
Miranda tidak langsung menolak . Ia ingin memberi waktu kepada Bastian juga diri nya sendiri ..mungkin dengan ini ia bisa move on dari Jonathan .
"Kamu butuh waktu berapa lama ." tanya Bastian . Ia tidak munafik , mungkin jika Miranda butuh waktu lama maka ia juga akan mundur . Sudah menunggu lama tapi tetap tidak di terima merupakan penantian yang sia sia .
Miranda menggeleng pelan ." Aku tidak tau , mungkin sampai ....sampai aku bisa menerima kamu di hatiku Mas..?." ucap Miranda sedikit ragu .
Dan Bastian melihat keraguan itu di mata miranda . Bastian melihat cinta miranda yang begitu besar untuk Jonathan , ia yakin penantian nya tidak akan pernah gayung bersambut . Karena Miranda tidak ingin berusaha melepas Jonathan dari hatinya .
"Aku .." ucapan Bastian terhenti saat ia melihat kehadiran seseorang yang sangat Miranda cintai . Akal licik Bastian keluar untuk memancing emosi Jonathan .
"Bagaimana kalau kita langsung menikah saja . Perasaan akan tumbuh dengan sendirinya . Seperti pepatah jawa . Witing tresno jalaran soko kulino ( datangnya cinta karena sudah terbiasa ) , di tambah kita mempunyai anak anak yang lucu .cinta akan datang dengan sendirinya ." ucap Bastian tersenyum puas . Melihat Jonathan mengepalkan genggaman tangan nya .
"Aku..-
"Atau kita buat anak dulu baru menikah ..
"Brengseeek .." makian dengan suara keras itu menghentikan ucapan Bastian , oleh teriakan dan pukulan yang langsung bersarang di wajahnya . Bastian tidak mau mengalah ia membalas pukulan Jonathan , baku hantam tidak dapat di elak kan lagi . Keduanya sama sama tidak mau mengalah .
Miranda mencoba untuk meleraikan mereka berdua ,malah dirinya yang terdorong jauh .
"Jonathan , mas Bastian berhenti .Cukupppp .?." teriak Miranda tapi teriakan nya tidak di hiraukan oleh mereka , mereka tetap adu Jotos . Miranda melihat ke sekeliling banyak orang yang menonton bahkan mengabadikan pertengkaran itu di sebuah vidio .hingga satpam datang mengaman kan mereka berdua .
"Aku akan menghabisimu sialan ." Maki Jonathan yang berusaha lepas dari pegangan ke dua satpam yang datang melerai mereka .
"Lakukan saja kalau kamu bisa ." tantang Bastian remeh .Jonathan semakin panas hingga ingin lepas dari peganggan kedua satpam itu .
"Dasar pengecut ." ucap Bastian lagi semakin memancing amarah Jonathan .
"Aku benar benar akan menghabisimu ." ucap Jonathan mengeluarkan seluruh tenaganya . Hingha lepas dari peganggan satpam , satu buah pukulan melayang di pipi Bastian . Kali ini Bastian tidak bisa membalas karena ia juga sedang di pegangi oleh satpam . Dan Jonathan langsung di aman kan lagi oleh kedua satpam tadi .
"Kamu tau , aku akan menikahi miranda , wanita yang kamu cintai akan menjadi milik ku ." ucap Bastian menyeringai .
"Kau tidak akan bisa memilikinya , karena aku akan menikahinya ." balas Jonathan , Bastian masih bisa tertawa walau wajahnya masih berkedut nyeri .
"Kamu akan menikahi wanita lain . Dan Miranda tidak akan mau jadi istri kedua ." balas Bastian
"Aku sudah putuskan hubungan aku dengan Raina , maka Miranda hanya akan menjadi istri aku satu satunya ." mereka masih saja berdebat dan saling membalas kata , sepanjang perjalanan mereka menuju ke kantornkeamanan .tidak perduli dengan banyak nya orang yang sedang menyaksikan perdebatan mereka .
Miranda yang berjalan di belakang mereka hanya menunduk menutupi wajahnya karena malu .menjadi bahan pertarungan Jonathan dan Bastian .ia benar benar tidak habis pikir jalan pikiran mereka berdua .
