
Kehamilan Angi yang belum kunjung datang bagi Joshua bukan masalah ia Ambil positifnya ,bila Alloh belum memberinya kepercayaan .tapi beda dengan istrinya yang sangat khawatir , Diam diam sang istri pergi memeriksakan kesuburan rahim nya .ke beberapa Dokter kandungan tapi hasilnya tetap sama ,baik baik saja .
Joshua juga tau kalau mamanya sering memberinya minuman obat herbal sebagai penyubur kandungan agar Angi cepat hamil . Dan akhir akhir ini angi lebih mudah sensitif dan tersinggung hingga membuat nya⁰pp sering menangis .
"Apa mungkin karena Mama yang selalu beri tekanan yang selalu menanyakan tentang cucu darinya ." Joshua juga pernah menegur mamanya agar tidak memberi Angi dengan beban itu , dan Nagita juga mendengarkan nya , tapi minggu belakangan ini , mamanya kambuh lagi dan mengirim obat herbal lagi pada istrinya .
Huek ...
Hook.
Angi terbangun saat mendengar suara prang yang muntah muntah di kamar mandinya , Angi melihat Suaminya tidak ada di sampingnya . Angi segera turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi .
"Mass...kamu sakit ." tanya Angi saat melihat suaminya membungkuk di atas closed , sambil memijit tengkuk suaminya .Joshua segera menekan tombol air untuk mengguyur closednya yang ada bekas muntahan nya .
Joshua berdiri tegak dan membalikan badan nya dan memeluk istrinya erat erat .ia menghirup bahu badan istrinya , yang menurut Joshua bisa mengurangi rasa mual di perutnya .
"Mas kamu sakit? ." Angi mengulangi pertanyaan nya . Joshua tersenyum.sambil memeluk erat badan Angi mendengar Angi memanggilnya "Mas " baginya panggilan itu terdengar begitu intim di telinganya .
"Aku tidak tau , saat bangun tiba tiba rasa mual yang hebat mendera perut aku." jawab Joshua masih memelik Anhi dengan erat .
"Bagaimana kalau kita periksa ke dokter saja mas ." usul Angi tapi Joshua tetap menggelengkan kepalanya .
"Mungkin aku hanya kecapekan atau masuk angin saja . Jadi aku butuh istirahat yang cukup." ucap joshua .
Angi segera memapah suaminya kembali berbaring ke atas ranjang . Joshua menyahut tangan Angi yang akan beranjak pergi . Joshua menatik Angi agar kembali berbaring di sampingnya .
"tetap begini saja , Aroma mu bisa membuat aku tenang ." ucap Joshau yang melihat Angi ingin berontak . Angi terdiam mendengar ucapan suaminya , Angi mengangkat tangan nya sesekali ia mengusap kening Joshua hingga suaminya kembali tertidur .
Angi mengalihkan pandangan nya saat melihat pintu kamarnya terbuka dan memunculkan wajah putranya yang kelihatan segar . Yang Artinya putranya telah mandi .
"Momy ." teriak Jonathan .
"ssttt , Dady tidak enak badan ia baru saja tidur kita keluar dulu. " ucap Angi sambil bangun dari tidur pelan pelan agar tidak menimbulkan pergerakan yang akan membangunkan suaminya , setelah itu Angi menuntun putranya keluar dari kamar. Dan menutup pintu dengan pelan hingga tidak menimbulkan suara .
"Ada apa , Sayang ." tanya Angi setelah sampai di luar kamar .
" Jo lapar Momy , dan Momy juga sudah janji mau buatkan Jo cake , Jo mau cake nya sekarang ." ucap Jonathan setelah mereka berada di dapur .
"Jo sarapan nasi goreng saja Mom ." sahut Jonathan . Angi mengangguk dan menuangkan nasi goreng buatan pelayan ke piring Jonathan . Setelah itu Angi pergi ke dapur menyiapkan bahan bahan untuk membuat cake di bantu oleh kepala pelayan .
