
"Semua makanan itu sama sayang , kamu tidak boleh pilih pilih , kalau kamu pilih pilih akhirnya kamu seperti ini , kurusan . Nanti kalau ada angin kencang kamu bisa melayang di tiup angin ." ucap Angi .
"Tapi Jonathan sudah terbiasa dengan masakan Momy , Makanya Momy jangan pergi lagi , biar Jo makan nya lebih banyak lagi ." ucap Jonathan .
"Kamu sudah makan malam ." tanya Angi mengalihkan pembicaraan ia tidak ingin terjebak oleh perkataan Jonathan . Yang memintanya untuk tidak pergi lagi . Karena jujur saja saat ini dia tak mampu untuk langsung kembali pada Joshua . ia butuh waktu untuk berpikir ulang .
Luka di hatinya belum mengering , masih segar dalam ingatan nya bagaimana Joshua menghinanya juga kata kata yang di lontarkan oleh Nagita .Wanita paru baya itu sangat berpengaruh besar dalam keputusan nya untuk tidak kembali lagi kepada Joshua .
"Belum Mom ,kami belum makan malam ." bukan Jonathan yang menjawab melainkan Joshua . Angi menatap Joshua dengan tatapan tidak suka , tapi tidak di hiraukan oleh Joshua , pria itu pura pura tidak melihat ke arah Angi .
Angi membawa Jonathan masuk ke kamarnya dan duduk di atas ranjangnya ."Jonathan mau makan apa." tanya Angi , sementara Joshua berdiri di tengah kamar tidah jauh dari mereka .
"Jo mau makan Ayam kecap buatan Momy ." Jawab Jonathan riang.
"Kita makan di luar saja ya , Momy tidak mungkin sekarang masak , karena disini tidak ada tempat untuk masak ." ucap Angi , Raut wajah Jonathan seketika berubah menjadi sedih .
"kamu bisa masak di rumah kita , senja ." ucap Joshua menambahkan .Angi langsung menggelengkan tidak setuju .
"Ini sudah waktunya makan malam , kalau nunggu masak dulu mau makan malam jam berapa ." ucap Angi .
"Momymu benar Jo . kita makan di restoran hotel saja ya ." ucap Joshua ikut membujuk sambil berjalan mendekat. Jonathan menatap Angi dan Joshua bergantian .lalu dia tersenyum , dalam bayangan nya mereka akan bersama lagi ,Momynya tidak akan pergi lagi , dan akhirnya Jonathan mengangguk .
"Baiklah Dad ." jawab Jonathan dengan patuh . Merekapun keluar dari kamar hotel bersama sama .Joshua tidak bisa menahan senyum nya melihat Angi berjalan menggandeng tangan Jonathan , jonathan berjalan sambil cerita penuh dengan semangat , dan Angi tidak mengabaikan putranya . Angi juga sama sama Antusias menanggapi semua cerita Jonathan .
Joshua benar benar menyesal telah memisahkan mereka beberpa minggu ini . Sungguh bila waktu bisa di putar kembali ia tidak ingin mengambil keputusan yang bisa menyakiti hati mereka bertiga. Joshua bertekad untuk mengembalikan hubungan mereka seperti semula.
Angi menarik kursi untuk Jonathan duduk . Mereka telah sampai.di restoran hotel ." Kamu mau makan apa ? ."tanya Angi pada Jonathan yang tidak mau melepaskan tangan nya
"Jo mau makan Ayam kecap ,Mom ." ucap Jonathan dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya .Kemudian Angi bertanya pada Joshua hanya dengan lewat tatapan saja .
"Samakan aja aku dengan pesanan kamu ." jawab Joshua , yang menyadari kalau tatapan Angi merupakan sebuah pertanyaan untuknya . Angi pun mengangguk kaku .
Selama makan Jonathan tidak berhenti bertanya ini itu kepada Angi .
"Jadi, selama ini , Momy tinggal di gedung besar ini ." tanya Jonathan setelah menelan makanan nya .
"tidak sayang , Momy tinggal di sini hanya tiga hari .dan besok Momy sudah harus pergi lagi ." ucap Angi .