Keduanya bukan nya diam malah saling tunjuk ." Dia saja , kirim ke kantor polisi ." ucap Bastian .
"Dia saja ." balas Jonathan tidak terima dengan tunjukan dari Bastian .akhirnya ketua pimpinan satpam memasukan mereka ke ruang keamanan .kepala pimpinan satpam menatap tajam kepada mereka berdua .
Tak lama kepala satpam menelan ludahnya dengan kasar , Jonathan dan Bastian balik menatapnya dengan tatapan lebih tajam lagi .pimpinan satpam itu menjadi sedikit gugup .
"Jonathan , mas Bastian , Apa urat malu kalian sudah putus ." ucap Miranda saat melihat pimpinan Satpam tidak bisa mendamaikan mereka berdua .
"Urat k******n ku tidak putus sayang , apa kamu mau lihat ." ucap Bastian membuat Jonathan melotot menatap Bastian .
"perlihatkan sekarang kalau kamu berani .maka aku akan segera menebasnya ." ucap Jonathan sambil menunjukkan pisau buah di tangan nya yang ia ambil dari meja satpam .
Miranda memijit keningnya kepalanya pusing melihat tingkah kedua orang itu ." kalian lanjutkan saja , aku mau pulang dulu ." ucap Miranda . Lalu meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan itu .
Jonathan langsung melangkah lebih dulu mengejar Miranda . Bastian hanya diam tidak bermaksud untuk ikut mengejar Miranda . Jonathan swmakin mempercepat langkahnya saat melihat Miranda sudah keluar dari Lobby mall , menghampiri sebuah Taxsi yang baru saja menurunkan penumpangnya . .
"Mira ." panggil Jonathan berusaha menghentikan langkah miranda .Jonathan berjalan setengah berlari dan berhasil meraih tangan Miranda langsung ia tarik ke dalam pelukan nya .nafas Jonathan berderu kasar , jantungnya berdetak kencang karena berlari mengejar Miranda .
Miranda berontak dari pelukan Jonathan .
"Lepaskan ." pinta Miranda . Sambil berusaha keluar dari pelukan Jonathan .
"Tidak , aku tidak akan melepaskan kamu lagi ." ucap Jonathan .sambil mengecup puncak kepala Miranda . Miranda membeku seketika merasakan bibir Jonathan di kulit kepala nya . Air mata Miranda mengalir . Harapan nya untuk kembali bersama Jonathan tumbuh kembali semakin besar , tapi sebentar lagi Jonathan akan bertunangan dengan orang lain , minggu depan .
Jonathan menunduk menatap wajah Miranda yang basah oleh air mata . Jonathan mengusap pipi miranda dengan kedua tangan nya . Ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir miranda .
"Aku mencintai kamu ." bisik Jonathan di samping telinga Miranda .
"Aku memutuskan hubungan aku dengan Raina . Karena hati aku masih tetap menjadi milik kamu ." ucap Jonathan .
Miranda membalas tatapan Jonathan ia tidak tau bagaimana perasaan nya sekarang . Miranda gundah , ia memang mengharapkan Jonathan tapi , ia ragu , tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh laki laki yang ada di depan nya ini .
"Mira ." panggil Jonathan dengan lembut penuh dengan perasaan . Ibu jaring membelai pipi wanita yang sangat ia cintai dari dulu hingga sekarang . Ia merasa kembali pulang ke rumahnya sendiri yang telah lama ia rindukan .
Miranda melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya ." Pembohong ..! ." ucap Miranda dan ingin melangkah pergi meninggalkan Jonathan , namun gerak Jonathan lebih cepat , Jonathan kembali memenjarakan miranda ke dalam pelukan nya .ia tidak akan membiarkan Miranda pergi lagi meninggalkan nya .
Jonathan menggenggam tangan miranda dengan erat . Ia berjalan menuju ke parkiran di mana mobilnya terparkir . Jonathan melajukan mobilnya dengan pelan .bahkan masih cepatan langkah pejalan kaki , tapi Miranda tidak mempermasalahkan . Ia hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun .