My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
23



Agus menatap Angi dengan tatapan marah . Ia merasa Angi mengabaikan perasaan nya . Ia tidak tau lagi bagaimana caranya agar Angi mau menerimanya .


Agus sudah menyukai Angi sejak tiga tahun yang lalu , tapi saat itu Angi sedang menjalin hubungan dengan seorang laki laki . Kini harapannya muncul setelah mendengar dia putus dengan kekasihnya .


Dia mulai muncul menyusun rencana untuk mendekati Angi kembali . tidak terhitung sudah berapa kali Angi menolak ajakannya untuk jalan bareng , atau sekedar makan siang . Angi selalu punya alasan .


Tapi kali ini Agus pastikan akan mendapatkan Angi dengan cara kasar sekalipun , ia akan lakukan asal bisa mendapatkan Angi .


Angi merasakan kalau Agus semakin agresif mengejar dirinya , sehingga membuat dirinya sedikit ketakutan . Jam pulang sekolah masih lima menitan lagi tapi Angi sudah menunggu Jonathan di samping pintu kelas . Ia sengaja lakukan ini untuk menghindari Agus .


"Lagi nungguin putranya ya , bu Angi ." tanya rekan gurunya yang bernama bu ida menggodanya .Angi tertawa menanggapinya .


"Iya nih , bu Ida ."


"Bu Angi ." panggil Jonathan dengan penuh semangat .


"Tu bu Angi , putranya sudah keluar ." ucap Bu Ida , ia sudah tau kerjaan tambahan Angi . Jadi ia tidak heran lagi kalau melihat Angi sering berjalan bersama dengan Jonathan .


"kami duluan ya bu Ida ." pamit Angi sambil melempar senyuman ramahnya .


"Ya silahkan silahkan bu Angi ." balas bu Ida .


Angi menggandeng tangan Jonathan menuju ke gerbang sekolah . Sambil sesekali membalas sapaan dari murid murid yang menyapanya .


"Jo ." Miranda berlari menghampiri mereka dengan memamerkan senyuman manisnya .


"Hai Mira , mana tante Lisa ." tanya Angi menyapa . Sementara Jonathan membalas senyum Mira tak kalah manis .


"Di sana ." Mira menunjuk Lisa yang melambaikan tangan pada Angi sambil berjalan santai ke arahnya .


"Ini untuk kamu ." Mira memberikan sebuah mainan robot untuk Jonathan .


"ini untuk ku , wah terimakasih ." ucap Jonathan memandang mainan tobot dari Mira dengan senang .


"Aku juga ada sesuatu untukmu ." ucap Jonathan . Jonathan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya .kemudian dia memberikan nya kepada Mira . Sebenarnya mereka sudah janjian kalau akan bertukar kado sebagai tanda persahabatan mereka .


"Ini berlian Asli ." tanya Lisa melihat jepit rambut yang di pegang oleh Mira . Angi juga ikut memperhatikan jepit yang di pegang oleh miranda . Memang sangat cantik dan indah sekali .


"Kapan kamu membelinya ." tanya Angi kepada Jonathan .


"Bukan aku yang membelinya , tapi Dady , aku bilang ke Dady kalau mau memberi hadiah untuk teman perempuan aku . Jadi Dady memberiku ini sebagai hadiah ." ucap Jonathan dengan polosnya .


"Terimakasih , Jo.aku sangat suka ." ucap Miranda dengan tulus . Kemudian mereka beriringan menuju ke gerbang .


"Bagaimana rasanya bekerja dengan orang kaya ." goda Lisa kepada Angi . Saat dia awal bekerja dengan Bilyam , Angi juga sering menggodanya . Kali ini ia ingin mengembalikan kembali Ejekan dan Godaan Angi yang dulu .


Angi mendengus mendengar ejekan Lisa ." tidak enak ." bisik pelan Angi takut kedengaran Jonathan .


"Kenapa ." tanya Lisa .


"Duda gila itu terlalu banyak peraturan ." ucap Angi . Dengan keras tanpa sadar . Jonathan bahkan melihatnya dengan mengerutkan dahinya . Angi spontan mengigit bibir nya ia berharap Jonathan tidak mendengar dan paham , dengan apa yang baru saja ia katakan .


