
Angi duduk di teras rumah sambil menatap Ibunya dan ibunya joshua ngobrol di kebun depan rumahnya .
"Jadi ini sudah bisa di panen ." tanya Nagita dengan antusias melihat tanaman brokoli yang telah siap panen begitu menyegarkan .
"Bisa bu ." jawab Bu surti .
"Bagaimana cara petiknya mbak . Saya ingin memanen nya ." ucap Nagita penuh semangat .
"ini pakai pisau , potong batangnya yang di atas tanah itu ." ucap bu surti .Nagita teriak kegirangan berhasil memetik sayur sambil memanggil Angi .
" ini nanti sudah bisa di masak ." tanya Nagita . Bu surti hanya mengangguk . Keduanya berjalan ke dapur melewati Angi . Angi juga mengikuti mereka ke dapur ikut menyiangi sayuran yang akan di masak .
"Sebenarnya kedatangan saya kemari ingin minta maaf pada putrimu mbak ." ucap Nagita disela sela kesibukan nya .bu surti yang juga sedang sibuk memotong sayur menghentikan pekerjaan nya .
"Aku telah melakukan kesalahan besar pada putrimu , dengan perkataan maupun perbuatan aku ." ucap Nagita dengan berani .
"Apa bu Nagita pernah memukul putriku ." tanya Bu surti .
"Tidak tidak , aku tidak pernah memukul Angi . Cuma mungkin aku pernah melukai fisiknya secara tidak langsung , aku menyuruh dia membawakan belanjaan aku yang sangat banyak , dan mungkin tidak hanya sekali ."ucap Nagita .
"kalau itu aku bisa maklum bu." ucap bu surti .
"Aku juga pernah menghinanya sebagai orang miskin ." bu surti menghela nafas kasar .
"Aku pernah berpikir kalau Angi hanya menginginkan harta putraku , dan akan memisahkan kami , seperti cerita yang pernah aku dengar ."
"Aku pernah memisahkan siapa dan siapa tante ." tanya Angi menyahuti ucapan Nagita .
"Maaf Angi , aku cuma terbakar oleh kata kata Lena , dia menghasut aku karena cinta dia di tolak oleh Reyhan yang lebih memilihmu , dia juga mengatakan karena kamu hubungan Reyhan dan orang tuanya hancur . Maafkan aku Angi mbak surti . Sekarang aku tau putrimu gadis yang baik tulus mencintai Joshua juga ikhlas menyayangi cucuku . Jonathan anaknya Joshua ." ucap Nagita .
"Apa bu nagita ibunya kekasih duda kamu itu ." Bu surti pura pura di depan Nagita .
"I... Iha bu ." ucap Angi gugup . Ia cuma takut mendengar ke jujuran Nagita ibunya akan jadi emak emak lebay beradu mulut dan main jambak jambakan .
"Apa putriku sudah memaafkan bu Nagita ." tanya bu surti . Nagita menggelengkan kepalanya .
"Saya tidak akan membela atau menyalahkan siapapun dari kalian berdua . saya sebagai ibunya Angi tentu akan marah Bu Nagita perlakukan putriku seperti itu .Tapi di sisi lain saya juga punya anak laki laki , saya tau bu Nagita lakukan semua itu karena anak .
Tapi anak hanyalah titipan Alloh, tugas kita hanya mendidik dan membesarkanya . Asal kita tidak salah didik anak anak tidak akan pernah melupakan orang tua demi orang yang di cintai .
Jadi di sini saya tidak akan ikut campur untuk membujuk Angi agar memaafkan Bu Nagita . Dia sudah saya didik dan besarkan tau apa yang harhs ia lakukan .di sini saya berada di tengah tengah tidak memihak ." ucap bu surti tapi ia tetap akan mengingatkan putrinya untuk tidak keterlaluan pada orang yang lebih tua .
"Tapi aku tetap boleh kemarikan mbak aku ingin dekat dengan Angi dan keluarganya ." Bu surti mengangguk sambil tersenyum pada Angi.