***
Satu minggu sudah , mual dan muntah Joshua tidak kunjung reda . Angi memaksa suaminya untuk periksa ke dokter . Dengan berat hati Jishua pun pergi di temani oleh Angi . Dan sekarang mereka sedang berada di ruangan Dokter ahli penyakit dalam , Dokter Reza basuki SPPD .
"Maaf bapak Joshua , ada keluhan apa hari ini ." Tanya Dokter Reza dengan Ramah .
"Begini Dok , hampir seminggu ini saya merasa kan badan saya aneh , mual di pagi hari kadang mencium Aroma masakan saya perut saya tiba tiba mual seperti di aduk aduk Dok ." ucap Joshua .
Dokter Reza tersenyum walau bukan ahlinya di bidang gejala itu , tapi Dokter Reza bisa menyimpulkan apa yang di derita oleh Joshua . Tapi Agar pasien tidak kecewa ia tetap mengadakan tes kesehatan pada Joshua .
"Saya yakin bapak baik baik saja , dan saya juga akan buatkan bukti pemeriksaan untuk sebagai prosedur bila bapak baik baik saja . " Dokter Reza di bantu oles asisten nya melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Joshua .
"Hasil pemeriksaan akan keluar dalam tiga puluh menit lagi , dan satu saran dari saya . Setelah ini bapak bawa istri bapak kepoli kandungan . "ucap dokter Reza .mendengar itu Angi langsung menggeleng kan kepalanya .
"Maksud Dokter saya..
" tentu saja bukan bapak , tapi istri bapak , saya percaya bapak sedang mengalami sindrom cauvade yang artinya istri yang hamil.tapi suami yang mengalami ngidam . " kata dokter Reza memotong ucapan Joshua .
Joshua langsung mengalihkan pandangan nya pada Istrinya ." kita ke dokter kandungan ya sayang ." ucap Joshua dengan menyimpan rasa bahagia di dalam hatinya . Kalau lah itu benar pasti istrinya juga sangat bahagia . Tapi Angi menggelengkan kepala .
Tiga hari yang lalu Angi baru saja melakukan tes lagi pakai tes pack tapi hasilnya masih negatip , dan sekarang ia tidak mau ke dokter kandungan , ia takut akan kecewa lagi atau melihat kekecewaan di wajah Joshua . Jika hasilnya sama seperti tiga hari yang lalu .
"Tidak ada salahnya kita mencoba , siapa tau , tes pack yang kamu pakai sudah kadaluarsa , kita ke dokter ya ." bujuk Joshua , angi tetap kekeh pada pendirian nya , ia tidak mau pergi untuk menemui dokter kandungan dan tidak mau bicara apa apa , ia menunduk sedih.
Hingga hasil pemeriksaan Joshua keluar dan hasilnya baik baik saja ."sesuai prediksi saya , hal yang pak Joshua alami biasa di alami oleh ibu hamil ,tapi karena cintanya sang suami terhadap istri sehingga saat isyri hamil , sang suami yang mengalami mual . Jadi sekalian saya sarankan agar membawa istrinya ke poli kandungan ." ucap Dokter Reza.
"Kita pergi ke dokter yang sayang ?." ucap Joshua sambil mengelus bahu istrinya .Angi menatap Joshua dengan ragu dan mata berkaca kaca. Ada rasa takut di hatinya tapi ia juga penasaran dengan cerita dokter Reza.
Angi menarik nafas lalu mengangguk ragu . Joshua tersenyum sambil menenangkan istrinya ia gandeng tangan Angi menuju poli kandungan .setelah mengantri lima belas menit kemudian nama Angi di panggil .
"Bagaimana bapak dan ibu ."tanya dokter linda .Angi menceritakan apa yang telah di alami olehnya dan suaminya juga saran dari Dokter Reza .
"Baiklah ibu Angi mari kita periksa dulu .silahkan ibu berbaring , bapak tolong di bantu istrinya ." ucap Dokter linda dengan ramah . Joshua membantu Angi naik ke atas ranjang .