My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
94



Angi menangis saat melihat layar komputer , di sana terlihat dalam rahimnya telah tumbuh janin . Joshua memeluk istrinya dengan haru , ini bukan hal pertama yang di terima oleh Joshua . Tapi kebahagiaan ini tetap lah berbeda dengan kehadiran Jonathan dulu . Dokter telah mencetak foto USG calon anak mereka . Keduanya nya menatap foto itu dengan penuh kebahagiaan akan kedatangan anggota baru . Joshua tetap antusias menyambut buah hatinya .


"Mas .."panggil Angi di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah .


"Iya sayang selamat ya kamu akan menjadi seorang ibu ." ucap Joshua .


"Selamat ya mas , akan jadi seorang ayah lagi ." jawab Angi sambil menahan deraian air matanya .


"Mas harap ini air mata bahagia ." ucap Joshua sambil mengecup kedua mata istrinya dan menariknya ke.dalam pelukan nya .


Sampai di rumah Joshua segera menghubungi kedua orang tuanya dan kedua mertuanya . Hatinya tambah bahagia mendengar mereka juga bahagia .


"selamat ya nak ,mau jadi ayah lagi , ibu berharap bertambahnya anak akan menambah rasa tanggung jawab kamu kepada anak anak juga istrimu ." ucap surti .


"terimakasih ibu , aku juga berharap ibu tidak sungkan menegur dan mengingatkan aku ." ucap joshua


"pasti nak , ya sudah jaga istrimu ,nanti ibu akan beritau Ayahmu ." ucap surti .


"baik bu . Waallaikum salam " Joshua menutup sambungan telepon nya . Ia tatap istrinya yang tertidur pulas . Joshua keluar dari kamar saat mendengar suara bel pintu .


Nagita yang mendapat kabar dari Joshua kalau Angi hamil , hatinya sangat bahagia . Ia langsung datang ke rumah Joshua dengan banyak menenteng makanan di tangan nya .


"Di mana Angi? ." tanya Nagita saat melihat Joshua di ruang tamu .


"Di kamar , mam ." ucap Joshua sambil menekan perut dan memijit hidungnya . Joshua dengan cepat lari ke dapur . Nagita mengikuti putranya yang punya gelagat aneh dan wajahnya tiba tiba pucat . Ia juga mendengar Joshua muntah muntah .


"Kamu kenapa ." tanya Nagita sambil memijit tengkuk putranya .


"Makanan yang mama bawa bikin aku mual ." jawab Joshua masih sambil menutup hidung nya .


"ha..jadi kamu yang ngidam , kamu benar benar bucin ya sama istrimu yang ini . Dulu sama senjani tak begini banget ."ucap Nagita .


"Mam...


"Iya iya , syukur kalau kamu yang ngidam , mama akan bebas biat masakan apa aja buat menantu Mama ." ucap Nagita langsung pergi ke kamar Joshua .


Angi yang masih terbaring di tempat tidur tidak merespon siapa yang datang , ia mengira itu suaminya .


"Mas kepala aku kok jadi sedikit pusing ." ucap Angi tanpa membuka matanya .Nagita tersenyum dan mendekati Angi memijit kepala menantunya dengan lembut .


"Mas , kamu ngak mual mencijm masakan itu , tumben kamu bawa makanan ke kamar ...Mama..


Angi terkejut saat membuka mata karena tak mendapat respon dari suami.


"Maaf Mam , Angi tidak tau kalau mama yang datang ." Angi melirik ke arah pintu di mana di sana ada suaminya yang terkikik .


"kenapa harus minta maaf ." tanya Nagita sambil tersenyum


"Karena Angi telah lancang membiarkan mama memijit kepala Angi ." ucap Angi .


"Sudah jangan menagis , nanti suamimu salah paham dengan mama . " Angi melihat Joshua yang masih menghapus air matanya .


"Ayo sini Mama suapi , kamu makan yang banyak biar cucu mama dalam kandungan kamu sehat dan kuat ." ucap Nagita .dengan senyuman Angi pun menerima suapan dari Nagita .


