
Benar apa yang di katakan oleh Ibunya . Semenjak Angi baru menginjak kan kakinya di ballroom hotel tempat pernikahan Nisa di gelar ia sudah melihat keberadaan Joshua .
Pria yang sudah semi,ggu lebih tidak ia lihat dan tidak tau bagaimana kabarnya .Angi mencari tempat duduk di sudut ruangan , agar ia bebas menangkap pria yang ia benci sekaligus ia rindukan itu .
Joshua datang bersama seorang wanita cantik yang pantas berdiri di samping Joshua mereka cocok dan setara .Angi mendesah kecil dan menatap langit langit ballroom mewah itu ,ia ingin menghalau air matanya yang akan jatuh . dia tidak ingin menangis seperti orang bodoh di sini , apalagi menangisi pria seperti Joshua .
Angi menarik nafas pelan dan menghembuskan dengan pelan juga . Ia ulangi sampai tiga kali , kemudian Angi pergi ke toilet untuk membenahi riasan nya .
Angi memoles bibirnya dengan lipstik berwarna merah senada dengan warna gaun yang di berikan oleh Nisa untuknya . Penampilan Angi benar benar kelihatan begitu berani dan menggoda .
Setelah keluar dari toilet ,Angi berjalan pelan menuju ke pelaminan ,menghampiri kedua mempelai yang sedang berbahagia ." selamat ya atas pernikahan kalian , semoga samawa , langgeng selamanya ." ucap Angi sambil tersenyum.
"Terimakasih , sudah mau datang , padahal kamu sudah kembali ke desa ." ucap Nisa .
"Kenapa bawa kado segala . Kamu mau datang saja aku dah bahagia ." tambah Nisa
" Aku pasti datang ,karena kamu adalah sahabat terbaik aku . Dan kado ini berkah , ada do'a dari kedua orang tua aku . Mereka juga titip salam semoga bahagia ." ucap Angi .
"Wa allaikum salam , sampaikan terimakasihku pada paman dan bibi .ada waktu aku akan datang bermain .
"Pasti ." jawab Angi .
"Kamu menginap di mana ?
"Kamu dah berapa kali menanyakan padaku , kalau aku tinggal di hotel , heran deh ." jawab Angi kesal .Nisa terkekeh geli .
"sebenarnya aku mau menawarkan Apartemen aku untuk kamu tinggal di sini dalam beberapa hari ." ucap Nisa
"Tidak usah , lagi pula besok aku sudah akan kembali ke desa lagi ." jawab angi .
"kenapa begitu buru buru , kamu tidak ingin tinggal lebih lama lagi . Kamu tidak ingin menyapa Lisa ." ucap Nisa sambil menunjuk meja yang di isi oleh keluarga Angga dan di sana ada Lisa dan suaminya .
"Tidak usah , tadi kami sudah ngobrol ,lagian mereka sebentar lagi juga sudah akan pulang ke rumahnya ." saat acara ijab Kabul Angi dan Lisa sempat ngobrol bersama.karena kandungan Lisa yang masih muda dan dokter menyarankan agar banyak istirahat membuat suaminya yang posesif semakin posesif . Dan mengajak Lisa untuk segera pulang .
"kalau begitu aku pamit dulu , di belakang masih banyak tamu yang ingin mengucapkan selamat padamu." ucap angi sambil memeluk kembali sahabatnya itu kemudian ia menjabat tangan Angga untuk mengucapkan selamat .
***
Angi telah sampai di hotel di mana ia menginap , saat ia akan menekan tombol pintu lift tiba tiba ada sebuah tangan yang menghentikan pergerakan pintu lift . Angi menoleh dengan wajah datar tanpa mengatakan sepatah katapun .orang itu tiada lain adalah Joshua , yang menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat Angi artikan .
"Senja , apa kabarmu ." tanya Joshua pelan .
"Aku merindukan mu , senja .Aku mencarimu sampai kemana mana , aku mencarin ke kontrak kan, kamu juga tidak ada .kenapa Senja , kenapa kamu pergi ." ucap Joshua jalan mendekati Angi dengan langkah tidak stabil .
"Kamu mabuk ." tanya Angi .
