
Sekarang Jonathan memandang Adik perempuan nya . Agela ia rentangkan kedua tangan nya Angel segera menghambur ke dalam pelukan Jonathan .
"Agel , namamu adalah sebuah malaikat , Abang berharaf kamu benar benar jadi malaikat tak bersayap untuk Dady dan Momy kelak menuju surga NYA . Dengar semua yang di katakan oleh bang malik , Anggap saja dia Abang kamu sendiri penganti Abang Jo di sampingmu ." ucap Jonathan di samping telinga Angel . Angel manggut manggut mendengar pesan dari Jonathan .
"Abraham titip jaga Angel baik baik kalau dia punya pacar lagi , segera hubungi aku dan Abang Jonathan ." ucap Johanes .membuat sang gadis mendegus keras .
"Nyantri yang bagus dek jangan pacaran ."ucap Jonathan , Angel mengangguk dua kali .
"Dad , Jonathan dan Johanes berangkat dulu , jaga kesehatan , jangan terlalu keras bekerja . Dady sudah tak muda lagi ." ucap Jonathan menghampiri Joshua dan memeluknya sekilas .
"juga jangan terlalu posesif sama Momy , Dad . Nanti Momy cari suami baru lagi , karena tidak tahan dengan sikap Dady ." bisik Jonathan dan Joshua langsung mendorong putranya itu .
"Jonathan dan Johanes cek in dulu Dad ," ucap Jonathan tanpa menunggu jawaban dari Joshua langsung jalan dan melambaikan tangan pada kedua orang tuanya .
***
Sementara Miranda berulang ulang kali menghubungi Jonathan , tapi hanya operator yang menjawab telpon nya .sejak insiden itu terjadi Miranda memutuskan untuk cuti selama dua hari . Jadi selama dua hari pula ia tidak bertemu dengan Jonathan sehingga hari ini dia mencoba menghubungi Jonathan .
Maksud dan tujuan Miranda menelpon Jonathan , Agar Jonathan mau menjemputnya dan pergi ke kampus sama sama . Ia juga ingin memperbaiki hubungan nya yang telah hancur karena ulahnya sendiri .
"Kamu belum berangkat , sayang ." tanya Lisa sambil melihat jam hias yang menggantung di dinding ruang tamu .
"Belum M , mira masih menunggu Jonathan untuk jemput Mira ." ucap miranda . Lalu mencoba untuk menghubungi Jonathan kembali .
"Nunggu Jonathan .? Sayang kamu lupa Jonathan sudah berangkat ke taiwan kemarin ." ucap Lisa membuat Mira membeku seketika . Ia mengedip ngedip kan matanya tidak percaya .
"Jonathan sudah berangkat ke taiwan , Ma ." tanya Mira , ia masih belum percaya kalau Jonathan pindah ke taiwan secepat itu . Ia mengira kepindahan Jonathan masih lama . Dan ia masih punya waktu untuk memperbaiki hubungan nya dengan laki laki itu . Tapi ternyata laki laki itu bahkan pergi tanpa pamit kepadanya .
"Loh memangnya kamu tidak tau ." tanya Lisa . Mira hanya menggeleng dengan tatapan mata yang kosong .
"Jonathan pernah bilang ma ,kalau mau pindah ke taiwan , tapi ngak bilang ke mira kapan berangkat ."jawab miranda .
Waktu berjalan dengan cepat lima tahun telah terlewati , sekarang Miranda telah lulus dari kuliahnya beberapa tahun yang lalu . Sekarang Mira melangkah memasuki kantor papanya sudah hampir dua bulan ia bekerja di perusahaan Papanya .
Selama lima tahun Mira selalu mengirimkan email ke pada Jonathan tapi lagi lagi tak ada balasan . Miranda tidak patah arang ia akan tetap menunggu dan berharap cinta Jonathan tidak pernah berubah masih tetap cinta yang dulu .
Menurut kabar dari Papanya seharusnya sebentar lagi Jonathan akan kembali , Mira dengan senyuman yang lebar kembali mengirim email kepada Jonathan .