Lisa tertawa puas ." itulah yang aku alami dan rasakan dulu , ini tidak boleh itu tidak boleh . Bahkan bertemu dengan mu saja hanya bisa sebulan sekali bahkan dua bulan sekali ."


Jonathan hanya perlu di temani saja , dan di pantau saat belajar dan bermain .selebihnya dia bisa mengatasinya sendiri .


Tidak lama kemudian mobil jemputan mira dan Jonathan telah tiba di depan mereka . Keduanyapun pamitan dulu dan sebelumnya mereka telah merencanakan untuk bermain bersama saat waktu senggang nanti .


"Bagaimana sekolahmu Boy ."tanya Joshua di perjalanan mereka menuju ke restoran untuk makan siang .


"seperti biasa Dad ." jawab Jonathan pendek , dan Angi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua Ayah dan anak .


"bagaimana dengan hadiahmu yang Dady pilihkan untuk teman mu ." tanya Joshua sambil melirik putranya lewat kaca spion tengah .


"Miranda suka Dad , dan Miranda memberiku ini ." Jonathan mengangkat robot pemberian Mira dengan bahagia .


"Ngomong ngomong apa jepitan tadi dari berlian asli pak." tanya Angi bukan penasaran , hanya ingin tau


"Tentu saja , keturunan seorang Joshua wang pantang memberikan hadiah palsu . Hadiah dari Jonathan harus yang terbaik ." ucap Joshua yang terdengar sombong di telinga Angi


"Miranda beruntung sekali , masih kecil sudah mendapat hadiah berlian ." kata Angi menanggapi .


"Kamu juga mau ?." tanya Joshua .


"eh ..


" Ok , nanti kita beli setelah makan siang . " ucap Joshua .


"Engak usah pak ,aku beli sendiri saja ." ucap Angi dwngan cepat . Ia tidak mungkin menerima hadiah semahal itu . Joshua tidak menangapi ucapan Angi . Ia fokus menyetir tatapan nya lurus ke jalanan .


"Pak aku bilang , aku ngak perlu di belikan berlian ." kata Angi lagi . Ia takut Joshua tidak mendengarnya tadi .


Joshua menoleh menatapnya ." ia saya dengar ." ucap Joshua dengan santai dan kembali fokus dengan jalanan di depan nya .tapi Angi tidak puas dengan jawaban Joshua . Ia merasa ada yang salah dengan jawaban pria itu .tapi dia tidak tau apa yang salah .


Saat mereka tiba di restoran , mereka duduk di meja yang dekat dengan jendela .mereka bertiga sibuk memilih menu masing masing . Joshua kemudian mengangkat tangan nya untuk memanggil pelayan untuk memesan pesanan yang akan di pilihnya .


"Baiklah ada tambahan lagi pak ,buk ." tanya pelayan itu , setelah mencatat semua pesanan mereka


" tidak terimakasih ." jawab Angi dengan ramah . Pelayan itupun melangkah pergi meninggalkan mereka , untuk mengambil pesanan .


"Ini ." Joshua menyodorkan ponselnya di sana banyak terjajar berbagai model perhiasan .


"pilih mana yang kamu suka ." tambah Joshua .


Angi melihat ponsel Joshua keningnya berkerut ." Aku kan sudah bilang tidak perlu pak ." Angi mengembalikan ponsel Joshua . Joshua pun mengambil ponselnya .


"baiklah kamu pilih yang ini saja ya ." Joshua seakan tidak mendengar penolakan Angi . Saat Angi akan membalas ucapan Joshua . Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka .sehingga kata kata yang sudah ada di tenggorokan terpaksa di telan nya lagi .


"makan ." ucap Joshua saat melihat Angi masih ingin bicara lagi , setelah Pelayannya pergi .


"Bu Angi Jo tidak bisa kupas udangnya ." ucap Jonathan


"Sini Ibu banyu kupas ." Angi menarik piring Jo dan membantunya mengupas udang udang itu . Angi sangat pandai mengupas udang pakai sendok dan garpu jadi tidak perlu mengotori tangan nya . Setelah selesai Angi menyodorkan kembali piring Jo.