"Aku masih cukup sadar untuk mengenalimu ." ucap Joshua sambil memeluk Angi dengan erat . Pintu lift tertutup hanya dengan mereka berdua yang ada di dalam lift .
Angi mendorong pria itu menjauhi dirinya ." pergilah dan jangan lagi menemui aku lagi ,Joshua ." ucap Angi dan keluar dari lift saat pintu lift terbuka .Angi kesal dengan langkah cepat meninggalkan Joshua yang tetap mengikutinya dengan langkah terseok seok .
"Senja , aku minta maaf karena sudah menuduh dan menghinamu dengan kata kata kasar , aku tau kamu tidak pernah meminta uang kepada Mama . Aku kira dengan kita berpisah . Mamaku tidak akan pernah menyakiti kamu lagi .tapi ,nyatanya itu sangat melukai hatiku , Jonathan juga kamu . Aku terlalu bodoh karena mengambil keputusan tanpa berpikir panjang , Aku mohon maafkan aku , Ayo kita kembali ." ucap Joshua panjang lebar .
" Jonathan selalu mencarimu ." tambah Joshua .
Angi menggelengkan kepala . Berusaha menguatkan hatinya ." pulang lah , aku tidak akan kembali lagi dengan mu ." ucap Angi dan membuka pintu kamarnya dan langsung menutupnya dengan keras , tepat di depan Joshua .
Ia mengabaikan Joshua yang masih tetap mengetuk pintunya meminta nya untuk berbicara lagi .sebenarnya ia juga ingin menanyakan kabar Jonathan ia sangat merindukan anak itu . Mungkin besok ia akan menyempatkan diri untuk menemui Jonathan di sekolahan besok .
Akhirnya Angi tidak jadi pulang ke desa hari itu .ia menyetujui untuk pergi jalan jalan berdua dengan Reymon , ia dah putuskan untuk tidak kembali lagi kepada Joshua . Maka Ia ingin mencoba membuka hatinya untuk Reymon . Mungkin pria itulah jodoh yang terbaik untuknya .
Angi segera keluar dari kamarnya dan segera menuju ke lift . Reymon mengabarinya kalau dia akan menjemputnya memakai sepeda motor . Angi menunggu Reymon di lobby hotel sambil memainkan ponselnya untuk membunuh kesepian .Angi sudah menunggu hampir lima menitan tapi Reymon belum juga datang .
Lima menit kemudian ada sebuah motor moge berwarna merah putih berhenti tepat di depan nya . Motor yang di naiki oleh Reymon , pria yang sejak tadi ia tunggu tunggu .
"Maaf membuatmu lama menunggu ." ucap Reymon sambilmenyerahkan helm berwarna putih kepadanya . Angi mengangguk kaku sambil memakai helm nya .
Angi segera naik ke atas motor itu .sepanjang perjalanan Angi ngedumel dalam hati karena ia tidak nyaman dusuk di atas motor Reymon . Bukan Angi tidak suka naik motor bersama Reymon , hanya saja model motor Reymon bagian belakang menukik membuat pinggangnya sakit , dan tidak ada tempat untuknya berpegangan , terpaksa ia harus berpegangan dengan pinggang pria itu .
"kita mau ke mana ?." tanya Angi saat mereka berhenti di lampu merah .
"Mall ?." jawab Reymon ragu .
"Kita makan siang dulu baru nonton film ." tambah Reymon , Angi hanya mengangguk .dia setuju untuk nonton . Karena ia sudah lama tidak pergi nonton.
Saat lampu berubah hijau Reymon melajukan motornya dengan kecepatan sedang . Sesekali Reymon bertanya tentang kehidupan Angi sehari hari di Batam . Angi hanya menjawab dengan singkat . Hingga mereka sampai di pusat perbelanjaan .Angi dan Reymon berjalan memasuki tempat perbelanjaan . Mereka berjalan dengan berdampingan .
"Kamu mau makan apa ? ."tanya Reymon .begitu mereka telah memasuki Mall .
"Pizza boleh mas ." ucap Angi sambil menunjuk restoran pizza .
"Boleh ." jawab Reymon sambil tersenyum tipis mendengar Angi memanggilnya Mas.