My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
48



Nagita turun dari mobilnya , seorang pelayan membukakan pintu untuknya . hari ini Nagita berkunjung ke rumah Joshua , ia berharap Joshua berubah pikiran dan mau mendengarkan perkataan nya mau meninggalkan kekasih miskin nya itu .


"Apa Joshua ada di rumah ." tanya Nagita sambil menebarkan pandangan nya untuk mencari Joshua .


"Tuan sedang bermain dengan tuan muda di halaman belakang nyonya." ucap pelayan itu dengan sopan . Nagita mengangguk dan segera melangkah masuk menuju ke halaman belakang dan menemui putranya .


Tujuan kedatangan Nagita adalah , dia ingin memberi tau keburukan Angi dari Lena . Lena telah menghubungi Nagita dan menceritakan perlakuan Angi tapi tidak menceritakan perlakuan nya sendiri .


"Lena sayang kenapa denganmu , ada apa kenapa kamu menangis ." tanya Nagita dengan khawatir .


"Tante , tante aku mundur saja , aku tidak mau meneruskan perjodohan ini tante hiks ."ucap Lena


"kenapa sayang . Tante ingin sekali kamu jadi menantu tante lo ." ucap Nagita


"Karena wanita yang mencintai Joshua hari ini menyerang Aku di butik . Karena dia tau aku lah gadis yang akan di jodohkan dengan Joshua . Dia menyerang aku di depan umum lo tante ." ucap Lena .


Nagita tidak habis pikir kalau Angi akan bersikap sekasar itu .sampai sampai menantu idaman nya ingin membatalkan perjodohan ini . Sekarang Nagita ingin memberi taukan kepada putranya kalau gadis pilihan nya itu bukanlah orang yang baik yang selama ini mereka kira .


"Hallo cucu oma , sedang main apa ." sapa Nagita . Setelah ia sampai di halaman belakang rumah.


"Oma ." sambut Jonathan dengan gembira . Ia tinggalkan mainan nya dan pergi mendekati omanya .


"Konathan apa kabar ." tanya Nagita


Karena dalam beberapa hari ini Nagita tidak ada menemui atau menelpon menyakan kabar Jonathan . Karena Nagita sibuk melakukan hal lain di luar sana .


"Baik oma , Oma apa kabar ,"tanya balik Jonathan dengan ceria , pada Nagita .


"Oma juga baik sayang ." ucap nagita sambil mengelus kepala Jonathan dengan lembut . Nagita mengeluarkan mainan yang baru saja ia beli saat mau datang ke rumah Joshua . Mainan itu sangat di inginkan oleh Jonathan tapi ia belum sempat membelikan nya .


" Ini untuk Jo ? Tanya Jonathan , tidak ada rasa antusias di wajah cucunya itu .


" Jo suka ngak ." tanya Nagita .


" Suka oma , tapi Jo sudah punya mainan seperti ini . Momy Angi yang membelikan ." ucap Jo , senyum nya mengembang kala menyebut nama Momy Angi.


"Oh baiklah nanti oma belikan lahi yang lebih bagus lebih mahal dari ini." ucap Nagita Angkuh . Ia tidak suka karena Angi telah mendahuluinya .


"Jonathan sudah banyak mainan om , ngak usah di belikan lagi nanti Momy Angi marah ." ucap Jonathan .


" marah , kenapa harus marah? Dia siapa berani berani melarang oma belikan mainan untuk kamu ." Nagita semakin tidak suka dengan Angi .


"senja , tidak melarang Mam , cuma memang mainan Jonathan terlalu banyak bahkan ada sebagian yang kami kirim ke panti asuhan." joshua ikut menimpali.


"Oh iya , mama datang kemari ada keperluan apa ." tanya Joshua mengalihkan pembicaraan .ia tak mau mamanya memperpanjang masalah


"Ini tentang Lena ." jawab Nagita .


"Itu lagi ? Bukankah kita sudah membahasnya kemarin ." Joshua mengira pembicaraan tentang perempuan itu telah berakhir . Dan Mamanya sudah menerima Angi .


