My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
55



Senyum lena semakin mengembang kala ponselnya berdering .telepon dari seseorang yang selalu ia tunggu tunggu .


"Hallo." jawab Lena .


"Bagaimana kamu berhasil ."tanya suara di balik telpon .


"Tentu , jangan panggil aku Lena kalau gagal dalam menjalan kan misi , aku pastikan tidak lama lagi mereka pasti akan berpisah ." ucap Lena . Sambil memutar mutar kartu di tangan nya .


"Bagus kamu memang bisa di andalkan ."ucap orang di sebrang telepon .


"sebagai imbalan nya kamu jangan kaget . Kalau tagihan kartu kamu bulan ini akan membengkak ." ucap Lena .


""berbelanja lah sepuas kamu , tapi jangan lupa setelah selesai berbelanja nanti temui aku di hotel ." ucap sang penelpon dan memutuskan sambungan telepon secara sepihak . Lena menatap layar ponselnya yang telah menghitam dengan pandangan yang sulit di artikan .


"Aku mencintaimu , aku rela melakukan apapun asal aku bisa dekat dengan mu ." bisik Lena dengan sedih .


Angi mengikuti langkah Jonathan dari belakang , ia tau anak itu sekarang sedang kecewa. Ia akan mengikutinya dan bicara dengan nya setelah amarahnya reda . Jonathan terus melangkah di trotoar ia tahu Momynya mengikutinya , itu malah membuat dirinya semakin ingin menangis .


Saat kakinya sudah lelah untuk melangkah ,Jonathan menghentikan langkahnya dan duduk bersandar di tiang lampu jalanan .Jonathan menekuk kakinya dan menyembunyikan wajahnya di antara lipatan kedua tangan nya di atas lututnya .tangisnya tak dapat ia tahan , ia sesenggukan di sana .


Angi menghela nafas berat . Akhiratnya ia ikut duduk di samping Jonathan ia tidak perduli dengan tatapan beberapa pasang mata sedang menatap ke arah mereka .


"Jonathan ." panggil Angi dwngan lembut .


" Sayang ,Coba kamu tatap Momy ." pinta Angi , saat melihat anak itu tidak bergerak dari posisinya tanpa mau mendengarkan Angi . Akhirnya Jonathan mengangkat kepalanya . Matanya memerah wajahnya basah dan air mata masih mengalir deras di pipinya .


"Sini peluk Momy ." Angi menarik Jonathan masuk ke dalam pelukan nya .ia usap usap punggung anak itu hingga tangisnya reda .


Angi mengurai pelukan nya saat Jonathan sudah menghentikan tangisnya .


"Lapar enggak ," tanya Angi . Sambil tersenyum kecil di bibirnya , Jonathan mengangguk pelan .


"Ya udah kita cari makan dulu ,yuk ." uc!p Angi yang berdiri dan di ikuti oleh Jonathan .mereka berjalan menuju ke sebuah rumah makan padang yang di tunjuk oleh Angi .rumah makan yang tidak jauh dari mereka berdiri sekarang .


"Kamu mau makan di sana ." tanya Angi , Jonathan kembali mengangguk menjawab pertanyaan Momynya . Angi menuntun Jonathan masuk ke rumah makan padang . Mereka dusuk menunggu pesanan kurang lebih sepuluh menit . Selama menunggu pesanan dan saat makan mereka tidak ada yang membuka pembicaraan . Angi memutuskan untuk membahas masalah yang baru saja terjadi setelah mereka selesai makan .


"Ini bu pesanan nya , silahkan menikmati ." ucap pelayan rumah makan itu dengan ceria .


"Terimakasih ." jawab Angi .


Angi diam dan menarik piringnya mendekat ke hadapan nya dan mulai makan . Begitu juga Jonathan melihat Momynya sudah mulai makan ia pun juga mulai menyendok makanan nya ke mulutnya .


Angi sebenarnya ingin membahas masalah tadi di rumah makan itu . Tapi semakin lama rumah makan itu semakin ramai . Akhirnya Angi memutuskan untuk mengajak Jonathan pulang ke rumahnya .


***


"Kamu sedih dengan perkataan Oma ." tanya Angi setelah mereka sampai di rumah , mereka berdua sedang duduk di ruang tamu kontrakkan Angi , Jonathan mengangguk .


