My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
116



Ibu Raina mengusap bahu suaminya iya tau suaminya kecewa , sama seperti dirinya atas keputusan yang di ambil oleh Jonathan .


"Terimakasih sudah menjaga Raina selama ini , sekarang pergilah ." usir Ayah Raina dan langsung pergi meninggalkan Jonathan ,dan masuk ke dalam kamar tidak ingin melihat wajah Jonathan kembali .


"Tante sekali lagi saya minta maaf ." ucap Jonathan kepada ibunya Raina yang tidak mengucapkan apa apa lagi , dan hanya mengangguk .


" saya pamit dulu Tante ." ucap Jonathan sekali lagi sebelum pergi meninggalkan rumah Raina . Jonathan menghela napas lega setelah keluar dari rumah keluarga Raina . Jonathan segera melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah keluarga Raina .


Jonathan memarkirkan mobilnya di bahu jalanan , ia membuka jendela kaca mobil , ia menghirup udara dalam dalam , tinggal selangkah lagi untuk dirinya mengejar kebahagiaan sendiri .


Jonathan mengeluarkan ponselnya . Ia buka halery di ponsel , ia melihat di sana banyak foto foto nya Miranda .foto foto miranda yang dia ambil secara diam diam tepat saat Miranda merayakan hari ulang tahun nya yang ke sembilan belas tahun .Mutiara memakai gaun berwarna kuning muda berbunga bunga dan cepit rambut dari mutiara yang dia berikan sebagai hadiah pertemanan nya dulu . Saat pertama kali kenalan .


"tidak lama lagi kita akan bersama Mira ," ucap Jonathan sambil meraba foto Mira di layar ponselnya . Jonathan kembali teringat dengan isi dari email email yang di kirim oleh Miranda . Memang ia tidak pernah membacanya . Di karena kan ia lupa kata sandi yang ia pakai di email lamanya .


Baru dua hari yang lalu Jonathan menyewa jasa IT untuk membongkar atau membobol keamanan Emailnya sendiri . Ia menghabiskan banyak hari untuk membaca email Miranda yang ribuan jumlah email yang di kirim oleh Miranda selama hampir lima tahun ini .


Jonathan sangat menyesal karena tidak pernah membuka email nya sehingga lupa dengan kata sandinya .kalau saja ia mengetahui lebih awal jika Miranda juga mencintainya mungkin sekarang ini mereka telah menikah .


***


Raina tau apa pekerjaan Miranda . Jadi hari itu ia sengaja mendatangi kantor wedding Organizer milik Miranda . Ia ingin sekali melihat raut wajah Miranda , bila melihat dirinya datang sebagai klien nya yang ingin mengunakan Jasa Wedding Organizer nya untuk acara pernikahan nya dengan Jonathan .


Raina menatap gedung tinggi berlantai tiga itu dengan tatapan sinis . Tempatnya bagus dan cukup strategis , sangat luas dan indah . Ia pernah mendengar kantor W O milik Miranda yang ternyata lebih luas dari yang dia dengar dari orang orang .


Mereka yang pernah jadi klien nya Mira memberikan penilaian sembilan hingga sepuluh . Karena pelayanan WO Miranda tidak jarang mendapatkan bintang lima dari para klien nya .


Raina berjalan dengan elegan menapaki lantai lobby gedung perkantoran milik Miranda .


"Selamat siang , ada yang bisa kami bantu ." sapa karyawan dari perkantoran W O miranda dengan sopan .


"Saya ingin bertemu dengan pemilik WO ini ." ucap Raina dengan angkuh .


"Maaf , ada keperluan apa ya , saya boleh tau ." tanya karyawan Mira lagi dengan sopan . Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh keangkuhan Raina.


"Saya ingin mengunakan Jasa WO kalian di hari pernikahan aku nanti ." ucap Raina yang tidak melepas keangkuhan nya .


"Kalau begitu , anda bisa menemui mbak Nola di lantai dua ." ucap karyawan itu masih dengan keramahan nya


"Nola ? Bukankah yang punya WO ini Miranda ."tanya Raina .


