
"Jangan jangan kamu berpacaran dengan seorang duda ." tebak Surti .
"Apa Ayah dan ibu tidak setuju , kalau Angi pacaran dengan seorang duda ." tanya Angi dengan suara pelan dan hati hati . Jantung berdetak sangat kencang .
"Kalau dia orang baik , kenapa tidak setuju ." Akhirnya Angi menarik nafas dengan lega mendengar jawaban dari ibunya . Dari pihak kedua orang tuanya tidak ada masalah , kini tinggal dari pihak kedua orang tua Joshua .
"Joshua pria yang baik kok bu." ucap Angi .
"Kalau dia laki laki yang baik , ibu dan Ayah bahagia . Terus kapan kamu akan bawa dia bertemu dengan Ayah dan ibu ."Tanya Surti membuat Angi menggaruk kepala yang tidak gatal . Karena ia juga bingung ..
"Nanti ya bu kalau Angi sudah siap ." ucap Angi .
"jangan lama lama , ingat umur kamu sudah tidak muda lagi ." ucap surti .
"Iya bu ." Angi segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya . Setelah Ibunya mengakhiri telepon nya .
***
Joshua baru pulang dari kantor , ia sedang duduk santai di ruang tamu kontrakan Angi . Angi sedang berada di dapur sibuk membuatkan cemilan dan kopi untuk nya , sementara Jonathan sedang tidur siang di dalam kamar Angi .
"Ini kopinya pak ." ucap Angi sambil meletak kan kopi buatan nya di meja depan Joshua .
"Terimakasih sayang ." ucap Joshua tidak lupa ia melayangkan kedipan mautnya yang membuat Angi mendengus .
Joshua terkekeh , ia selalu senang melihat ekspresi wajah marah wanita itu , Apa lagi saat ia cemberut dan mendesis . Joshua rasanya ingin langsung ******* bibir ranum itu . Angi membuang muka saat tanpa sengaja ia beradu tatap dengan Joshua . Karena wajahnya telah memerah dan detak jantungnya juga tidak terkendalikan .
"Pak ." panggil Angi pelan . Dia membuka pembicaraan untuk mengatur detak jantungnya yang berdetak semakin gila .
"Ada apa ?." jawab Joshua .
"Bagaimana seandainya hubungan kita tidak direstui oleh ke dua orang tua bapak . Apa yang harus kita lakukan , pak ." Angi berbalik dan menatap Joshua dengan serius .
Joshua diam tidak langsung menjawab , pria itu diam sesaat ." Saya akan tetap mempertahankan hubungan kita . Sampai kedua orang tua saya akan meberi restunya . Tapi saya rasa itu semua tidak mungkin . Karena kedua orang tua saya tidak pernah mempertanyakan wanita pilihan saya . Orang tua saya selalu menerima dengan baik . Begitupun dengan kamu , malah yang saya khawatirkan adalah restu dari kedua orang tuamu . Tidak semua orang tua mau menerima orang yang punya status seperti saya ." ucap Joshua .
"Bapak orang baik , bukan ? . Orang tua ku bilang . Selagi aku menjalin hubungan dengan orang baik , mereka tidak peduli dengan status . Mereka akan menerima nya ." ucap Angi .
"Ya tentu saja ,memang saya pernah jahat sama kamu .? Di lihat dari segi mana pun Joshua selalu bersikap baik dengan Angi .
"Awal pertemuan kita bapak jahat kepada ku ." sungut Angi menginggat perlakuan pria itu .
"Mana Ada ." elak Joshua .
"Awal pertemuan kita , bapak hancurkan hubungan aku dengan Dilan ." ucap Angi .
"Oh itu . Itu bukan saya menghancurkan hubungan kamu , tapi saya menyelamatkan kamu dari cengkeraman orang yang salah ." jawab Joshua . Angi membenarkan apa yang di ucapkan Joshua dalam hati .
"Sekarang kedua orang tua kamu menerima saya . Dan kedua orang tua saya juga . Bagaimana kalau kita malam pertama sekarang saja ." ucap Joshua sambil menaik turunkan alisnya menggoda Angi .
