My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
63



"Mari silahkan ikut kami ."


"Boleh , mari kita buktikan ."ucap Angi . Angi tidak merasa melakukan sehingga ia tidak takut sedikitpun .


"Angi ada apa ?." tanya Nagita yang berusaha menahan Angi dan pura pura perhatian . Angi menatap Nagita sejenak ia berpikir Nagita lah dalang di balik ini semua .tapi melihat ekspresi wanita paru baya itu Angi tidak yakin .


"Ini hanya kesalah pahaman , aku peegi luruskan sebentar saja ." Angi pergi melangkah mengikuti langkah ke dua petugas keamanan itu .


"Apa yang dia ucapkan tante? Tanya Lena kepad! Nagita .


"Tidak tau ,kita tunggu saja di sini ." ucap Nagita .


***


"saya masuk ke dalam toko ini sekitar tiga puluh menit yang lalu , coba kalian putar sekitar waktu itu ." ucap Angi kepada petugas pengawas CCTV .


Angi meras kejadian ini pernah ia alami beberapa tahun yang lalu , kejadian an yang sangat persis , saat itu Angi sedang belanja dengan ibunya Reyhan dan tiba tiba petugas menuduhnya sebagai pencuri ia sangat gugup , dan beruntung saat itu ada Reyhan yang mengurusnya sehingga ia tidak sampai di bawa ke kantor polisi .


"Lihat , sejak masuk ke toko ini bahkan saya tidak pernah mendekati meja etalase . Bagaimana saya bisa di tuduh mencuri ." tanya Angi kepada mereka . Ketika vidio itu tidak membuktikan apapun .


Sejak masuk le dalam toko Angi selalu duduk dan bermain ponselnya .bahkan vidio juga telah mereka putar berulang ulang kali .dan tidak satupun yang menunjuk kan kalau Angi mencuri .


Kedua penjaga keamanan itu pun menunduk meminta maaf ." maafkan kami mbak , kami hanya menjalan kan tugas kami ..


"Apa sekarang saya boleh keluar ." ucap Angi tanpa menghiraukan permintaan maaf penjaga itu .


"Boleh mari silahkan mbak , sekali lagi kami minta maaf ." ucap kembali penjaga keamanan itu bersamaan , Angi hanya mengangguk .


Nagita langsung menghampiri Angi yang keluar dari ruangan petugas keamanan .


"Tante sudah selesai belanjanya ." tanya Angi dengan ramah .


"Tante khawatir dengan mu ,jadi tante tidak jadi belanja ." Nagita Terlihat seperti seorang calon mertua yang sangat mengkhawatirkan calon menantunya .


"Kalau begitu apa kita bisa pulang sekarang tante ? ." jujur Angi sudah sangat lelah sekali . Angi memeriksa sekeliling ia ingin mencari siapa kira kira orang yang telah memfitnahnya


"Tante belum selesai belanja , masih ada yang ingin tante beli .kalau kamu lelah ,kamu pulang saja duluan biar di antar oleh supir tante ." ucap Nagita.sambil.melirik lena yang berdiri tidak jauh darinya.


"Barang untuk Jonathan kamu bawa saja , dan nanti berikan pada Jonathan . Kalau belanjaan saya biarkan saja ada di dalam mobil." ucap Nagita .


"kalau begitu saya pulang dulu tante ." ucap Angi berjalan keluar dari toko peehiasan itu , sambil melewati kedua penjaga tadi dengan acuh .


***


Anhi turun dari mobil dan mengambil belanjaan milik Jonathan sesuai ucapan Nagita ."terimakasih pak ." ucap Angi pada sopir Nagita .


"Sama sama Non ." balas sang sopir . Dengan sopan


Sampai di dalam rumah Angi melempar belanjaan nya begitu saja .ia merasa benar benar lelah seperti berlari ratusan kilo meter .


