
"Apa yang membuat mu belum siap., sementara kamu sendiri hampir saja melakukan perbuatan dosa dengan Joshua ." tanya Surti . Dia menatap putrinya dengan tatapan tidak mengerti
"Ayah , ibu dan mama juga papa , saya ijin dulu untuk bicara berdua dengan Senja dulu ." ucap Joshua . Dan Joshua menarek tangan Angi setelah mendapat ijin dari kedua orang tuanya .
Joshua membawa Angi ke belakang rumah kedua orang tua Angi . Hampir lima menit tak ada yang angkat bicara di antara mereka berdua . Joshua sibuk merangkai kata kata yang akan dia ucapkan kepada Angi .
Sementara Angi diam menunggu Joshua memulai pembicaraan . Namun pria itu tidak kunjung membuka mulutnya.
" kamu mau bicara apa ?." tanya Angi yang sudah tidak sabar menunggu. Joshua menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan . Joshua langsung mengunci tatapan nya lurus kepada mata Angi .
"Aku tau kamu masih marah padaku , kamu belum bisa memaafkan aku dan mamaku . Sehingga kamu ragu untuk menikah dengan ku . Aku sadar hanya dengan cinta saja tidak cukup . Karena aku juga terlalu dalam melukaimu . Tapi senja , percayalah padaku , aku sungguh sungguh akan berubah menjadi yang lebih baik , demi Jonathan demi kamu dan masa depan kita ." ucap Joshua .
Angi sebenarnya bukan ragu atau belum memaafkan Joshua .ia sudah melupakan semua nya . Hanya saja ada yang mengganjal di hatinya . Semenjak merantau ke Batam , Angi tidak pernah pulang untuk menjenguk atau membuatkan cemilan atau minuman . Selama ini yang penting ia mengirimkan uang tiap bulan untuk orang tuanya . Dan kini kembali belum ada satu bulan tiba tiba saja dia harus pergi lagi untuk menikah dan mengikuti suami. Meninggal kam orang tua lagi.
"Beri aku waktu Jo , untuk berbakti kepada ke dua orang tuaku , ijinkan aku membuatkan makanan mencucikan bajunya , tiga bulan Jo beri aku waktu Tiga bulan saja biar aku gunakan untuk merawat Ayah dan Ibu ." Angi menunduk kan wajahnya Air matanya menetes , ia menyesal selama ini tak pernah meluangkan waktu untuk pulang kampung .
Joshua meraih Angi ke dalam pelukan nya , ia usap bahu Angi dengan lembut , ia hargai tujuan Angi ingin berbakti pada orang tuanya .
"Baiklah , jangan menangis aku hargai keputusan dan keinginan mu ,biar aku yang memberi tau kepada Ayah dan ibu , ya . Satu yang ku pinta dari mu , setelah padaku , tiga bulan lagi aku akan menjemput mu ." ucap Joshua sambil mengecup singkat kening Angi .
"Sudah jangan menangis lagi .nanti Ayah dan ibumu mengira aku menyakitimu lagi ." ucap Joshua sambil menghapus air mata Angi .
"Terimakasih sudah mau menunggu ku ." ucap Angi .
"Aku seharusnya yang berterimakasih , karena kamu sudah mau menerima dan memberi aku satu kesempatan lagi , untuk tetap di sampingku ." ucap Joshua
Joshua mengandeng tangan Angi untuk kembali masuk ke dalam rumah . Dengan tatapan mata dari penghuni rumah itu .
"Ayah dan Ibu , maaf bila saya telah lancang dan terlalu jauh , menyentuh Angi , semua itu karena rasa sayang dan cintaku yang sangat dalam dan besar kepada putri kalian ." ucap Joshua .
Ia mengeluarkan sebuah map dari dalam saku jaket dalam nya . Dan ia ulurkan kepada paijo . Dengan dahi berkerut paijo membuka isi map itu ,mata paijo dan mulutnya melebar bersamaan .
