
Angi menangis saat melihat layar komputer , di sana terlihat dalam rahimnya telah tumbuh janin . Joshua memeluk istrinya dengan haru , ini bukan hal pertama yang di terima oleh Joshua . Tapi kebahagiaan ini tetap lah berbeda dengan kehadiran Jonathan dulu . Dokter telah mencetak foto USG calon anak mereka . Keduanya nya menatap foto itu dengan penuh kebahagiaan akan kedatangan anggota baru . Joshua tetap antusias menyambut buah hatinya .
"Mas .."panggil Angi di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah .
"Iya sayang selamat ya kamu akan menjadi seorang ibu ." ucap Joshua .
"Selamat ya mas , akan jadi seorang ayah lagi ." jawab Angi sambil menahan deraian air matanya .
"Mas harap ini air mata bahagia ." ucap Joshua sambil mengecup kedua mata istrinya dan menariknya ke.dalam pelukan nya .
Sampai di rumah Joshua segera menghubungi kedua orang tuanya dan kedua mertuanya . Hatinya tambah bahagia mendengar mereka juga bahagia .
"selamat ya nak ,mau jadi ayah lagi , ibu berharap bertambahnya anak akan menambah rasa tanggung jawab kamu kepada anak anak juga istrimu ." ucap surti .
"terimakasih ibu , aku juga berharap ibu tidak sungkan menegur dan mengingatkan aku ." ucap joshua
"pasti nak , ya sudah jaga istrimu ,nanti ibu akan beritau Ayahmu ." ucap surti .
"baik bu . Waallaikum salam " Joshua menutup sambungan telepon nya . Ia tatap istrinya yang tertidur pulas . Joshua keluar dari kamar saat mendengar suara bel pintu .
Nagita yang mendapat kabar dari Joshua kalau Angi hamil , hatinya sangat bahagia . Ia langsung datang ke rumah Joshua dengan banyak menenteng makanan di tangan nya .
"Di mana Angi? ." tanya Nagita saat melihat Joshua di ruang tamu .
"Di kamar , mam ." ucap Joshua sambil menekan perut dan memijit hidungnya . Joshua dengan cepat lari ke dapur . Nagita mengikuti putranya yang punya gelagat aneh dan wajahnya tiba tiba pucat . Ia juga mendengar Joshua muntah muntah .
"Kamu kenapa ." tanya Nagita sambil memijit tengkuk putranya .
"Makanan yang mama bawa bikin aku mual ." jawab Joshua masih sambil menutup hidung nya .
"ha..jadi kamu yang ngidam , kamu benar benar bucin ya sama istrimu yang ini . Dulu sama senjani tak begini banget ."ucap Nagita .
"Mam...
"Iya iya , syukur kalau kamu yang ngidam , mama akan bebas biat masakan apa aja buat menantu Mama ." ucap Nagita langsung pergi ke kamar Joshua .
Angi yang masih terbaring di tempat tidur tidak merespon siapa yang datang , ia mengira itu suaminya .
"Mas kepala aku kok jadi sedikit pusing ." ucap Angi tanpa membuka matanya .Nagita tersenyum dan mendekati Angi memijit kepala menantunya dengan lembut .
"Mas , kamu ngak mual mencijm masakan itu , tumben kamu bawa makanan ke kamar ...Mama..
Angi terkejut saat membuka mata karena tak mendapat respon dari suami.
"Maaf Mam , Angi tidak tau kalau mama yang datang ." Angi melirik ke arah pintu di mana di sana ada suaminya yang terkikik .
"kenapa harus minta maaf ." tanya Nagita sambil tersenyum
"Karena Angi telah lancang membiarkan mama memijit kepala Angi ." ucap Angi .
"Sudah jangan menagis , nanti suamimu salah paham dengan mama . " Angi melihat Joshua yang masih menghapus air matanya .
"Ayo sini Mama suapi , kamu makan yang banyak biar cucu mama dalam kandungan kamu sehat dan kuat ." ucap Nagita .dengan senyuman Angi pun menerima suapan dari Nagita .
