nagita kalau Angi telah memiliki banyak barang barang mahal dari Joshua yang di simpan di rumahnya , tapi sekarang apa yang dia temukan barang berharga tidak ia temukan hanya kalung manik manik .
"Tapi tante , benar aku tadi melihat dengan jelas di situ ada berlian nya ,aku percaya pasti ada yang menggantinya ."ucap Lena sambil menunjuk Jonathan yang tertidur pulas di atas kasur Angi .
"Dia , aku yakin dia yang menggantinya ." Lena menarik selimut Jonathan , dan Jonathan pun terbangun sambilmengucek matanya Jonathan memandang ke sekeliling .
"Oma ada di sini ." ucap Jonathan , Nagita mengangguk pelan .
"Momy ada apa ." tanya Jonathan turun dari kasurnya dan mendekati Angi dan berdiri di sampingny .
"Kamu kan yang menukar berlian di sini dengan manik manik ini ." tanya Lena sambil menyahut kotak perhiasan dari tangan Nagita dan ia tunjukan ke pada Jonathan .
Jonathan menggaruk ngaruk kepalanya sambil menatap Angi dan Omanya bergantian .
"Momy , manik manik itu apa ." tanya Jonathan dengan polosnya .
"kamu jangan pura pura dengan sikap polos kamu ." potong Lena
"Lena , sudah cukup." seeu Nagita kesal. " wanita ini benar benar tidak pernah bisa di andalkan , selalu saja membuat aku malu , di manapun mereka berdua berada . Bahkan di tempat kecil seperti ini .
"Jangan salahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri. Ayo kita pulang sekarang ." ucap Nagita menarik tangan Lena keluar dari rumah Angi
"Benar benar bikin malu ." ucap Nagita lagi saat mereka telah berada di dalam mobil .
"Tante aku yakin sekali , kalau aku tadi melihat berlian di sana ." ucap Lena masih saja ngotot .
"Lalu kamu menuduh kalau cucu ku yang menukarnya . Kamu ada otak tidak di sini ." ucap Nagita sambil menujuk kepala Lena dengan telunjuknya .
Lena hanya diam.. Perhiasan yang baru ia beli hilang begitu saja . Ia pikir tadi perhiasan itu akan kembali lagi kepadanya . Sudah lama ia pikirkan rencana itu dengan matang , tapi dewi fortuna benar benar tidak berpihak padanya .
Siapa sebenarnya yang telah menganti , isi kotak itu . Sedangkan orang satu satunya yang berada di dalam kamar Angi hanyalah Jonathan . Tapi ..di lihat dari gelagatnya anak itu sepertinya tidak tau apa apa . Apalagi Jonathan sedang tertidur pulas saat Lena masuk ke dalam.kamar Angi .
Lena kembali mengingat ingat ,mungkin kah perhiasan nya tertukar saat masih berada di rumah atau dirinya yang salah ambil kotak perhiasan nya dan di dalamnya bukan berlian tapi manik manik ? Tapi ia tidak punya manik manik
"Tidak aku harus kembali ke rumah Angi kembali , aku harus memastikan perhiasan mahal aku ada di sana atau tidak ." gumam Lena
***
Jonathan sedang memandang Anhi yang sedang sibuk memasak di dapur .ia mengeluarkan perhiasan dari saku celananya .ia sedang berpikir haruskah ia memberi tau momynya atau tidak .
Begitu Lena keluar Jonathan segera berdiri dan melihat isi kotak itu , seketika ia ingat sebuah drama ikan terbang yang selalu di tonton oleh pelayan di rumahnya , Dimana pemeran kedua ingin menjebak pemeran utamanya .
Jonathan mengambil manik mankk miranda yang ketinggalan di meja sekolahnya tadi dan ia tukar dengan perhiasan asli yang ada di dalam kotak itu . Jonathan tau itu barang kesayangan miranda , tapi ia harus mengorbankan itu demi menyelamatkan momynya . Dan besok dia harus meminta maaf pada miranda .
"Jo ,buka pintunya , sepertinya Dady kamu pulang ." teriak Angi dari dapur membuyarkan lamunan Jonathan .
Jonathan berdiri dari duduknya dan membuka tirai jendela ia mengintip sebentar , menyakinkan siapa yang datang , benar Dadynya pulang . Jonathan segera memutar kunci pintu rumah .
"Hallo jago'an dady ,mana Momymu ." ucap Joshua sambil mengelus kepala putranya .
"Momy lagi masak di dapur , Dad ." jawab Jonathan .
" Sayang , aku pulang ." teriak Joshua
"Ia aku tau , ngak usah teriak teriak begitu ." balas Angi .Joshua menghampiri Angi ke dapur . Ia letak kan tas kerja nya di atas meja makan dan berdiri di belakang Angi .
"Yang ,masak apa." tanya Joshua sambil meletakan kedua tangan nya di atas bahu Angi . Ingin nya melingkarkan tangan nya di pinggang ramping kekasihnya itu . Tapi ia takut akan di usir atau langsung di putuskan
"Jangan dekat dekat begini ,nanti di lihat Jonathan ." ucap Angi maju selangkah membuat jarak dengan Joshua .
"Jonathan ngak ada , dia ada di depan . Dia ngak akan lihat bahkan jika aku mencium kamu di sini..." Joshua menyentuh bibir bawah Angi . Angi membuka mulutnya dan mengigit jari Joshua .
"Akh... kenapa di gigit ," protes Joshua sambil mengibaskan tangan nya yang berdeyut bekas gigitan Angi .
"Makanya jangan ganggu , kamu tidak tau aku lagi apa ." sewot Angi .
"Aku ngak...
"Mandi dulu sayang...." potong Anhi dengan senyum manisnya .swnyuman yang kadang mampu membuat Joshua lupa daratan .
"kamu sudah mandi belum ." Joshua balik bertanya .
"Memang kenapa ?." tanya Angi
" kalau belum mandi ,Mau ngajak mandi bersama , masak mandinya tiap hari sama Jonathan . Mandi bareng kamu nya kapan ." Goda Joshua sambil mengedip kan mata genitnya kepada pujaan hatinya .
Angi meraih spatulanya tinggi tingi dan tangan satunya lagi juga meraih pisau kesayangan nya .
"Kamu mau ngapain ." tanya Joshua menatap ngeri pisau yang ada di tangan kekasihnya .
"Mungkin ada bagian salah satu daging dari badan kamu yang bisa aku tambahkan ks dalam masakan aku ." ucap Angi dengan tatapan mata ke arah bawah perut nya .Joahua menelan ludahnya sambil menutupi aset masa depan nya dengan Angi nanti .
"Aku mandi dulu ya yang ." ucap Joshua sambil berjalan pergi meninggalkan Angi yang masih berada di dapur .Angi hanya tersenyum geli ,menatap kepergian laki laki yang sangat ia cintai itu .