
Lena tidak terima dwngan uvapan Nisa .
"Mulut kamu memang ya , kurang ajar banget ngak punya sopan santun , ngak pernah sekolah ,kamu ." teriak Lena tidak terima . Nisa mengibaskan rambutnya dengan tangan kirinya .
" sekolah dong . Aku malah lulusan sekolah FIT ." ucap Nisa dengan sombong , bolehkan .
Siapa yang tidak tau dengan sekolahan FIT yang baru saja Nisa sebutkan .
"FIT ,hahaha orang miskin seperti kalian memang bisa sekolah ke sana ." ucap Lena sambil tertawa meremehkan dengan tawa lebar mendengar kebohongan Nisa .
"Tunggu ."teriak salah satu dayang dayang Lena menghentikan tawa Lena .
"AFIRA KHOIRUN NISA bukan ? ." tunjuk sahabat Lena kepada Nisa . Dan Nisa mengangguk sambil mengeluarkan kartu namanya . Kedua dayang dayang Lena menerima kartu nama Nisa dengan antusias .
"Ya ampun , len . Kamu bodoh amat sih , dia pemilik Butik langganan kita kamu sebut wanita miskin sih . Aku rasa uang dia lebih banyak dari pada kamu ." kedua teman nya sontak menertawakan Lena .
" Mbak berdua ,maaf ya kita ngak ikutan , dia nya saja yang punya masalah , kita ngak ikutan ." tambahnya
Lena melotot mendengar ucapan teman teman nya yang tidak punya akhlak pikirnya . Ia juga tidak pernah menyangka dan tidak percaya kalau wanita yang dia hina sejak tadi adalah pemilik butik langganan nya .yang terkenal itu , dan Angi ? Benarkah dia orang miskin ? Kenapa kenalan nya orang orang kaya ." tanya Lena dalam hati .
Karena merasa malu , lena pergi begitu saja meninggalkan tempat itu tanpa bicara sepatah kata pun .
***
"Kamu dari mana ." tanya Joshua yang sudah lama menunggu Angi di depan pintu rumah nya . Dia mengamati penampilan Anhi yang begitu memukau . Dengan warna merah bata yang seksi , memperlihatkan belahan d**a dan punggung nya yang terbuka .
"Aku tadi sudah pamit padamu . Kalau seharian ini aku bersama dengan Nisa ." jawab Angi .
"Iya aku tau . yang ingin aku tau , kamu kemana dengan penampilan cantik seperti ini ." tanya Joshua .
Angi mengamati penampilan nya , ia hanya dengan Nisa tidak ke mana mana. Ia hanya di jadikan kelinci percobaan oleh teman nya itu . Mencoba semua baju baju yang di beli oleh Nisa di mall tadi . Hingga membuat Angi kelelahan . Tapi melihat sinar di mata Joshua ia mencoba untuk menggoda Joshua dengan sedikit berbohong .
"Nisa tadi mengajak aku pergi menghadiri pesta teman nya ." bohong Angi .
" Di mana ." tanya Joshua cepat .
"Goldstar club ." jawab Angi kembali berbohong .Joshua diam , wajahnya mengeras pertanda dia menahan marah .
"Buka pintunya ." perintah Joshua datar . Tangan nya di masukan ke dalam saku celananya . Tatapan matanya begitu tajam dan menusuk .
Angi merogoh tas nya mengambil kunci pintu rumahnya . Joshua menyahut kunci itu tidak sabaran . Dwngan kasar ia membuka pintu itu dan langsung menarik angi dan segera mengunci pintu dari dalam dan mencabutnya lalu memasukan nya ke dalam saku celananya.
"Kamu mau apa ," tanya Angi was was .
Joshua kehilangan kontrol dirinya . Ia menyibak gaun Angi ke atas . Ia mengelus p**a milus wanita nya itu . Sesekali meremasnya gemas .
Angi berusaha menghentikan tangan Joshua yang semakin naik hingga menyentuh pinggiran ****** ******** .