"Tapi Senja tidak mengenal Lena ,ma. Jadi tidak mungkin Angi menyerang Lena tanpa sebab ." Joshua menggelengkan kepala tidak percaya dengan ucapan ibunya .yang seperti mengada ada .


"ya memang mereka yang saling tidak kenal . Tapi mama yang cerita tentang Angi pada Lena . Dan siang tadi mereka bertemu di butik , Lena bermaksud baik hanya ingin mengajaknya berkenalan saja ." Nagita diam sebentar , mencari kata kata yang pas untuk menghancurkan reputasi Angi dan terlihat jelek di mata putranya .


"Lena hanya bercanda , dia bilang kalau Lena sudah di jodohkan denganmu , Angi langsung marah ,tidak terima dan menyerang Lena sambil menarik rambut Lena . Bahkan juga memukulnya , Lena sempat memeriksakan lukanya di klinik ." ucap Nagita sedramatis mungkin .


"Senja bukan seorang pemarah ma ." ucap Joshua .


"Tapi ini kenyataan nya . Mama tau dia takut kehilangan kamu . Tapi mana tidak suka karena ulah dia nama baik kita akan tercoreng . Mama ingin kamu menegur sifat jeleknya itu ." ucap Nagita .Joshua langsung berdiri .


"kamu mau kemana ." tanya Nagita .


"Mau ke rumah senja sebentar ."jawab Joshua .


"Jangan marah padanya . Cukup kamu menegurnya dengan lembut ." Joshua tidak mendengarkan mamanya lagi . Ia terus berjalan menuju ke garansi .


"Dad Jo ikut ." ucap Jonathan yang langsung berjalan di belakang Joshua saat ia mendengar kalau Dadynya akan ke rumah Momynya .


Nagita sangat senang saat melihat tatapan marah di mata Joshua . Ia percaya Kalau Joshua dan Angi pasti akan bertengkar hebat . Dan hubungan mereka pasti akan renggang atau mungkin malah berakhir .


Nagita segera mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Lena .


"hallo tante ." jawab Lena dengan antusias , karena inilah yang ia tunggu tunggu sejak tadi , telepon dari calon mertuanya itu .


" kita tinggal tunggu kabar berpisah nya mereka ," jawab Nagita yakin .


"Aku tidak sabar menunggu . aku ingin melihat wajah hancur wanita miskin itu ."ucap Lena senang . Dengan begitu tinggalah dirinya satu satunya kandidat calon istrinya Joshua .


Joshua mengendarai mobilnya swdikit tidak tenang . Ia mencemaskan Keadaan Angi . Ia tidak percaya kalau Angi menyerang Lena bahkan memukulnya , kalau tidak wanita itu yang mulai memukul.


"Dady berhenti . Itu lampu merah ." teriak Jonathan .Joshua menginjak remnya dengan cepat . Membuat tubuh kecil Jonathan terdorong kedepan .untung Jonathan mengunakan sabuk pengaman kalau tidak pasti Jonathan sudah luka luka .


"Kamu tidak apa apa Jo ." Joshua memeriksa keadaan tubuh putranya .


"Maafkan dady ." ucap Joshua menyesali semuanya .


"Jo tidak apa apa Dad . Lain kali Dady harus hati hati ." nasehat Jonathan .dengan bijak .


"Jalan Dad ,sudah lampu hijau ." ucap Jonathan , Joshua mengangguk dan melajukan kembali mobilny . Hingga tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah kontrakan Angi .


"senja ." panggil Joshua sambil mengedor pintu rumah Angi swjak dia tiba tadi . Jonathan geleng kepala melihat tingkah Dadynya yang tidak sabaran .lama pintu rumah Angi tidak ada yang buka dan juga tidak ada sahutan dari Angi .


Lama Joshua jalan mondar mandir sesekali ia mengintip ke dalam rumah ,lewat kaca jendela tapi tidak ada pergerak kan .


"Momy ." Jonathan meloncat dari kursinya melihat Angi yang batu turun dari ojek oline .


"Hai jagoan ." ucap Angi sambil membalas pelukan Jonathan . Joshua yang melihat Angi baik baik saja ia bernafas dengan lega