
Tiba tiba tangan Angi di tarik oleh Joshua dan Angi terduduk di pangkuan Joshua . Pria itu tiba tiba menyatukan bibirnya untuk memindahkan es batu dari mulut Angi ke mulutnya sendiri .
Joshua melepaskan Angi setelah berhasil memindahkan es batu itu dari mulut wanita itu .
Angi sendiri masih linglung tidak sadar kalau dirinya masih duduk di atas pangkuan Joshua . Angi mengerjabkan matanya saat Joshua melingkarkan tangan nya di perutnya .
Angi langsung berdiri menjauh dan menatap Joshua dengan tatapan marah . Dia tidak suka Joshua menciumnya tanpa seijinnya .
"Ya udah sini saya kembalikan es batunya ." ucap Joshua
"Aku ngak butuh bantuan bapak , saya bisa keluarkan sendiri ." suara Angi meninggi
"Apa yang bapak lakukan ." tanyanya kesal., sambil mengusap kasar sisa ciuman pria tersebut .
"Saya hanya berinisiatif mengeluarkan es batu itu dari mulutmu ." ucap Joshua santai .
"aku tidak butuh bantuan bapak , aku bisa sendiri ."suara Angi meningi ia tidak suka Joshua asal mencium tanpa ijin .
"Ya sudah sini saya kembalikan lagi es batunya ." ucap Joshua sambil menarik tangan Angi , dengan cepat Angi menepisnya . Dia berdecak kesal lalu mengambil tasnya .
"Aku pulang ." walau dalam keadaan kesal Angi masih juga pamitan . Joshua juga membiarkan dia pergi . Ia tidak berusaha menahan Angi .
Joshua menatap kepergian Angi dengan senyum manis di sudut bibirnya .kelakuan nya tadi bukan hal yang spontan .ia sudah mengamati Angi sejak tadi . Sejak ia duduk di sofa tidak jauh darinya . Dan ia bukan orang yang suka menyia nyiakan kesempatan . Joshua akui kalau ia tertarik dengan Angi . Bukan juga karena dia mirip dengan istrinya , mirip wajah dan namanya , tapi murni kalau dia Pelangi senja bukan senjani almarhumah istrinya .
"Loh Bu Anginya mana Dad ." tanya Jonathan yang sudah selesai mandi dan kelihatan segar .
"Sudah pulang ." ucap Joshua sambil menutup laptopnya , karena sebenarnya pekerjaan nya sudah selesai sejak tadi.
"Yah kok pulang , kan baru pukul lima ,padahal aku mau berikan ini ." ucap Jonathan sambil menunjuk kan kotak kecil berwarna biru .
"Itu apa ." tanya Joshua .
"Ini tititpan pak Agus tadi siang buat Bu Angi ." ucap Jonathan . Joshua mengambil kotak itu dan membukanya , sebuah gelang kecil berwarna putih , Joshua yakin itu bukan emas putih .dia mendengus sinis dan membuang kotak itu.ke tong sampah .
"kenapa di buang Dad ." tanya Jonathan .
"itu hanya besi putih , untuk apadi berikan pada bu Angi , Angi tidak pantas di beri barang murahan seperti itu ." ucap Joshua.
***
pagi itu Angi memasuki kelas dengan wajah ceria ." Selamat pagi anak anak ." ucap Angi .
"selamat pagi bu Angi ." jawab murid murid serempak .
"ibu absen dulu ya ." Angi mulai mengabsen muridnya satu persatu .selesai absen Angi memulai mengajar mata pelajaran nya . Hari semakin siang murid murid semakin lesu . Sesekali Angi mengajak mereka untuk bernyanyi .tak terasa jam istirahat telah tiba ,anak anak bersorak dan berhamburan ke luar .
Angi geleng kepala sambil tersenyum melihat anak muridnya .saat Angi masih membereskan buku bukunya Jonathan datang menghampirinya .
"Bu Angi ." panggil Jo di dalam kelas tinggal mereka berdua .
"Ada apa Jo , bekal kamu kan udah ibu kasih ke kamu ." ucap Angi .
