My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
106



Miranda merasa dunia juga ikut mengolok dan mengejek nya , karena kebodohan di masa lalu ia telah menolak cinta Jonathan .


"Andai saja dulu aku menerima cinta Jonathan , mungkin hari ini tidak akan jadi seperti ini ." Miranda melamun berandai andai , namun waktu tidak bisa di ulang kembali , ibarat kata Nasi telah menjandi bubur semuanya sudah terlanjur .


Tidak ingin merasakan sakit yang lebih dalam dan lama .Mira memutuskan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu . Mira segera menyalakan mesin mobilnya . ia tak mau tau apa yang di lakukan oleh mereka berdua di dalam mobil . Yang pasti itu semua hanya akan menyakiti perasaan nya saja .


Di dalam perjalanan Mira mengendarai mobilnya dengan hati hati , karena moodnya sedang tidak baik baik saja .ia tidak mau mengakibatkan orang lain kecelakaan di jalan raya . Tapi juga tidak menghindarkan diri sendiri kecelakaan , Dari arah belakang melaju sebuah mobil dengan kecepatan yang tinggi , mobil itu ingin menghindari swbuah truk dan terpaksa harus menabrak mobil miranda dari belakang .


Untuk menghindari tabrakan beruntun , miranda membanting setir mobilnya ke tepi jalan . Tapi naas mobilnya malah menabrak portal jalanan dengan keras . Miranda shock dan terdiam di dalam mobil , ia tidak tau kenapa ini terjadi . Mira hanya bisa menoleh ke samping di mana di sana telah banyak orang orang berkerumun bising sekali . Lama kelamaan pandangan mira mengabur ,suara suara bising itu mulai memudar dan gelap .hanya keheningan yang menyelimutinya .


***


"sejak awal aku sudah tidak setuju mas , kamu memberi mira mobil sendiri . Lihat sekarang akibatnya dari kamu memanjakan dia ." sayup sayup mira mendengar perdebatan kedua orang tuanya .


"Tapi mira juga perlu mandiri sayang . Semua yang aku lakukan bukan untuk memanjakan nya .tapi aku mendukung semua apa yang dia inginkan ." ucap Bilyam .ia mengerti perasaan istrinya yang mencemaskan kondisi putrinya .ia juga tau sejak awal konsekuensi yang akan di hadapi oleh mira bila mempunyai mobil sendiri .tapi ia juga tidak berharap putrinya mengalami hal seperti ini .


"Aku tidak mau tau , kedepan nya aku mau kemana mana Mira di antar kan oleh sopir ." putus Lisa tegas dan Bilyam hanya bisa mengangguk menyetujuinya .


"Dan satu lagi .." ucapan Lisa terhenti oleh suara yang memanggilnya . Dan suara itu adalah suara putrinya . Lisa dengan cepat menoleh menatap putrinya .


"Ma ." panggil mira kembali dengan suara pelan .


"Sayang , kamu sudah bangun ?." tanya Lisa .


"Ya seperti yang Mama lihat ." jawab Mira dengan menyunggingkan senyum tipis nya . Dengan senyuman nya itu ia berharap mampu mengurangi kecemasan pada mamanya .


"Kamu baik baik saja ? Mana yang sakit ." tanya Lisa beruntun . Dia melihat dan meraba dengan pelan wajah hingga tangan putrinya .


"Mira baik baik saja Ma , ngak apa apa kok , ngak ada yang sakit ." ucap Miranda berbohong , tentu saja bohong . karena ia merasakan kakinya sebelah kanan nya terasa berat dan nyeri .tidak hanya itu , bahkan seluruh badan nya terasa remuk dan pegal semua .


"Jangan berbohong , Dokter mengatakan kepala kamu terbentur dan ada pecahan kaca mengenai kepala kamu .miranda spontan mengangkat tangan nya dan meraba kepalanya . Ia meringis karena ia tepat menekan lukanya dengan kuat . Lisa mendesah melihat penderitaan putrinya .


"setelah keluar dari rumah sakit , kamu kembali tinggal bersama dengan papa dan mama ya ." mira mengeryit menatap mamanya tidak setuju .


