My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
33



Anggi pernah mendapati tatapan rindu sekaligus sedih pria itu pada dirinya . Bahkan ia pernah bertanya pada diri sendiri ." pernah kah mereka bertemu di masa lalu?.tapi seeras apapun Angi memikirkan dan mencari jawaban nya hasilnya tetap nol..


" mungkin karena aku menyukaimu ." jawab Joshua sambil menatap mata Angi intens . Karena mereka telah berada di tempat parkir garansi rumah Joshua .


Angi menatap mata Joshua tanpa gentar . Walau sebenarnya jantungnya berdetak tidak karuan .wanita itu sedang mencari kebohongan , tapi ia tidak menemukan kebohongan itu di mata Laki laki itu .


Lama keduanya saling bertatapan ,Angi tidak menemukan kebohongan di mata itu . Yang ada hanya tatapan ketulusan atau memang pria itu pandai menyembunyikan sesuatu Angi tidak tau .


"Haruskah saya mempercayai perkataan bapak itu ." tanya Angi .memastikan takut kalau itu hanya gurauan Joshua saja .


"Apakah saya kelihatan seperti pembohong ." tanya Joshua balik .Angi menggelengkan kepalanya .


"lalu masihkah kamu meragukan saya ." tanya Joshua lagi .


Angi menggeleng dan mengangguk ia bingung tidak tau harus bilang apa . Angi memutar otaknya untuk mencari cara mengakhiri perbincangan itu yang membuat kinerja jantungnya tidak beraturan .


"Pak bantu aku pindahin Jinathan dulu , kaki aku kesemutan ." ucap Angi dan hal itu berhasil mengalihkan pandangan Joshua . Dia segera turun dari mobil dan membuka pintu mobil samping Angi dan mengangkat badan putranya ke gendongan nya dan segera masuk ke dalam rumah .


Angi mengelus dadanya yang masih berdetak kencang . Ia menyahut tasnya dan mengikuti masuk ke rumah mewah Joshua .


Angi memilih duduk sofa ruang tamu sambil menyelonjorkan kakinya yang memang kram dan sedikit kesemutan . Tak lama kemudian datang seorang pelayan membawakan minum untuknya .


"Terimakasih ." ucap Angi sambil tersenyum sopan .


"Sama sama nyonya ." jawab pelayan itu . Angi maunya langsung pulang , tapi ia harus menunggu Joshua untuk pamitan . Begitu melihat Joshua turun dari lantai atas tak ingin menunggu Angi langsung bicara .


"Aku boleh langsung pulang sekarang pak ." tanya Angi sambil meletakan gelasnya yang tinggal separuh isinya . Joshua sudah berganti pakaian biasa yaitu kaos polos berwarna hitam dan celana pendek sebatas lutut .


"Kenapa buru buru pulang kita busa makan malam bersama baru pulang ." jawab Joshua sambil meraih remot dan menyalakan tv .


"Aku juga butuh mandi dan istirahat pak ." jawab Angi .


"Kamu bisa mandi di kamar saya ." tawar Joshua dia engan melepas wanita itu pergi . Rasanya ia masih ingin berlama lama dengan Angi .


Angi menatap Joshua dengan tatapan curiga ."Bapak merencanakan sesuatu ya , mencurigakan ." ucap Angi terus terang .


"Saya tidak merencanakan apapun . Saya hanya ingin menyambung pembicaraan kita tadi yang belum selesai ." ucap Joshua .


"Pembicaraan yang mana ? ,"jantung Angi kembali berdetak kencang ,ia kira Joshua tidak akan mengungkit hal itu lagi .


"pembicaraan kita saat di mobil tadi . Perasaan tentang suka saya . Dan saya juga ingin tau tentang perasaanmu kepada saya ." jawab Joshua.


"Aku suka sama Bapak sebagai Bos , karena Bapak Royal memberi gaji ." ucap Angi sambil nyengir tapi di dalam hatinya berkata lain . Ia tidak berani mengatakan kalau ia juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang di rasakan oleh Joshua .ia butuh banyak waktu untuk menyakinkan dirinya .


"Ngomong ngomong pak., hari ini tanggal gajian aku . Tapi bapak belum mentranfernya ." ucap Angi .