"Boleh ." jawab bu surti .Nagita kagum dengan sifat ibunya Angi yang hanya seorang babysitter , mungkin ia akan belajar dari bu surti untuk tidak terlalu mencampuri urusan anak anak mereka .
Sementara Joshua sudah tidak bisa menunggu lagi ,waktu seminggu yang di berikan oleh Angi tinggal dua hari lagi , ia memutuskan untuk pergi ke Jogya desa kelahiran Angi . Ia akan mengatakan dengan jujur kepada Angi , bila kedua orang tuanya pergi ke luar kota tidak bisa di hubungi .
Joshua ingin membujuk Angi secara langsung bukan lewat telepon , agar Angi mau memberinya waktu tambahan tiga atau empat hari lagi untuk membujuk mamanya.
Sekarang Joshua dan Jonathan sedang berdiri di depan rumah sederhana yang ia yakini rumah keluarga Angi sesuai dengan alamat yang di berikan oleh Angi .Jonathan dan Joshua menempuh perjalanan kurang lebih lima jam di tempuh dengan jalan udara dan darat .
"Dady yakin Momy tinggal di sini ." ucap Jonathan yang menenteng koper kecil dengan model robot kesukaan nya .
Joshua mengangguk yakin . dengan gps yang menunjuk kan alamat rumah Angi . Rumah yang kecil sederhana dan asri , banyak di tumbuhi tanaman bunga dan sayuran .
Jonathan tidak sabar , setelah mendapat kepastian dari Dadynya ia melangkah lebih dulu kearah pintu rumah ,meninggalkan Joshua yang masih melihat lihat keadaan sekeliling.
Jonathan memberanikan diri mengetuk pintu rumah itu dengan keras .
"Momy ." panggil jonathan ia mengulanginya setelah tidak mendapat jawaban. Joshua melangkah menghampiri Jonathan dan membantunya mengetuk pintu .
"Jonathan ?." suara seseorang dari belakang mereka dengan tidak yakin . Kalau Jonathan dan Joshua yang datang .Jonathan dan Joshua serentak membalik kan badan dan mendapati Angi yang berdiri kaku dengan menenteng keranjang berisi sayur di tangan nya .
"Momy ..." teriak Jonathan yang meninggalkan kopernya dan berlari memeluk Angi . Angi melihat ke.??. sekeliling banyak para tetangga yang menatapnya dengan penasaran .
"Kami datang untuk jemput Momy pulang ." ucap Jonathan semangat sambil memamerkan senyum polosnya.
"Oh kamu ternyata sudah punya anak , dan kamu tinggal begitu saja di Batam . Ibu macam apa kamu ." ucap salah satu tetangga Angi dengan sinis yang tinggal tepat di depan rumah Angi .
"Benar itu bu , kalaupun bertengkar dengan suami , setidaknya anak tetap harus bersama ibu." sahut yang lain nya .
"kalian jangan asal ngomong , kalian tidak tau apa apa tentang Angi ."ucap Joshua yang tidak terima Angi di jelek jelekan di depan nya .
"jangan jangan kamu suami yang becus ." timbal ibu lainnya sinis kepada Joshua .
"Angi kalau kamu tidak nyaman dengan pria seperti itu , Anak bibik siap menerima kamu dan anak kamu yang lucu itu . Kamu tau kan arif juga tidak kalahtampandengan suami kamu itu ." ucap ibu ibu itu membanggakan anaknya.
Joshua yang hendak maju menyangkal ucapan ibu ibu itu di hentikan oleh Angi . Anhi menggelengkan kepalanya pada Joshua agar tidak meladeni mereka .
"Kami pamit ke dalam dulu bi ." pamit Angi sambil me gandeng tangan Jonathanmasuk ke dalam rumah .sementara joshua mengikuti langkah Angi dari belakang sesekali matanya melirik pada ibu ibu yang masih saja membicarakan dirinya .
"Bagaimana kalian bisa sampai di sini ." tanya Angi penasaran .
"aku meminta data kamu dari sekolahan , kamu ingat kan aku kenal dengan pemilik sekolah ." ucap Joshua dan Angi juga mengangguk .
"Dan tujuan kedatangan kalian adalah ...