"Papaa ." miranda mengalihkan tatapan nya kepada papa nya , agar menolongnya untuk membujuk mamanya agar tetap membiarkan nya tinggal di apartemen nya sendiri . Tapi keliatan nya , Bilyam menyetujui usul istrinya . Karena pria paruh baya itu hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya . Miranda hanya busa pasrah yang harus kembali menjadi anak kecil lagi , yang tidak akan lepas dari pantauan anggota keluarganya .


***


Sementara Angi berjalan terburu buru sambil berlari dengan memeriksa tas nya .


" Momy mau jenguk Mira di rumah sakit ." jawab Angi .


"Mira sakit ?." tanya Jonathan yang suaranya di buat sedatar mungkin .


"Abang pasti tidak tau kan ? Kalau kemarin malam kak mira kecelakaan mobil ." ucap Angel yang kebetulan sedang cuti untuk pulang ke rumah .


Jonathan seketika berdiri ." Tunggu sebentar Mom ." ucap Jonathan yang langsung masuk ke kamarnya .


"Abang pasti akan ikut ya kan Mom ." tanya Angel , yang mendapatkan jawaban setelah Jonathan keluar dengan menganti celana pendeknya dengan celana jeans panjang .


"Abang mau kemana ." tanya Angi yang pura pura tidak tau tujuan Jonathan .


"emm sopir lagi sibuk Mom .jadi biar Jonathan saja yang antar , " ucap Jonathan . Dan Angi juga mengangguk pura pura percaya saja dengan omongan Jonathan .


Sepanjang perjalanan perasaan Jonathan sebenarnya tidak tenang . Tapi ia berusaha menutupinya dari ibunya . Tapi Angi tau apa yang di rasakan oleh putranya , walau dia bukan putra kandungnya .


" Dari yang Momyndengar Mira tidak terluka parah kok , hanya luka luka ringan tidak ada yang serius , kalau kamu cemas ." ucap Angi membuat Jonathan menginjak rem dengan tenang saat lampu merah .


"Momy harap ini bisa membuatmu tenang dan berkendara dengan baik ."tambah angi dan Jonathan hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Angi .


"Bukan Momy tidak setuju kamu berhubungan dengan Rania .Momy hanya tidak mau kamu mem0ermainkan hati seorang perempuan . Ingat sayang , kamu juga punya seorang adik perempuan .yang juga harus kamu jaga , jangan sampai dia juga sakit hati karena...


"Jonathan tau maksud Momy , dan Momy juga harus tau , kalau hubungan Jonathan dengan Rania itu serius ." Jonathan memotong perkatan Momynya .


"Lalu apa yang kamu lakukan sekarang , Sayang ." tanya Angi dengan tatapan serius yang pernah ia punyai .


"aku hanya ikut menjenguk Mira sebagai teman lama . Bukan sebagai pria yang pernah mencintainya ." jelas Jonathan .


"Momy berharap kamu memegang omongan kamu ini ." ucap Angi kemudian diam , tidak lagi melanjutkan pembicaraan nya . Ia lebih tau bagaimana perasaan putranya . Semenjak pertama kali bertemu dan kenal dengan Miranda .


Jonathan sudah tertarik dengan gadis itu hingga mendarah daging . Bertahun tahun ia mencintai miranda dan bertahan , walau dengan terang terangan gsdis itu menolaknya . Dan mengatakan kalau dia mencintai orang lain . Apakah mungkin Jonathan memberikan cintanya begitu mudah kepada perempuan lain semudah itu.? Yang jelas , Angi tidak pernah mempercayai dengan ucapan putranya itu . Terlepas dari ini semua , Angi tidak masalah dengan siapaun Jonathan akan menjalin cinta .


Setelah mereka sampai di parkiran rumah sakit , Angi segera berjalan menuju ke ruangan Mira di rawat .setelah mendapatkan tempat perawatan Mira dari resepsionis .


Saat sampai di depan pintu tempat Mira di rawat , Angi mengetuk pintu terlebih dahulu , tak lama kemudian munculah Lisa sahabatnya di depan pintu .