Joshua langsung mengambil ponselnya dan membuka baking banknya dan mengetik nominal dan ia kirim ke rekening Angi .


"Sudah saya tranfer .." ucap Joshua dengan menahan kesal . Ia kesal Angi selalu saja bisa mengalihkan pembicaraan . Cepat cepat Angi memeriksa M banking nya .


"senja ."


"Iya pak ." jawab Angi .


"Jonathan memanggilmu Momy , Apa kamu tidak bisa merubah panggilanmu kepada saya ." ucap Joshua .


"Bapak mau di panggil apa? ." tanya Angi , walau sebenarnya Angi lebih nyaman memanggil Joshua dwngan panggilan bapak .


"Apa saja , sayang juga boleh ." ucap Joshua mengulum bibirnya melihat ekspresi horor yang di tunjukan oleh Angi .


"Aku ngak mungkin panggil nama , bapak kan lebih tua dari aku , panggil kakak juga ngak mungkin , bagaimana kalau panggil Abang saja . Bang Joshua ." usul Angi .sambil mengeyahkan godaan yang menyuruhnya pria itu memanggilnya sayang .


"Emang saya Abang penjual bakso . Engak ganti yang lain ." ucap Joshua .


"Ya udah , bapak ajalah , Aku sudah nyaman ini ." ucap Angi memutuskan dan mengakhiri perdebatan itu .


"Jadi kamu nyaman sama saya ." Angi mengangguk tanpa mencerna maksud ucapan Joshua .


"Harusnya sih kita dah menjalin hubungan karena saya dan kamu sama sama sudah nyaman ." ucap Joshua .


***


Jam sekolah telah berakhir sepuluh menit yang lalu , Angi masih setia berada di ruang guru .sementara Jonathan telah di jemput oleh omanya , ibu tiri dari Joshua . Jadi hari ini Angi bisa libur .


Angi meraih tas cangklongnya kemudian ia slemplangkan di bahunya . Dan segera keluar dari ruang guru . Namun ia merasa ada yang ketinggalan .setelah ia cek kembali tidak ada hanya hatinya yang merasa cemas tidak tenang , ia terus mengingat ingat apa yang kurang .


Jonathan , tiba tiba nama itulah yang muncul di pikiran nya . Ia menepuk keningnya sudah terbiasa tiap hari dengan Jonathan merasa tidak lengkap hari harinya tanpa anak kecil itu .Angi menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya dengan pelan . Kemudian ia melangkah pergi meninggalkan gedung sekolah .


"pelangi ."


Angi menoleh ke arah asal suara yang memanggil namanya .


"Kamu pelangi senja kan ." tanya seorang wanita yang berdiri tidak jauh darinya .


"Iya benar , saya pelangi senja . Maaf Anda siapa ya ." tanya Angi , Angi mengerutkan keningnya . karena ia merasa tidak pernah bertemu atau mengenal wanita cantik itu .


" Bisa bicara sebentar ." ucap wanita itu tidak menjawab pertanyaan Angi tapi malah balik bertanya .


"Saya tidak mengenal anda ,dan saya kira tidak ada yang perlu kita bicarakan ." jawab Angi tegas dan membalik kan badan untuk melangkah pergi , meninggalkan wanita itu . Ia berpikir negatif kalau wanita itu salah satu dari komplotan penipu .


"Kamu kenal Joshua dan Jonathan bukan ." ucap Wanita itu . Angi kembali berbalik badan . Ia mengamati kembali wanita itu sejenak hingga akhirnya Angi mengangguk .


"Kalau bwgitu kita memiliki hal untuk di bicarakan , tapi kalau kamu tidak bersedia , aku tidak masalah ." ucap wanita itu .


Ucapan Wanita itu membuat Angi jadi penasaran ." Baiklah ." ucap Angi menyetujui ajakan percakapan wanita itu .


Mereka berdua segera pergi meninggalkan sekolahan bersama sama menuju ke sebuah kafe . Yang dekat dengan sekolahan tempat Angi mengajar .kafe itu tiada lain adalah kafe Dilan mantan nya Angi .Mereka duduk berhadapan dan memesan nasi goreng seafood .