"Joshua ." Angi menyebut nama pria itu berharap bisa menghentikan Tindakan Joshua . Namun Joshua swmakin tidak terkendali . Dia malah mendorong Angi bersandar ke dinding dan kembali menyerang bibir wanita itu . Dan tangan Joshua menarik turun tali penyangga gaun Angi . dari bahu kirinya hinga memperlihatkan d**a indah wanita itu .
Joshua mengumpat dalam hati karena Angi tidak memakai b*a . Joshua meremas p ******a kiri Angi dengan sedikit kasar .
"Hentikan Joshua . Ku mohon ." pinta Angi , air matanya telah menetes membasahi pipinya . Bibirnya bergetar menahan isakan . Joahua bukan nya beehwnyi tapi malah b*******h.
Joshua telah berhasil menarik tali penyangga gaun Angi sebelah kanan nya hingga gaun yang angi pakai berhasil jatuh lolos teronggok di lantai menutupi kaki Angi .
Angi tidak sanggup melawan lagi . Tenaganya benar benar habis untuk melawan Joshua . Joshua benar benar mengila pria itu menyentuhkan bibirnya ke seluruh yubuh Angi yang terbuka . Meninghalkan bekas kemerahan yang tak terhitung banyaknya . Tidak menyadari jika wanita dalam pelukan nya telah bergetar ketakutan .
Joshua belum berhenti juga , pria itu belum menyadari bila Angi sudah tidak berdaya di hadapannya . Saat Joshua kembali membawa bibirnya ke wajah Angi baru ia menyadari dan berhenti , setelah ia mencecap rasa asin di pipi wanita itu .
Joshua menjauhkan wajahnya dari wajah Angi ia terkejut melihat wajah itu telah basah oleh air mata . Angi menangis dalam diam menerima perlakuan darinya yang sudah kelewatan .
"Senja ." panggil Joshua dengan suara sarat akan penyesalan . Angi menjatuh luruh di hadapan Joshua sambil memeluk dirinya sendiri . Tangis Angi semakin menjadi saat menyadari dirinya sudah tanpa busana .
Joshua segera melepas kemeja nya dan ia pakai untuk menutupi tubuh Angi . Joshua segera mengangkat Angi kedalam gendongan nya dan membawa Angi masuk ke dalam kamar wanita itu .
Joshua menurunkan Angi dengan hati hati ke atas tempat tidurnya dan segera menyelimuti wanita itu . Angi segera membalikkan badan nya memunggungi Joshua .ia benar benar marah dan kecewa pada pria di sampingnya .
"Maaf." ucap Jishua sambil memegang bahu Angi yang telah tertutupi selimut .
"Senja aku minta maaf ." katanya lagi . Angi bergerak menjauhi sentuhan dari Joshua , Air matanya terus mengalir walau tanpa suara .
Joshua mengusap kasar wajahnya , ia tadi benar benar kehilangan kendali . Ia benar benar menyesal telah menyakiti wanita yang sangat di cintainya . Joshua memaki diri sendiri dalam hati .
"Senja , Aku menyesal ." panggil Joshua kembali dengan suara pelan . Membujuk wanita itu untuk melihatnya .
"Pulang lah ." ucap Angi dengan suara bergetar , dia menarik selimutnya semakin erat , takut Joshua akan kambuh lagi .
" Aku tidak akan pulang , sebelumkamumemaafkan aku." ucap pria itu dengan keras kepala , Dia bahkan duduk di samping Angi sambil meluruskan kakinya .
Angi yang merasakan pergerakan di belakang punggungnya hanya bisa mendesah lelah . Kemudian tidak ada lagi yang membuka pembicaraan .mereka berdua terjebak dalam keheningan yang di ciptakan oleh mereka sendiri .
Angi mengangkat wajahnya melirik Joshua . Pria itu masih terjaga dengan tatapan lurus ke depan , entah apa yang pria itu pikirkan . Sementara Angi sebenarnya sudah sangat lelah dan mengantuk setelah mengelilingi mall tadi siang bersama Nisa .