
Agus menatap Angi dengan tatapan marah . Ia merasa Angi mengabaikan perasaan nya . Ia tidak tau lagi bagaimana caranya agar Angi mau menerimanya .
Agus sudah menyukai Angi sejak tiga tahun yang lalu , tapi saat itu Angi sedang menjalin hubungan dengan seorang laki laki . Kini harapannya muncul setelah mendengar dia putus dengan kekasihnya .
Dia mulai muncul menyusun rencana untuk mendekati Angi kembali . tidak terhitung sudah berapa kali Angi menolak ajakannya untuk jalan bareng , atau sekedar makan siang . Angi selalu punya alasan .
Tapi kali ini Agus pastikan akan mendapatkan Angi dengan cara kasar sekalipun , ia akan lakukan asal bisa mendapatkan Angi .
Angi merasakan kalau Agus semakin agresif mengejar dirinya , sehingga membuat dirinya sedikit ketakutan . Jam pulang sekolah masih lima menitan lagi tapi Angi sudah menunggu Jonathan di samping pintu kelas . Ia sengaja lakukan ini untuk menghindari Agus .
"Lagi nungguin putranya ya , bu Angi ." tanya rekan gurunya yang bernama bu ida menggodanya .Angi tertawa menanggapinya .
"Iya nih , bu Ida ."
"Bu Angi ." panggil Jonathan dengan penuh semangat .
"Tu bu Angi , putranya sudah keluar ." ucap Bu Ida , ia sudah tau kerjaan tambahan Angi . Jadi ia tidak heran lagi kalau melihat Angi sering berjalan bersama dengan Jonathan .
"kami duluan ya bu Ida ." pamit Angi sambil melempar senyuman ramahnya .
"Ya silahkan silahkan bu Angi ." balas bu Ida .
Angi menggandeng tangan Jonathan menuju ke gerbang sekolah . Sambil sesekali membalas sapaan dari murid murid yang menyapanya .
"Jo ." Miranda berlari menghampiri mereka dengan memamerkan senyuman manisnya .
"Hai Mira , mana tante Lisa ." tanya Angi menyapa . Sementara Jonathan membalas senyum Mira tak kalah manis .
"Di sana ." Mira menunjuk Lisa yang melambaikan tangan pada Angi sambil berjalan santai ke arahnya .
"Ini untuk kamu ." Mira memberikan sebuah mainan robot untuk Jonathan .
"ini untuk ku , wah terimakasih ." ucap Jonathan memandang mainan tobot dari Mira dengan senang .
"Aku juga ada sesuatu untukmu ." ucap Jonathan . Jonathan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya .kemudian dia memberikan nya kepada Mira . Sebenarnya mereka sudah janjian kalau akan bertukar kado sebagai tanda persahabatan mereka .
"Ini berlian Asli ." tanya Lisa melihat jepit rambut yang di pegang oleh Mira . Angi juga ikut memperhatikan jepit yang di pegang oleh miranda . Memang sangat cantik dan indah sekali .
"Kapan kamu membelinya ." tanya Angi kepada Jonathan .
"Bukan aku yang membelinya , tapi Dady , aku bilang ke Dady kalau mau memberi hadiah untuk teman perempuan aku . Jadi Dady memberiku ini sebagai hadiah ." ucap Jonathan dengan polosnya .
"Terimakasih , Jo.aku sangat suka ." ucap Miranda dengan tulus . Kemudian mereka beriringan menuju ke gerbang .
"Bagaimana rasanya bekerja dengan orang kaya ." goda Lisa kepada Angi . Saat dia awal bekerja dengan Bilyam , Angi juga sering menggodanya . Kali ini ia ingin mengembalikan kembali Ejekan dan Godaan Angi yang dulu .
Angi mendengus mendengar ejekan Lisa ." tidak enak ." bisik pelan Angi takut kedengaran Jonathan .
"Kenapa ." tanya Lisa .
"Duda gila itu terlalu banyak peraturan ." ucap Angi . Dengan keras tanpa sadar . Jonathan bahkan melihatnya dengan mengerutkan dahinya . Angi spontan mengigit bibir nya ia berharap Jonathan tidak mendengar dan paham , dengan apa yang baru saja ia katakan .
