
"Sebenarnya tujuan kamu apa ?." tanya Angi . Walau hanya mengenalnya selama tiga bulan tapi Angi tau bagaimana pria itu kalau sedang. menginginkan sesuatu seperti saat ini misalnya .
Dilan tersenyum ." sampai sekarang kamu pasti masih menginginkan kita untuk bersama , iya kan ?." Angi mengangkat Alisnya . Mendengar pertanyaan seperti itu dari Dilan .
"dengar kita masih bisa kembali bersama , asal kamu mau membantu aku ." ucap Dilan .masih dengan percaya diri
"bantu apa ?." bukan ingin kembali ke pria itu , Angi hanya penasaran dan ingin tau .bantuan seperti apa yang di ingin kan pria itu .
"Bantu aku agar Joshua mau berinvestasi di kafe dan restoran aku ." kata Dilan .
"Kalau aku tidak mau ." Angi melipat tangan nya di d**a .
"Kita tidak akan pernah bisa bersama lagi. Dan lagi kalau kamu bisa membantu ku , ini semua juga demi masa depan kita ." ucap Dilan
"Tapi aku aku tidak bermaksud kembali padamu Lan . Sejak kamu memutuskan untuk tidak percaya padaku , aku juga telah membuang perasaanku padamu . Dan aku tidak akan memungutnya kembali apa yang telah aku buang . Dan sekarang kamu boleh pergi dari rumahku ." ucap Angi .
Dan Angi bertanya tanya lagi pada dirinya sendiri , Apa dulu yang membuatnya jatuh cinta dengan laki laki di depan nya ini .
"Angi . Tidak ada pria sebaik aku di dunia ini.meski kamu mencari sampai tua ." ucap Dilan membanggakan diri sendiri .
"Tidak apa apa , mungkin itu kesempatan untuk ku agar bisa mencari laki laki yang tulus mencintai aku ." sindir Angi .
"Tulus mencintai? Hahaha ...aku tidak yakin kamu akan mendapatkan semua itu . Terlebih melihat kondisi kamu seperti ini . Apa yang kamu punya , kedudukan No , kecantikan standar ." ucap Dilan yang benar benar keluar sifat aslinya .
Setelah meremehkan Angi . Dilan melangkah pergi meninggalkan rumah Angi , beberapa langkah kemudian Dilan menghentikan langkahnya lagi .
"kalau kamu berubah pikiran , kamu bisa hubungi aku lagi , aku percaya kamu masih menyimpan nomor ponsel aku ." ucap Dilan .
Angi hanya mengangkat acuh bahunya .ia berjanji dalam hati akan segera menghapus nomor ponsel itu .kalau perlu ia akan memblokir nya . Ia percaya laki laki seperti Dilan punya sifat habis manis sepah di buang .
Jika di bandingkan dengan mantan nya dulu Dilan bukanlah apa apa . Reyhan masih lebih kaya raya di banding Dilan .hanya saja Reyhan laki laki b******n yang hanya mengutamakan n***u saja .
Angi membalik kan badan hendak masuk ke dalam rumah . Tapi telinganya menangkap suara mobil yang familiar berhenti tepat di depan rumahnya .Angi membalikan badan nya lagi . Benar saja suara mobil yang familiar itu adalah milik Joshua .
Pintu mobil terbuka dan turunlah Joshua yang kemudian membantu Jonathan untuk turun dari mobil .
"Bu Angi ." bocah kecil itu berlari menghampiri Angi .
"hai jagoan ." sambut Angi sambil mengelus kepala bocah itu dengan lembut .
"Apa kamu ada rencana keluar hari ini ." tanya Joshua sambil menghampiri Angi .biasanya hari minggu hari istirahat Angi tidak menemani Jonathan . Minggu adalah hari bebas untuk Angi .
"Tidak ada pak , hanya ingin di rumah saja ." jawab Angi .yang memang tidsk punya rencana apapun .
Joshua mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah Angi lebih dulu walau belum di persilahkan masuk . Angi menggandeng tangan Jonathan mengikuti langkah kaki Joshua dari belakang masuk ke dalam rumahnya .
