
" kamu sudah punya jawaban , untuk permintaan om satu tahun yang lalu , Jonathan ?." tanya Bilyam . Jonathan menghela nafas berat , dan menggelengkan kepalanya .
"Maaf Om , aku tidak bisa memenuhi permintaan Om sekarang . Karena besok aku dan Johanes harus berangkat ke taiwan . Semua berkas berkas kami sudah di urus semua . Mungkin kami akan berada di sana selama lima tahun kedepan ." ucap Jonathan .
Jonathan ingat satu tahun yang lalu Bilyam pernah datang menemuinya , meminta pada Jonathan untuk menikahi Miranda . Dan pada saat itu umur Miranda tiga bulan lagi sudah genap dua puluh satu tahun .
"Hanya kamu satu satu nya orang yang mampu menjaga Miranda .Om berharap , saat kamu pulang dari taiwan nanti , rasa cintamu pada Miranda masih tetap sama . Om berharap kalian berjodoh ." ucap Bilyam sambil menepuk bahu Jonathan dua kali .
Jonathan hanya diam ia tidak mampu untuk mengangguk atau menggeleng . Dia sadar dan tau , miranda hanya menganggapnya sebagai teman . Mana mungkin Miranda mau menikah dengan nya . Karena perempuan itu tidak pernah mencintainya . Dan juga karena ia menghargai dan menjaga perasaan Miranda sehingga ia menolak untuk menikah dengan gadis itu .
***
Sejak pagi Angi sudah berada di dalam kamar Jonathan , ia menangisi kepergian putra putranya yang akan menempuh pendidikan yang jauh dari nya .
"Sayang , jangan menangis lagi . Kita bisa pergi mengunjungi mereka , Jonathan dan Johanes kapan saja kita mau ." ucap Joshua membujuk istrinya yang duduk menangis di ujung ranjang jonathan .
"kamu tidak tau perasaan aku mas ." ucap Angi sambil menyingkirkan tangan suaminya dari bahunya .
"Aku mengerti perasaan kamu Yang . Ini semua juga demi kebaikan mereka kedepan nya . Demi masa depan mereka juga ." ucap Joshua . Seingat dia sudah menjelaskan semua ini pada istrinya berulang ulang kali . Tapi istrinya masih saja bersedih .
"Bagaimana kalau aku juga ikut saja dengan mereka ke taiwan ." tanya Angi .
"Kamu mau meninggalkan Aku dan Abraham ." tanya Joshua dan Angi terdiam lalu menggelengkan kepalanya .
"Jonathan sudah dewasa Sayang , dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri juga adiknya ." ucap Joshua dia mengerti akan kegelisahan istrinya .
"Mom , " panggil Jonathan yang sejak tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya . Dia mendekat dan duduk di samping Momynya .
"Ngak usah , peluk peluk ." ucap Joshua melihat anaknya dengan kesal , yang melingkarkan tangan nya di bahu istrinya dan ingin menyingkirkan tangan Jonathan dari bahu istrinya .
"Aku peluk Momy aku sendiri Dad , bukan Momy orang lain ." ucap Jonathan . Ia masih tidak mengerti dengan pikiran Dadynya yang masih saja cemburu melihat dirinya dekat dengan Momynya . Pria yang sudah hampir berusia kepala lima itu gara gara ia mencium pipi Momynya saja , pernah di musuhi hampir lima hari tidak mau menyapanya .
"Pokoknya Dady tidak suka ." Joshua langsung berdiri dan duduk di tengah tengah antara Jonathan dan istrinya .
"Mas , Jonathan akan pergi dalam waktu yang lama . Tidak bisa kah aku memiliki waktu berdua atau bertiga dengan Johanes ." ucap Angi membujuk semoga saja suaminya mengijinkan nya . Namun harapan tinggal harapan , suaminya yang pencemburu itu tidak mengijinkan nya .