"ini apa , benar dari dadymu ." tanya Angi sekali lagi .
"kemarin ada titipan dari pak Agus buat ibu . Tapi ibu keburu pulang dan pemberian dari pak Agus di rusak kan sama Dady . Dan Dady ganti dengan ini ." ucap Jo sedikit menyesal .
"ya sudah nanti ibu bicara ke pak agus . Sekarang kamu pergi makan dulu .tu sudah di tunggu miranda ." Angi menunjuk miranda yang tersenyum sambil mengangkat kotak bekalnya sambil tersenyum membuat Jonathan tersipu .
Angi menatap keduanya dengan perasaan sedih . Mereka berdua bernasib sama , sama sama di tinggal oleh ibunya saat mereka masih kecil .
Angi kembali duduk di meja kerjanya dan membuka kotak pemberian dari Joshua , sebuah kalung permata dengan liontin bunga lily . Membuat Angi benar benar jatuh cinta .Dia laki laki yang pandai mengambil hati semua wanita .
Angi baru ingat percakapan nya dengan Nisa lewat telepon kemarin , "bila seorang lelaki memberi hadiah tanpa syarat pasti dia menginginkan kita menemaninya di atas ranjang ."
Angi segera menutup kotak itu kembali dan melangkah menuju ke ruang guru .tidak lupa ia juga menemui teman nya yang selalu menemani anak asuhnya di ruang tunggu wali murid .
"Kamu tidak bisan tiap hari seperti ini ."tanya Angi oada sahabatnya yang sedang membaca di sana .
"aku akan tidak akan tenang bila tidak ada di sini menunggui miranda ." ucap Lisa sambil geleng geleng kepala dan menutup buku bacaan nya .
"iya deh yang sebentar lagi jadi ibu tirinya Miranda ." jawab Angi . Lisa tersenyum simpul , ia sangat bahagia karena Bilyam akhirnya membalas cintanya .
"Bu Angi , boleh kita bicara sebentar ." ucap Agys yang datang tiba tiba menyela perbincangan mereka . dengan raut wajah yang keruh dan frustasi .
"Maaf ...
"sebentar saja bu , tolong .. ."ucap Agus memohon . Akhirnya Angi mengikuti Agus keluar setelah pamit kepada Lisa . Mereka menuju ke sebuah taman , di sudut taman mereka berhenti lama tiada pembicaraan .
"Jadi apa yang ingin pak Agus bicarakan ." karena Agus tidak angkat bicara sejak sampai di tempat itu
"Saya di pindahkan mengajar ke gunung kidul , Daerah Jogya ." ucap Agus , Angi juga terkejut mendengarnya karena selama dia bekerja di tempat ini tidak pernah ada guru yang di pindahkan .
"Dengan alasan yang tidak jelas dan masuk akal ." tambah Dimas lagi , Angi hanya diam tidak bicara .
"sebelum saya pindah saya inginmenyampaikan perasaan saya .pada bu Angi ."
"Angi aku mencintaimu . sudah sejak tiga tahun yang lalu , tapi kamu mempunyai kekasih . Kalau kamu menwrima perasaan aku maka kita akan pindah bersama sama ke Jogya . Dan kita menikah terlebih dahulu ." ucap Agus dengan menanggalkan kata formal nya yang biasa dia pakai .
"Pak agus ..saya ..
"Berapa mahar yang kamu minta ..lima puluh juta ...seratus juta... Aku sanggup Pelangi ."kata Agus memotong ucapan Angi .
"Pak agus , saya minta maaf saya tidak bisa menerima perasaan anda ." jawab Angi tegas
"Kenapa ." Agus menuntut penjelasan .
"pertama saya tidak punya perasaan yang sama dengan pak Agus , yang kedua saya sudah punya kekasih ." alasan kedua Angi tentu saja bohong .
"siapa bukan nya kamu dan Dilan sudah putus , o apa jangan jangan kamu jadi wanita simpanan nya papanya Jonathan ." ucap Agus sinis
Angi mengepalkan tangan nya marah ." Siapapun itu bukanlah hak pak Agus untuk ikut campur ," ucap Angi menahan marah .