"Miranda ." mira mengangkat kepalanya melihat seseorang yang memanggil namanya . Miranda tersenyum lebar melihat Papanya yang sudah berusia kepala lima itu masih kelihatan gagah dan tampan . Pernah ada kejadian di suatu hari mereka berdua sedang berjalan di sebuah mall dan ,ada yang yang mengatakan kalau dirinya adalah simpanan papanya .
"Papa ." Miranda berdiri menghampiri Bilyam
"Kenapa lama sekali . Rapat akan segera di mulai ." ucap Bilyam .
"Ya maaf Tadi mira ke toilet dulu , pa." ucap Mira sambil memamerkan senyum manisnya . Bilyam mendegus kesal melihat karyawan nya yang terpesona oleh senyuman Putrinya .
"Ayo kita langsung masuk saja keruangan rapat." ucap Bilyam sambil menarik tangan putrinya . Ia tidak mau putrinya menjadi pemandangan indah buat pria pria yang kurang kerjaan itu . Kalau perlu ingin sekali Bilyam untuk memecat mereka nanti .
Bilyam memperkenalkan putrinya pada rekan rekan kerjanya sebagai sekretarisnya .Miranda tidak ingin mengambil alih kepemimpinan perusahaan itu . Ia lebih memilih bekerja di bidang styl dan ia juga telah merintis bisnisnya di bidang WO yang di rintisnya tiga tahun yang lalu .
Sekarang Miranda berada di kantor papanya menjadi sekretaris Bilyam itu di karena kan menggantikan sekretaris Bilyam yang mengundurkan diri dua bulan yang lalu . Dan sekarang Mira bekerja membantu papanya hingga , papanya mendapatkan sekretaris yang cocok ,jadi mira tidak akan kerja lama di perusahaan Papanya .
"PAPA sudah memiliki kandidat sekretaris yang baru , yang papa sukai ." tanya Mirabda , setelah mereka selesai rapat dan sekarang mereka sudah kembali ke ruangan Bilyam , dan Bilyam hanya mengangguk tanpa melihat ke arah putrinya . Ia tetap fokus melihat berkas berkas hasil kerja sama nya tadi .
"Kalau begitu sebentar lagi Mira boleh tinggalkan perusahaan papa , kan ." tanya Mira dengan wajah cerah . Bilyam menggeleng.
"Belum sayang ,papa masih butuhkan kamu, untuk tiga bulan ke depan ." ucap Bilyam .
"Itu terlalu lama Pa , Aku juga harus urus W O aku ." ucap Mira sambil menarik berkas berkas yang ada di tangan papanya .ia ingin mengajak papanya berdebat tentang jam kerjanya .jadi ia harus menjauhkan berkasnya itu dari papanya .pria paruh baya yang sekarang jadi atasan nya itu .
Bilyam menatap putrinya yang juga sedang menatapnya ." sekretaris papa baru bisa masuk minggu depan . Dan papa butuh kamu untuk membimbing dia , tidak mungkin kan pekerjaan sebanyak itu langsung di limpahkan ke dia semua , kamu juga harus bantu ringkan kan pekerjaan papa , papa sudah tidak muda lagi lo , Dan kepemimpinan ini seharus nya kamu yang ambil alih , kamu tidak mau ambil alih , papa juga hargai keputusan kamu . Tapi setidaknya bantu papa sampai adik kamu selesai kuliah , dan siap mengantikan posisi kamu ." jelas Bilyam .
"Papa mau.aku ambil alih perusahaan ini ,sementara ini bukan bidang aku pa . Papa mau dalam dua bulan perusahaan ini mengalami kebangkrutan ." tanya Mira .karena ia tidak yakin dengan kemampuan nya dan hanya akan membuat perusahaan papanya gulung tikar ,dalam hitungan detik . Dia memilih mundur dari pada menjadi masalah .
"itu karena kamu sengaja , karena tidak ingin ambil alih . Kalau kamu ada usaha pasti tidak akan ada yang namanya kebangkrutan . Dan menurut papa dan mama kamu lebih dari mampu sayang , buktinya tempat wedding Organizer yang kamu dirikan bisa bertahan sampai sekarang .bahkan semakin hari semakin ramai , sehingga bulan lalu kamu harus menambah karyawan baru lima orang .