"kami habis berpapasan dengan Dilan ? Apa dia habis dari sini ."tanya Joshua dengan nada yang kedengaran biasa saja . Tapi raut wajahnya yang mengeras tidak bisa menyembunyikan kekesalan pria itu .
"Ya , dia ke sini ." Angi membenarkan
"untuk apa dia ke sini ." tanya Joshua menuntut jawaban . Joshua merasa harus tau tujuan apa tujuan kedatangan mantan kekasih Angi .datang menemui wanita itu kembali .
"Dia datang untuk meminta maaf dan..
"Dan minta kembali sama kamu ."potong Joshua cepat , Angi mengangguk ragu . Memang Dilan minta dirinya kembali tapi dengan satu syarat .
Rahang joshua mengeras ia ingin rasanya langsung menghajar laki laki itu dengan tangan nya sendiri .
"Dan kalian sudah balikan ." tanya Joshua lagi , Angi menggelengkan kepalanya .
"Saya sudah tidak mencintainya lagi ." jawaban yang di lontarkan Angi seketika merubah raut wajah Joshua . Pria itu nampak mengangguk puas .
"Memang sudah seharusnya begitu ." ucap Joshua dengan nada lega .
"Jadi bapak ke sini mau apa ." tanya balik Angi . Sudah jadi kesepakatan mereka , hari minggu adalah hari libur untuk Angi .
"Saya ingin mengajak kamu belanja kebutuhan Jonathan ." ucap Joshua .
"kenapa harus saya . Saya kan libur pak " tanya Angi .
"Karena kamu yang lebih dekat sekarang dengan dia ." ucap Joshua melarikan pandangan nya ke arah Jonathan yang sedang bermain . Karena sekarang di rumah Angi juga banyak mainan Jonathan .
Terjadang pulang sekolah mereka lebih banyak pulang ke rumah Angi dari pada rumah besar dan mewah milik Joshua .Dan Joshua juga tidak keberatan mereka melakukan apapun .
"Sebenarnya mau belanja apa sih pak ." tanya Angi . Angi rasa kebutuhan Jonathan sudah tercukupi semua di rumah mereka dengan lengkap .
"Baju ,sepatu , dan yang lain nya . Juga sudah banyak baju Jonathan yang sudah tidak muat di pakai Jonathan ."ucap Joshua .
"Bapak..
"Bisa ngak jangan panggil saya dengan sebutan Bapak ." Joshua merasa tua jika di panggil Bapak oleh Angi .
"Anda kan memang atasan saya ." jawab Angel .
"Tetap saja jangan panggil saya dengan sebutan Bapak ...
"Saya pergi siap siapa Pak ." panggil Angi mengabaikan permintaan Joshua .
"Jaaaa ." panggil Joshua tidak suka di abaikan oleh perempuan itu . Namun angi tetap berjalan ke kamar mengabaikan panggilan Joshua .
Joshua berjalan di belakang Angi dan Jonathan . Sesekali ia tersenyum mendengar obrolan kedua orang yang ada di depan nya itu .
"Bu ,itu apa ."tanya Jonathan sambil.menunjuk stand yang menjual kerajinan tangan . Angi menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan Jonathan dengan sabar .
Mereka memasuki toko pakaian yang menjual pakaian anak anak hinga pakaian orang dewasa . Angi membantu memilih baju yang di pakai Jonathan untuk sehari hari . Angi orangnya simpel tidak pemilih asal nyaman di pakai , sehingga ia tidak butuh waktu lama untuk belanja pakaian Jonathan .
Anhi juga cekatan .itulah yang membuat Joshua tertarik dari sekian banyak nya wanita yang selalu mengerubutinya .
Angi mengeryit kan dahinya melihat beberapa gaun yang ada di dalam keranjang belanjaan Jonathan . Ia menatap Joshua minta jawaban , tapi Joshua mengalihkan pandangan nya seakan tidak melihat tatapan yang yang mengandung sebuah pertanyaan yang di berikan oleh Angi .