***
Joshua bersandar di kepala ranjang , ia baru saja dari kamar mandi memuntahkan semua makan malam nya ,itulah rutinitas dia selama hampir tiga minggu ini . Joshua menjalani semua dengan ikhlas ,tidak pernah mengeluh atau menyesali .
Joshua menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu di buka . Muncullah Istri tercintanya yang membawa nampan yang berisi teh hangat dan biskuit rasa lemon yang dapat mengisi perutnya dan tidak akan merasa mual .selain Aroma tubuh istrinya .
"Minum dulu Mas ." ucap Angi sambil mengulurkan teh hangat kepada suaminya . Joshua menyesap sedikit tehnya dan menerima suapan biskuit dari istrinya . Sekeping biskuit seteguk teh hingga semua masuk ke dalam perutnya .
Setelah menghabiskan sarapan nya Joshua segera memeluk istrinya , ia kadang sangat bersyukur ia mengantikan istrinya ngidam . Setiap pagi merasakan mual dengan begitu ia dapat perhatian Angi lebih banyak . Dan Jonathan juga mengerti dengan apa yang terjadi pada ke dua orang tuanya . Ia semakin mandiri tidak banyak merepotkan Angi .Jonathan juga sangat senang mendengar akan segera mempunyai Adik bayi seperti miranda .
Walau rasa mualnya telah sedikit berkurang , joshua kadang masih berpura pura malam hari meras mual biar bisa mendapat pelukan sepanjang malam dari istrinya .
"Kamu tidak ke kantor mas ." tanya Angi setelah suaminya melepaskan pelukan nya .
"Ke kantor sayang , tapi agak siangan seperti biasanya ." ucap Joshua menjawab dengan pelan sambil membaringkan badan nya ke atas ranjang .Angi menarik selimut dan menyelimuti suaminya .
"Ya udah mas baringan dulu , aku bantu bantu di dapur sebentar .kalau kamu nanti butuh sesuatu panggil aku ." ucap Angi dan Joshua memberinya anggukan , Angipun segera keluar .
Jonathan telah duduk di meja makan menikmati sarapan nya . Angi mengelus kepala putranya dan ikut duduk di samping nya dan sarapan bersama .
"Makan yang banyak ,ya biar cepat besar dan kuat , nanti bisa bantu Momy jaga Adik kamu ."ucap Angi . Jonathan mengangguk.
"Bagaimana keadaan Dady mom apa masih belum sehat ."tanya Jonathan yang juga mengkhawatirkan keadaan Dadynya .
"Dadymu akan membaik jika perut Momymu udah membesar ."jawab Nagita yang baru saja datang bersama Jorgi suaminya .
"Oma , opa kalian datang ." sapa jonathan .
"Mam , pa . Kalian sudah sarapan ." tanya Angi sambil menjabat dan mencium tangan kedua mertuanya dan di ikuti oleh Jonathan .
"sudah , seingat aku saat ada Jonathan dan calon adiknya , Joshua tidak begini amat kan mam ." tanya Jorgi .
"iya , ngak tau dia bucin amat sama Angi , padahal kedua nya sama sama gadis yang dia cintai ." ucap Nagita .
"Oma , apa bucin ." tanya Jonathan . Nagita dan Jorgi akan membuka mulut nya tapi Angi cepat cepat memotong nya .
"Momy , sudah janji , hari ini akan antar jo ke sekolah kan ." ucap Jonathan yang memberi tau Nagita dan Jorgi kalau Jonathan harus berangkat ke sekolah .
"Baiklah , Oma juga akan ikut mengantarmu , nanti sekalian Oma akan ajak Momymu jalan jalan sebentar , Momymu pasti capek.jaga Dadymu terus ." ucap Nagita bercanda .karena ia telah mendapat tatapan maut dari putranya .
"Mam , pa .kalian pagi pagi dah di sini , apa Momy tidak masak untukmu ." sindir Joshua .
"Kita sudah sarapan . Papa cuma ingin ke kantor bersamamu sekalian antar Momymu yang ketemu cucu dan menantunya .