Seingat Angi ia tidak pernah punya musuh . Karena ia lebih suka menghindari masalah dari pada mencari masalah . Angi kembali mengalihkan perhatian nya pada kantong kantong paper bag , belanjaan nya dengan penuh penasaran .


"Apa beneran ada cincin dalam tas belanjaan itu ." gumam Angi .Angi bergegas membongkar paper bag belanjaan nya satu persatu . Ia keluarkan isinya dengan teliti . Hingga ia sampai pada paper bag terakhir . Angi terkejut ia benar benar menemukan sebuah cincin yang sangat indah dan cantik . Di dalam tas belanjaan nya .


Angi menggigit bibir bawahnya dengan cemas .jika saja tadi ia membiarkan petugas keamanan itu memeriksa tas belanjaan nya , mungkin saat ini dia sedang bermasalah sekarang . Angi berpikir ia akan apakan sekarang benda kecil itu sekarang .


" Aku sekarang harus bagaimana .Bagaimana kalau sewaktu waktu polisi datang mengeledah rumahku ." gumam Angi .


"Sebaiknya aku meminta pendapat Nisa ." gumam Angi , ia percaya sahabatnya itu bisa memberinya solusi . Angi segera mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Nisa . Angi membiarkan ponsel itu tetap berdering sampai sahabatnya mengangkat telepon nya .


"Iya ngi ." jawab Nisa di deringan ke tiga .


"Kamu sibuk Nis ." tanya Angi .


" Kalau aku sibuk tidak akan menerima telepon dari kamu ."jawab Nisa .


"Aku mau cerita kamu mau dengar kan ."tanya Angi . Nisa mendegus


"cerita apa , kamu tidak akan cerita si kaya dan si miskin kan ." tanya Nisa . Ia tau kisah cinta sahabatnya yang tidak di restui , karena ia berasal dari kalangan biasa biasa saja dan datangnya juga dari desa .sehingga setiap kali Angi mencarinya untuk curhat , Nisa memberi tema si kaya dan si miskin.


"Ya memang itu lah aku si miskin . Jadi ceritaku tidak akan nauh dari si kaya tetap jaya dan si miskin akan tetap tragis." ucap Angi dengan lesu .


"kali ini apa lagi yang mereka perbuat padamu ." tanya Nisa .ia sudah tau tingkah laku dan perbuatan Lena dan Nagita . Ia benar benar geram pada ke angkuhan dan kesombongan dua wanita itu . Kalau saja ada kesempatan ia bertemu dengan dua wanita itu ingin rasa nya ia maki maki .


"untung Ayahku tidak jadi menikah dengan perempuan itu ." ucap Nisa keceplosan karena kesalnya .


"Apa maksudmu ." tanya Angi .


"Maaf kamu masih ingat kalung pemberian dariku untukmu ." tanya Angi . Dan Nisa menceritakan sedikit kisah hidup kedua orang tuanya kepada Angi .dan tiba tiba Angi tertawa .


"Apa yang kamu tertawakan bukan nya tadi kamu ingin curhat ." tanya Nisa .


"Iya sepertinya tante Nagita trauma dengan masa lalunya .kekasihnya di rebut oleh gadis miskin seperti aku ." ucap Angi .


"Siapa yang rebut , Ayahku yang jatuh cinta pada bundaku .karena ke uletan bunda .tidak seperti dia yang hanya memanfaatkan kekayaan Ayahku ." ucap Nisa .


"iya ngomong ngomong bapak tua aku pasti kenal ya sama tante Nagita ." tanya Angi .


"pasti kenal tapi ya udah jangan gunakan ikatan masa lalu untuk merajut sesuatu yang sebenarnya tidak di inginkan ." ucap Nisa .


"Tidak aku akan biarkan semua mengalir dengan sendirinya ." ucap Angi .


"jadi cerita tidak ." tanya Nisa .


Angi kemudian menceritakan apa yang terjadi di toko perhiasan siang tadi dan kejadian dua tahun yang lalu . Di mana menurut Angi ada kaitan nya .