Lisa tertawa puas ." itulah yang aku alami dan rasakan dulu , ini tidak boleh itu tidak boleh . Bahkan bertemu dengan mu saja hanya bisa sebulan sekali bahkan dua bulan sekali ."
Jonathan hanya perlu di temani saja , dan di pantau saat belajar dan bermain .selebihnya dia bisa mengatasinya sendiri .
Tidak lama kemudian mobil jemputan mira dan Jonathan telah tiba di depan mereka . Keduanyapun pamitan dulu dan sebelumnya mereka telah merencanakan untuk bermain bersama saat waktu senggang nanti .
"Bagaimana sekolahmu Boy ."tanya Joshua di perjalanan mereka menuju ke restoran untuk makan siang .
"seperti biasa Dad ." jawab Jonathan pendek , dan Angi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua Ayah dan anak .
"bagaimana dengan hadiahmu yang Dady pilihkan untuk teman mu ." tanya Joshua sambil melirik putranya lewat kaca spion tengah .
"Miranda suka Dad , dan Miranda memberiku ini ." Jonathan mengangkat robot pemberian Mira dengan bahagia .
"Ngomong ngomong apa jepitan tadi dari berlian asli pak." tanya Angi bukan penasaran , hanya ingin tau
"Tentu saja , keturunan seorang Joshua wang pantang memberikan hadiah palsu . Hadiah dari Jonathan harus yang terbaik ." ucap Joshua yang terdengar sombong di telinga Angi
"Miranda beruntung sekali , masih kecil sudah mendapat hadiah berlian ." kata Angi menanggapi .
"Kamu juga mau ?." tanya Joshua .
"eh ..
" Ok , nanti kita beli setelah makan siang . " ucap Joshua .
"Engak usah pak ,aku beli sendiri saja ." ucap Angi dwngan cepat . Ia tidak mungkin menerima hadiah semahal itu . Joshua tidak menangapi ucapan Angi . Ia fokus menyetir tatapan nya lurus ke jalanan .
"Pak aku bilang , aku ngak perlu di belikan berlian ." kata Angi lagi . Ia takut Joshua tidak mendengarnya tadi .
Joshua menoleh menatapnya ." ia saya dengar ." ucap Joshua dengan santai dan kembali fokus dengan jalanan di depan nya .tapi Angi tidak puas dengan jawaban Joshua . Ia merasa ada yang salah dengan jawaban pria itu .tapi dia tidak tau apa yang salah .
Saat mereka tiba di restoran , mereka duduk di meja yang dekat dengan jendela .mereka bertiga sibuk memilih menu masing masing . Joshua kemudian mengangkat tangan nya untuk memanggil pelayan untuk memesan pesanan yang akan di pilihnya .
"Baiklah ada tambahan lagi pak ,buk ." tanya pelayan itu , setelah mencatat semua pesanan mereka
" tidak terimakasih ." jawab Angi dengan ramah . Pelayan itupun melangkah pergi meninggalkan mereka , untuk mengambil pesanan .
"Ini ." Joshua menyodorkan ponselnya di sana banyak terjajar berbagai model perhiasan .
"pilih mana yang kamu suka ." tambah Joshua .
Angi melihat ponsel Joshua keningnya berkerut ." Aku kan sudah bilang tidak perlu pak ." Angi mengembalikan ponsel Joshua . Joshua pun mengambil ponselnya .
"baiklah kamu pilih yang ini saja ya ." Joshua seakan tidak mendengar penolakan Angi . Saat Angi akan membalas ucapan Joshua . Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka .sehingga kata kata yang sudah ada di tenggorokan terpaksa di telan nya lagi .
"makan ." ucap Joshua saat melihat Angi masih ingin bicara lagi , setelah Pelayannya pergi .
"Bu Angi Jo tidak bisa kupas udangnya ." ucap Jonathan
"Sini Ibu banyu kupas ." Angi menarik piring Jo dan membantunya mengupas udang udang itu . Angi sangat pandai mengupas udang pakai sendok dan garpu jadi tidak perlu mengotori tangan nya . Setelah selesai Angi menyodorkan kembali piring Jo.