Jonathan yang ingin menyuapkan nasi ke mulutnya terhenti seketika mendengar ucapan Angi .
"Jadi Momy akan pergi tinggal kan Jo lagi ." tanya Jonathan dengan wajah sedih . Angi kembali mengigit bibir bawahnya dengan kesal . Kesal karena ia keceplosan kalau ia harus pergi lagi dan membuat anak itu sedih lagi .
"Momy .." Angi tidak tau harus mengatakan apa , dia ingin mengatakan kalau tidak akan pergi . Tapi ia tidak mau berbohong dan memberi harapan palsu untuk anak itu .
Suasana di antara mereka bertiga berubah menjadi canggung .tidak ada yang membuka pembicaraan , mereka sibuk dengan pikiran masing masing , juga dengan makanan yang mereka pesan juga terasa hambar.
"Momy , kalau Jonathan minta Momy tidak lagi pergi tinggal kan Jo , Apakah Momy akan mengabulkan nya ." tanya Jonathan penuh harap .
Angi menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan . Kemudian ia menatap Jonathan dengan pandangan putus asa .
"Momy minta maaf ,Jo . Momy tidak bisa mengabulkan nya ." sesal Angi ia menyentuh tangan Jonathan dengan pelan tapi Jonathan menarik tangan nya .
"Dady ,Jo mau pulang Hiks ." Jonathan tidak menahan tangisnya .bayangan hidup tanpa Angi membuatnya begitu sedih. Dia menghambur memeluk Joshua .
"Jonathan ,Momy ..- kalimat Angi terpotong saat Joshua mengangkat tangan nya .
"Senja , kita berdua sangat mencintai mu , tidak bisakah kamu mempertimbangkan kembali untuk memulai lagi hubungan dengan ku lagi , jika bukan untuk ku , tolong Lakukan untuk Jonathan , Aku mohon ." ucap Joshua tulus .
"Aku tidak sanggup Joshua , jika aku harus menerima penghinaan lagi dari mu dan mama mu lagi ." ucap Angi sambil menggelengkan kepala , Air matanya menetes begitu saja , karena ia juga sakit hati dengan keputusan nya sendiri .
"Jika aku bisa menyakinkan mama ku , apa kamu mau kembali lagi pada ku ." tanya Joshua penuh harap .
"Momy ."panggil Jonathan dengan sedih . Angi menghela nafas berat .
"Jika kamu bisa menyakin kan mama kamu , datang ke rumah orang tua ku . Aku akan mengirimkan alamat nya nanti ." ucap Angi ia tidak begitu yakin Nagita akan menerimanya .
"Waktumu sampai menggu depan .jika minggu depan kamu tidak ada datang , aku akan menerima pinangan dari Reymon ." ucap Angi .
"Itu terlalu singkat ." jawab Joshua .
"kalau kamu tidak sanggup , kamu boleh mundur ." jawab Angi .
***
Joshua tidak ingin menunda waktu ,ia ingin cepat membawa Angi pulang ke rumah mewah miliknya menjadikan Angi sebagai istrinya dan ibu buat anak anak nya . maka pagi itu ia sengaja mendatangi rumah orang tuanya untuk menemui mamanya , bicara empat mata dengan mamanya , membujuk mamanya agar mau menerima Angi sebagai istrinya juga menantunya .
Menjadi kan Angi satu satunya wanita pilihan nya untuk mendampinginya kelak sampai akhir hayat .
" bik ,mama ada ." tanya Joshua kepada pembantu orang tuanya .yang telah membukakan pintu untuknya .
"Nyonya dan tuan pergi keluar kota sejak kemarin tuan ." jawab wanita itu dengan sopan .
" kota mana ." tanya Joshua dengan cepat .tapi sayangnya pembantu itu menggeleng pelan .
" maaf tuan . Nyonya dan tuan tidak mengatakan kota tujuan nya . Nyonya hanya bilang mereka keluar kota selama satu minggu ." jelas bibi , Joshua segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi mamanya , Joshua berdecak saat nomor ponsel mamanya tidak aktip . Joshua mencoba untuk menghubungi nomor papanya , hasilnya tetap sama .