***


Joshua bersandar di kepala ranjang , ia baru saja dari kamar mandi memuntahkan semua makan malam nya ,itulah rutinitas dia selama hampir tiga minggu ini . Joshua menjalani semua dengan ikhlas ,tidak pernah mengeluh atau menyesali .


Joshua menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu di buka . Muncullah Istri tercintanya yang membawa nampan yang berisi teh hangat dan biskuit rasa lemon yang dapat mengisi perutnya dan tidak akan merasa mual .selain Aroma tubuh istrinya .


"Minum dulu Mas ." ucap Angi sambil mengulurkan teh hangat kepada suaminya . Joshua menyesap sedikit tehnya dan menerima suapan biskuit dari istrinya . Sekeping biskuit seteguk teh hingga semua masuk ke dalam perutnya .


Setelah menghabiskan sarapan nya Joshua segera memeluk istrinya , ia kadang sangat bersyukur ia mengantikan istrinya ngidam . Setiap pagi merasakan mual dengan begitu ia dapat perhatian Angi lebih banyak . Dan Jonathan juga mengerti dengan apa yang terjadi pada ke dua orang tuanya . Ia semakin mandiri tidak banyak merepotkan Angi .Jonathan juga sangat senang mendengar akan segera mempunyai Adik bayi seperti miranda .


Walau rasa mualnya telah sedikit berkurang , joshua kadang masih berpura pura malam hari meras mual biar bisa mendapat pelukan sepanjang malam dari istrinya .


"Kamu tidak ke kantor mas ." tanya Angi setelah suaminya melepaskan pelukan nya .


"Ke kantor sayang , tapi agak siangan seperti biasanya ." ucap Joshua menjawab dengan pelan sambil membaringkan badan nya ke atas ranjang .Angi menarik selimut dan menyelimuti suaminya .


"Ya udah mas baringan dulu , aku bantu bantu di dapur sebentar .kalau kamu nanti butuh sesuatu panggil aku ." ucap Angi dan Joshua memberinya anggukan , Angipun segera keluar .


Jonathan telah duduk di meja makan menikmati sarapan nya . Angi mengelus kepala putranya dan ikut duduk di samping nya dan sarapan bersama .


"Makan yang banyak ,ya biar cepat besar dan kuat , nanti bisa bantu Momy jaga Adik kamu ."ucap Angi . Jonathan mengangguk.


"Bagaimana keadaan Dady mom apa masih belum sehat ."tanya Jonathan yang juga mengkhawatirkan keadaan Dadynya .


"Dadymu akan membaik jika perut Momymu udah membesar ."jawab Nagita yang baru saja datang bersama Jorgi suaminya .


"Oma , opa kalian datang ." sapa jonathan .


"Mam , pa . Kalian sudah sarapan ." tanya Angi sambil menjabat dan mencium tangan kedua mertuanya dan di ikuti oleh Jonathan .


"sudah , seingat aku saat ada Jonathan dan calon adiknya , Joshua tidak begini amat kan mam ." tanya Jorgi .


"iya , ngak tau dia bucin amat sama Angi , padahal kedua nya sama sama gadis yang dia cintai ." ucap Nagita .


"Oma , apa bucin ." tanya Jonathan . Nagita dan Jorgi akan membuka mulut nya tapi Angi cepat cepat memotong nya .


"Momy , sudah janji , hari ini akan antar jo ke sekolah kan ." ucap Jonathan yang memberi tau Nagita dan Jorgi kalau Jonathan harus berangkat ke sekolah .


"Baiklah , Oma juga akan ikut mengantarmu , nanti sekalian Oma akan ajak Momymu jalan jalan sebentar , Momymu pasti capek.jaga Dadymu terus ." ucap Nagita bercanda .karena ia telah mendapat tatapan maut dari putranya .


"Mam , pa .kalian pagi pagi dah di sini , apa Momy tidak masak untukmu ." sindir Joshua .


"Kita sudah sarapan . Papa cuma ingin ke kantor bersamamu sekalian antar Momymu yang ketemu cucu dan menantunya .