"Aku juga tidak suka dengan tante Lena , dia jahat dan karena dia Momy jadi di marah Oma ." ucap Jonathan, Angi tersenyum sedih .ia tidak sanggup membayangkan jika suatu saat nanti , bukan dirinya yang menjadi mama untuk Jonathan . Apalagi orang itu adalah Lena , Angi sungguh tidak rela . Jika mungkin dan boleh , ia bisa melepas Joshua tapi ia akan membawa Jonathan pergi bersamanya . Namun semua itu mungkin hanya mimpi .


"Momy ."panggil Jonathan .


"Momy tidak akan pernah tinggalkan Jonathan kan? ." tanya Jonathan penuh dengan harapan dan angi tersenyum dengan lembut .


"Momy tidak akan pernah ingin tinggalkan Jo . Tapi jika suatu hari nanti Momy harus pergi . Ketahuilah jika momy sangatlah menyayangimu ." ucap Angi sambil menahan air matanya


"Aku akan ikut kemanapun Momy pergi ." putus Jonathan.


"Kamu Ingin meninggalkan Dady sendirian ." tanya Angi .


"Dady juga akan ikut ."jawab Jonathan membuat Angi terkekeh mendwngar jawaban Jonathan . Andai semua semudah itu tidak perlu ia berdebat dengan mama tirinya Joshua . Ia hanya cukup membawa kedua orang itu pergi jauh .


"Momy aku ngantuk ." ucap Jonathan sambil menguap dan mengucek matanya dengan punggung tangan nya .


"Tidur di kamar Momy seperti biasa . " ucap Angi . Jonathan segera berdiri dan berjalan menuju kamar Angi . Sementara Angi tetap duduk di sofa ruang tamu . ingatan nya kembali berputar mengenai kejadian di mall siang tadi .


Entah berapa lama Angi duduk merenung di ruang tamu , hingga ia tidak menyadari kehadiran Joshua yang telah duduk di sampingnya . Dahi Joshua mengerut melihat wajah wajah Kekasihnya itu .


"Hei ,mikirin apa ? Ucap Joshua yang mengejutkan Angi dari lamunan nya . Dan angi juga menatap ke sekeliling nya .


"kamu kapan sampai ." tanya Angi .


"Aku sudah duduk di sampingmu selama sepuluh menit kamu tidak menyadarinya . Jika tadi ada perampok mungkin sekarang kamu dah dalam bahaya ." ucap Joshua . Angi tersenyum tipis sambil mengaruk pipinya .


"kamu sedang mikirin apa ." tanya Joshua mengulangi pertanyaan nya lagi .


"umm ..itu ..Bukan apa apa ." jawab Angi .


"Senja , jujur padaku ." pinta Joshua .


"Bukan apa apa , hanya masalah pekerjaan , dan itu juga sudah selesai .hanya kepikiran sedikit ." jawab angi berbohong .


Ia ingin memberitaukan masalah di mall tadi siang , tapi ia tidak ingin akan ada pertengkaran antara Joshua dan Nagita .


Joshua lama menatap angi , ia tau kalau kekasihnya sedang berbohong


"kalau masalahnya sudah selesai jangan terlalu di pikirkan, nanti malah jadi penyakit ." ucap Joshua ia juga tidak ingin memaksa Angi untuk bercerita .


"Bagaimana hari mu apa mama menyusahkan mu ."Joshua kembali bertanya sambil meminum air putih milik Angi .


"lancar , kami baru pertama kali nya jalan bersama jadi masih kaku ." jawab Angi kwmbali berbohong .


"Benarkah ,? Kenapa aku melihatnya berbeda ?." Joshua hafal benar gelagat Angi jika wanita itu berbohong .


"Ma ..maksud mu ? Tanya Angi gugup .


"Mata kamu tidak bisa berbohong , Sayang . Di sini . " Joshua menunjuk mata Angi .


"Mengatakan hal yang berbeda dari yang mulut mu ucapkan . Jadi bisakah kamu jujur dengan apa yang sudah kamu lalui hari ini dengan mama ku ." tanya Joshua .Angi menggigit bibir bawahnya dengan gelisah .


Joshua mengulurkan tangan nya dan menarik pelan bibir bawah Angi yang terhimpit oleh gigi putih wanita itu .