"Itu adalah cita cita Senja selama ini , sehingga selama lima tahun dia tidak pernah pulang hanya untuk menaik kan haji Ayah dan Ibu .sesuai keinginan Senja , kami akan datang tiga bulan lagi untuk melamar senja ." ucap Joshua .
Joshua mengulurkan tangan nya kepada putranya , juga menatap kedua orang tuanya . Jonathan berlari memeluk Angi sebelum pulang ke ibu kota .
***
Sesuai dengan keinginan Angi setelah kedua.orang tuanya pulang dari haji ia benar benar merawat dan memanjakan kedua orang tuanya . Sampai sampai.Paijo.shock dengan berbagai ragam masakan yang di hidangkam oleh Angi . Sehingga Angi harus menjelaskan apa yang sedang ia masak .
"Dady , benarkah hari ini kita akan ke rumah Momy ." tanya Jonathan setelah hampir tiga bulan mereka tidak bertemu .
"Benar sayang , kamu bahagia ." tanya Joahua . Jonathan mengangguk bahagia dan langsung memeluk Dadynya . Nagita yang menyaksikan dari kejauhan sempat menghapus air matanya . Jorgi yang melihat itu semua mengelus bahunya dengan lembut .
Sementara di kediaman keluarga Angi juga sudah ramai para tetangga dan keluarga besar Angi sudah berkumpul untuk membantu Acara lamaran Angi dan Joshua .
"Bu Surti maaf lo , sudah peenah mengatakan Angi wanita yang ngak jelas , tega ninggalin anknya sendiri . Ternyata dia calon putra sambungnya ." ucap tetangga Angi yang pernah salah paham dengan Angi .
"Tidak apa apa ibu ibu , terimakasih sudah sudi membantu kami ." ucap Bu surti .
Sementara Angi sedang duduk di rias di temani oleh salah satu sahabat baiknya , yaitu Nisa . Nisa juga sedang dalam keadaan hamil muda dia sampai kemarin sore .
Sementara Lisa tidak bisa datang di karenakan putrinya sedang demam jadi tidak bisa datang . Wajah Nisa sedikit pucat karena baru trismetri awal .
"Aku dah bilang padamu ,tidak usah datang kenapa ngeyel . Lihat sekarang ." ucap Angi merasa kasihan .
"Bagaimana non keadaan kamu ." potong surti yang datang membawakan teh hangat untuk Nisa .
"Minumlah biar enakan , seperti ini lah wanita hamil ." ucap Surti .
"Makasih ya bi , hah aku terlalu bahagia dan beruntung di banding bunda ku dulu saat masih mengandung aku ya bi ." ucap Nisa cemberut .
"yang berlalu biar berlalu , sesuatu terjadi pasti ada sebab dan musabab nya Non ."ucap Surti .
"iya sih bi , bunda Ajak Ayah priksa kesuburan tidak tepat waktu , " ucap Nisa .
"Lihat wajahmu pucat seperti tak di aliri darah , mau tidak aku panggilkan suamimu ." potong Angi
"Jangan begitu ,kedatangan aku pasti juga kebanggaan bibi . aku percaya bibi juga bangga anak asuhnya hari ini sudah menikah dan akan jadi ibu .lagian Alloh benar benar adi , mempertemukan aku dan kamu sebagai sahabat , dan Lisa tidak bisa datang karena Miranda sakit , tidak mungkin kan aku tidak datang ." ucap Nisa .
"tapi lihat kamu terus mual itu ." ucap Angi kasihan .
"Ngak apa apa , bibik dah buatkan aku teh hangat ,sebentar lagi pasti sudah baikan , jangan beritahu Angga dia akan marah kalau tau keadaan aku seperti ini , " ucap Nisa , ia tau suaminya juga posesip bahkan sudah melarang nya untuk datang .
"terus kenapa masih nekat ." tanya angi .
"kita sahabat sejati , masak satunya satu ngak ada yang datang , kssihan dong kamu . Lagian situasiku ini tidak akan lama , iya bi habis muntah baikan lagi kan ." ucap Nisa minta pembelaan dari pengasuhnya dulu.