"O iya benar , Owner kami memang Bu Miranda , dan mbak Nola asisten pribadi nya .kebetulan Bu miranda hari ini tidak ada di tempat ." jawab Karyawan .


"kenapa ? ."Raina mendengus kecewa karena rencana yang sudah ia rancang baik baik ternyata tak berguna .


"Aku akan datang lagi kalau Bos kamu ada di tempat saja . Ini kartu nama aku, kalau dia sudah pulang segera kabari aku ." ucap Raina sambil mengeluarkan kartu namanya dari dalam tas dan ia letak kan di atas meja .kemudian Raina segera keluar meninggalkan kantor Miranda .


Raina segera mengambil ponselnya dan menghubungi Jonathan . Di dering pertama telepon nya langsung di terima oleh Jonathan . Ia tersenyum dan mengartikan kalau Jonathan selalu menunggu telepon darinya .


"Hallo ." jawab Jonathan dari sebrang .


"Sayang kamu di mana ." tanya Raina dengan suara manja .


"Di kantor ." jawab Jonathan dengan cepat .


"Kamu sudah makan siang belum ." tanya Raina .


"Belum , aku berencana makan siang dengan mu apa kamu masih sibuk ." tanya Jonathan balik . Jonathan akan mengakhiri semua nya hari ini . Ia tidak ingin menunda nunda lagi .


"Tidak ,aku tidak sibuk kok . Kebetulan aku sekarang ada di luar habis dari suatu tempat ." ucap Raina dengan tersenyum lebar . Selama menjalin hubungan dengan Jonathan hampir tiga tahun lamanya . Hari inilah hari spesial bagi Raina , karena jonathan yang lebih dulu mengajak nya pergi makan bersama .


Dulu selalu Raina yang mengajaknya pergi makan , dan paling banyak Jonathan menolak ajakan nya untuk pergi makan . Dan hari ini Raina merasa bahagia dengan inisiatif yang Jonathan tunjuk kan merupakan kemajuan yang bagus menurut Raina dalam hubungan mereka .


"Ok temui aku di tempat biasa ." ucap Jonathan dan segera menutup sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Raina .


Raina telah sampai di restoran favorit mereka yang di janjikan oleh Jonathan . Ia menebarkan pandangan nya mencari keberadaan jonathan sang kekasih . Senyum Raina mengembang saat melihat keberadaan Jonathan di salah satu meja restoran , Raina segera menghampirinya .


"sayang ." Panggil Raina dan langsung mengecup pipi Jonathan . Setelah itu ia mengambil duduk di depan Jonathan . Setelah itu ia meraih gelas minuman milik Jonathan dan meminumnya tanpa permisi . Jonathan menganggkat tangan nya memanggil pelayan .


"Kamu mau pesan makanan apa ." tanya Jonathan sambil membuka buku menu yang baru di bawa oleh pelayan .


"Samakan saja dengan pesanan kamu ." ucap Raina dengan mata yang masih tetap memandang wajah Jonathan . Jonathan hanya mengangguk tanpa menatap Raina .


Kemudian Jonathan menyebutkan apa yang ia pesan . Setelah itu keadaan hening beberapa saat , mereka saling terdiam . Raina sibuk memandangi wajah Jonathan .


Sementara Jonathan mencoba merangkai kata kata untuk di sampaikan kepada Raina . Ia ingin kata kata yang ia ucapkan nanti tidak menyakiti Hati Raina .


"Aku sudah dapat WO untuk acara pesta pernikahan kita nanti ." Raina memulai pembicaraan .


"Raina.- ucapan Jonathan terhenti karena pelayan datang mengantarkan pesanan mereka .


"Terima kasih ." ucap Jonathan pada pelayan perempuan itu . Pelayan itu tersipu malu mendengar ucapan dari Jonathan . Lalu pamit untuk melayani pelanggan yang lain.


"Kamu seharusnya tidak usah mengucapkan terimakasih pada pelayan itu ,lihatlah dia kan jadi besar kepala." ucap Raina tidak terima pelayan itu mendapat ucapan terimakasih dari Jonathan .