"Bapak sudah janji akan menjaga kehormatan aku ." Angi berusaha melepaskan tangan Joshua dari pergelangan kakinya .
"Saya bilang , saya bilang tidak janji seratus persen kamu tidak lupakan ."ucap Joshua .
"pak , bapak belum transfer gaji aku lo ini sudah lewat tanggal lo ." ucap Angi mengalihkan pembicaraan . Joshua mendengus kala kesenangan nya di ganggu .
Joshua meraih ponselnya dan dan membuka M banking nya dan mentransfer beberapa nominal ke no rekening Angi .
"Kalau kamu mau menikah dengan saya , kamu tidak akan dapat gaji lagi ."ucap Joshua.
"kenapa begitu ." tanya Angi tidak terima .
"Ya mana ada istri di gaji , yang ada istri di nafkahi sayang ." ucap Joshua kembali mengerlingkan matanya . Menggoda Angi sudah jadi kebiasaan nya .
Angi berpikir uang bulanan yang di berikan oleh Joshua bila mereka benar benar menikah nanti .jiwa matre Angi tiba tiba keluar berkobar Angi menggelengkan kepalanya untuk mengusir jiwa matre dati dirinya .
"memang berapa yang akan aku dapatkan tiap bulan nya ." tanya Angi penasaran .
"Seluruh uang saya , kamu yang akan pegang semuanya , bagai mana kamu tertarik ? ." Joshua bergeser mendekat kan tubuhnya dengan tubuh Angi . Dia mengambil kesempatan saat wanita itu sedang berpikir . Mengusap kening Angi yang berkerut dan mengecup singkat bibir ranum Angi .
Angi melotot kaget ." Bapak , apa apan sih ." sunggut Angi
"Masih kurang ." lalu mengecup lagi bibir Angi dengan gemes .
"ih bapak apa apa an sih , ada Jonathan tu , malu ih ." ucap Angi .
"tidak apa apa , Jonathan masih tidur di kamarmu kan ."
"Dady Jo sudah bangun sejak tadi ." ucap Jonathan sambil melipat ke dua tangan nya dan melipat di depan dadanya menatap kedua orang itu dengan curiga .
Sepanjang makan malam hening ,diam tidak ada yang bicara . Joshua maupun Angi keduanya bungkam mendengar pertanyaan dari Jonathan . Pertanyaan pertanyaan Jonathan di anggap angin lalu oleh mereka
"Dady malam pertama itu apa ." pertanyaan Jonathan yang kelima kalinya . Mereka telah selesai makan malam .
"Dady ngak tahu ." ucap Joshua ia berharap jonathan melupakan pertanyaan itu .
"dady tadi mengajak Momy malam pertama ." kata Jonathan ngotot . Karena ia terlanjur penasaran , saat itu ia melihat kedua orang tuanya dalam keadaan menempel. Rasa penasaran nya membumbung tinggi hingga ia harus mendapatkan jawaban nya .
Angi juga angkat bahu cuek ketika mendapat tatapan Joshua yang meminta bantuan padanya .
"Sudahlah lupakan itu sekarang kita mandi sebelum pulang ." ucap Joshua sambil berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi rumah kontrakan Angi . Untuk menghindari pertanyaan dari Putranya .
Setelah Joshua masuk ke kamar mandi , Jonathan mengalihkan pandangan nya kepada Angi . Minta jawaban dari wanita yang dia anggap Momy itu . Tapi Angi juga berusaha menghindarinya .
"Momy pergi cuci piring dulu ya sayang ." ucap Angi dan segera meringkasi piring piring kotornya yang masih ada di meja makan . Ia segera mengangkat piring kotornya ke wastafel . Angi segera menyalakan kran dan pura pura sibuk .. Jonathan melipat kedua tangan nya di depan dada dan mengembungkan kedua pipinya tanda kalau ia kesal tidak mendapatkan jawaban dari kedua orang tuanya .