"Kita sarapan saja Mom ,Dad . Tiga jam lagi kita harus berangkat ke bandara ." ucap Jonathan mengalihkan pembicaraan , kalau tidak kedua orang tuanya tidak akan berhenti adu mulut .
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan . Dari sekian banyak Anggota keluarga Angel lah yang sangat bahagia . karena akan terlepas dari Abang abangnya . Johanes lah yang keras di antara ke tiga abang nya . Sementara Jonathan sangat penyayang padanya . Abraham yang paling jahil tapi juga suka mengalah .
Angel merasa sedikit bebas walau harus tinggal di pondok . Karena abangnya juga mengirim kan seorang abang untuknya yang baik hati .
Waktu berputar dengan cepat , tiga jam serasa tiga menit mereka lalui , Jonathan dan Johanes sudah siap dengan koper dan barang barang masing masing . Joshua dan yang lain nya juga ikut mengantar jonathan dan johanes hingga sampai ke bandara .
Angi benar benar tidak bisa menahan Air matanya . Masih dalam perjalanan saja air matanya sudah susah di bendung . Angel yang duduk di samping Momynya juga ikut sedih , karena selama ini ia belum pernah melihat Momynya sesedih ini .
"Momy sudah dong , Abang kan pergi untuk belajar bukan pergi untuk perang ." ucap Angel berusaha menghibur Momynya .
"Momy tau ,tapi Momy tetap sedih jauh dari Abang kamu .dan kamu sendiri juga akan mondok , di rumah tinggal Dadymu dan abangmu Abraham , sepi tau . Dan ini pertama kali mereka berpisah dari mama , dalam jangka waktu yang panjang lagi , rasanya berat banget Sayang ." ucap Angi
"Kita kan bisa mengunjungi mereka Sayang , atau minta mereka balik saat sekolah mereka libur kan ." Joshua sudah kehabisan kesabaran nya , saat melihat sikap istrinya sehingga tanpa sadar ia bicara dengan nada tinggi . Angi segera mendelik menatap suaminya yang bicara dengan nada tinggi .
"Maaf sayang ."ucap Jishua dengan cepat saat menyadari nada suaranya yang tinggi . Angi membuang mukanya ia enggan menatap wajah suaminya . Sisa perjalanan mereka ke bandara pun jadi hening . Angi tak lagi menangis Jishua juga tidak mau menganggu ketenangan istrinya .
Jonathan mengulum bibirnya saat senyumnya akan lolos saat melihat rahang Dadynya mengeras , saat melihat Jihanes memeluk Momynya sangat lama,
"Sayang pesawat mereka akan segera berangkat , jangan peluk Jihanes lama lama , nanti mereka ketinggalan pesawat ." ucap Joshua sambil menarik istrinya.
" Dady akan potong uang bulanan kalian , kalau kalian lama lama peluk Momy ." ucap Joshua yang tidak di perdulikan dan di hiraukan oleh Jonathan .
Jonathan lama memeluk momynya karena ingin menenangkan Momynya yang kembali bersedih .
"Hati hati di sana , jaga diri baik baik , fokus sama kuliah kalian jangan pikirkan perempuan , kalau ada apa apa segera kabari Momy dan Dady ." ucap Angi .
Jonathan tersenyum dan mengangguk . Ia tau Angi bukan ibu kandungnya , tapi kasih sayangnya melebihi kasih sayang nya pada anak anak kandungnya sendiri . Jonathan sangat bersyukur memiliki Angi sebagai penganti , Dari ibu kandung nya . Dan ia juga sangat menyayangi wanita itu .
"Momy juga jaga kesehatan . Jangan bersedih larut larut , Jo sangat menyayangi Momy ." ucap Jo sambil melepaskan Angi dari pelukan nya . Karena punggungnya terasa sangat panas oleh tatapan tajam dari Dady nya .
Jonathan memeluk Adiknya Abraham ." Abang percaya kamu bisa menjaga Dady dan Momy ." ucap Jo sambil menepuk bahu Adiknya . Abraham mengangguk dua kali .